
Bola.net - Lamine Yamal meluapkan kemarahan setelah insiden chant bernuansa rasis dalam laga uji coba Timnas Spanyol menghadapi Timnas Mesir di RCDE Stadium, kandang klub Espanyol. Peristiwa ini terjadi di tengah persiapan menuju Piala Dunia 2026 dan memicu reaksi luas dari berbagai pihak.
Pertandingan yang berakhir tanpa gol itu sejatinya berjalan ketat dengan dominasi pertahanan Mesir. Namun, atmosfer di stadion berubah negatif akibat perilaku sebagian suporter tuan rumah.
Federasi sepak bola Spanyol dan pemerintah langsung mengambil langkah investigasi atas kejadian tersebut. Langkah ini bertujuan memastikan pelaku mendapat konsekuensi yang sesuai dengan aturan yang berlaku.
Chant Anti-Muslim Picu Kecaman
"من لا يقفز مسلم".. هتاف جماهير إسبانيا يثير عاصفة من الغضب في مباراة مصر 😱 pic.twitter.com/dB0FNmBVfD
— Kooora (@kooora) March 31, 2026
Sepanjang pertandingan, terdengar chant dari tribune yang berbunyi, “Siapa yang tidak melompat adalah seorang Muslim”. Ucapan tersebut dinilai menghina dan menyinggung identitas keagamaan.
Media Spanyol menggambarkan kejadian ini sebagai tindakan yang memalukan. Reaksi keras juga datang dari berbagai organisasi sepak bola dan klub, termasuk Espanyol yang ikut mengutuk insiden tersebut.
Yamal, yang bermain untuk Barcelona, tidak tinggal diam melihat situasi ini. Ia menyampaikan sikapnya melalui media sosial dengan nada tegas dan emosional.
“Saya seorang Muslim, alhamdulillah. Kemarin saya mendengar chant di stadion yang mengatakan: ‘Siapa yang tidak melompat adalah seorang Muslim’. Saya tahu chant itu ditujukan kepada tim lawan dan bukan kepada saya secara pribadi, tetapi sebagai seorang Muslim, ini dianggap tidak sopan dan tidak dapat diterima,” tulisnya.
Respons Tegas Yamal

Pemain muda tersebut menegaskan bahwa tidak semua suporter memiliki perilaku seperti itu. Ia tetap menghargai dukungan dari fans yang datang dengan niat positif.
Namun, Yamal menilai penggunaan agama sebagai bahan ejekan adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Ia menyampaikan kritik tajam terhadap pelaku chant tersebut.
“Saya menyadari tidak semua fans seperti itu, tetapi bagi mereka yang meneriakkan kata-kata tersebut: menggunakan agama sebagai bahan ejekan membuat Anda terlihat bodoh dan rasis,” lanjutnya.
Yamal juga mengingatkan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang hiburan dan kebersamaan. Ia menutup pesannya dengan ucapan terima kasih kepada pendukung yang memberikan energi positif serta harapan bertemu kembali di Piala Dunia 2026.
Sumber: Goal International
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tangis Lewandowski dan Mimpi Piala Dunia yang Terhenti
Piala Dunia 1 April 2026, 17:24
-
Marc Cucurella Buka Peluang Kembali ke Barcelona
Liga Inggris 1 April 2026, 11:42
LATEST UPDATE
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR