
Bola.net - Diego Maradona harus berterima kasih pada bek kiri andalannya, Gabriel Heinze. Heinze keluar sebagai pahlawan saat Argentina berhasil menang atas Nigeria di babak Penyisihan Grup B Piala Dunia 2010.
Saat itu Argentina menang dengan skor tipis 1-0. Gol tandukan Heinze menjadi satu-satunya gol di laga ini. Mantan bek kiri Real Madrid tersebut berhasil menyelamatkan Argentina dari kebuntuan.
Gol Heinze sangat penting bagi Argentina kala itu. Selain sebagai gol kemenangan, gol heize juga memompa semangat para pemain timnas Argentina di Piala Dunia 2010.
Argentina sendiri keluar sebagai juara Grup B di akhir babak Penyisihan Grup. Menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan, Argentina mencatatkan Sembilan poin dengan tujuh gol dan satu kebobolan.
Sundulan Rocket Heinze
Gol Heinze dicetak melalui kepalanya pada saat melawan Nigeria. Gol itu memanfaatkan sepak pojok yang dilakukan oleh Juan Sebastian Veron di menit lima babak pertama.
Veron yang punya akurasi tendangan sangat baik, berhasil melihat pergerakan Heinze yang tanpa pengawalan. Heinze yang merangkak masuk menanduk bola yang tidak begitu tinggi ke pojok kanan gawang Nigeria.
Sundulan rocket Heinze sempat ingin dihalau oleh bek Nigeria Chidi Odiah. Namun kencangnya laju bola tak dapat dibendung Odiah hingga bola tetap masuk ke gawang Nigeria.
El Gringo Heinze cumple 43 años y para celebrarlo te dejamos este lindo gol frente a Nigeria en el Mundial 2010 ⚽️🇦🇷6⃣ pic.twitter.com/skx4Sl90wa
— TyC Sports (@TyCSports) April 19, 2021
Gol Perdana Argentina di Piala Dunia 2010
Gol sundulan Heinze juga merupakan gol pembuka Argentina di Piala Dunia 2010. Pasalnya, laga melawan Nigeria merupakan laga awal Argentina di babak Penyisihan Grup B.
Gol itu mengawali rentetan gol Argentina yang tampil cukup baik di Piala Dunia 2010. Meski tidak melangkah jauh, Argentina menjadi tim yang paling produktif di Piala Dunia 2010 di fase grup.
Mereka mencetak tujuh gol dan hanya kebobolan satu gol selama di babak Penyisihan Grup B. Argentina juga mencetak tiga gol tambahan saat melibas Meksiko 3-1 di babak 16 Besar.
Namun tim asuhan Diego Maradona ini harus puas hanya sampai babak Perempat Final. Mereka harus mengakui kekalahan setelah dijungkalkan Jerman 4-0 tanpa balas di Perempat Final.
(Bola.net/Ahmad Daerobby)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mengenang Paul, Gurita yang Jadi Primadona di Piala Dunia 2010
Piala Dunia 16 Agustus 2022, 19:56
-
Kala Wesley Sneijder Mengobrak-abrik Brasil di Perempat Final Piala Dunia 2010
Piala Dunia 16 Agustus 2022, 15:28
-
Cerita Indah dan Kontroversi Uruguay di Piala Dunia 2010
Piala Dunia 15 Agustus 2022, 15:28
-
Piala Dunia 2010: Mengenang Gol Ikonik Siphiwe Tshabalala
Piala Dunia 15 Agustus 2022, 14:33
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58



















KOMENTAR