
Bola.net - Laga Argentina vs Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 menghadirkan pertarungan dua ikon sepak bola dunia. Lionel Messi dan Mohamed Salah sama-sama menjalani fase yang banyak dianggap sebagai penampilan terakhir mereka di panggung terbesar sepak bola.
Messi datang dengan performa luar biasa setelah mencetak tujuh gol dalam empat pertandingan. Kapten Argentina itu berambisi membawa negaranya mempertahankan gelar juara dunia yang diraih empat tahun lalu.
Di sisi lain, Salah memimpin Mesir mencetak sejarah dengan meraih kemenangan pertama mereka di fase gugur Piala Dunia. Penyerang berusia 34 tahun itu juga berkontribusi lewat eksekusi panenka dalam adu penalti melawan Australia.
Meski demikian, duel Argentina vs Mesir bukan hanya soal jumlah gol atau reputasi. Pertandingan ini juga menjadi ujian apakah Salah mampu beradaptasi menghadapi pertahanan yang sudah siap mematikan pergerakannya.
Salah Harus Coba Lebih Fleksibel Seperti Messi

Selama bertahun-tahun, Salah menjadi pusat serangan Mesir dalam pertandingan besar. Situasi itu membuat lawan relatif mudah memprediksi jalur serangan yang akan dibangun timnya.
Hal tersebut terlihat saat menghadapi Australia pada babak sebelumnya. Salah kesulitan mendapatkan ruang sehingga pengaruhnya dalam permainan menurun drastis.
Argentina kemungkinan akan menerapkan pendekatan serupa. Tim asuhan Lionel Scaloni memiliki cukup kualitas untuk membatasi ruang gerak pemain yang beroperasi di sisi kanan lapangan.
Berbeda dengan Salah, Messi sering turun lebih dalam untuk membangun serangan. Pergerakan itu membuatnya lebih sulit dijaga karena mampu muncul di berbagai area lapangan.
Jika ingin memberikan ancaman nyata dalam laga Argentina vs Mesir, Salah perlu memperluas perannya. Ia harus lebih aktif mencari bola, bergerak ke area tengah, dan menciptakan ketidakpastian bagi lawan.
Catatan Final yang Masih Menjadi Tantangan
Rekor Salah dalam pertandingan bertekanan tinggi masih menjadi bahan evaluasi. Dalam 11 partai final yang pernah dijalani, ia hanya mencetak dua gol dan tidak satu pun berasal dari permainan terbuka.
Statistik tersebut kontras dengan kualitas yang selama ini melekat pada dirinya. Lawan-lawan besar kerap berhasil membatasi kontribusinya dengan menutup jalur favorit yang biasa ia gunakan.
Kondisi serupa dapat terjadi saat menghadapi Argentina. Fokus pertahanan lawan hampir pasti diarahkan untuk mengurangi pengaruh pemain paling berbahaya milik Mesir tersebut.
Mesir sudah mematahkan kutukan dengan meraih kemenangan fase gugur pertama mereka. Namun, tantangan berikutnya jauh lebih besar karena yang dihadapi adalah juara bertahan.
Rekor Besar Salah Memberi Harapan
Walaupun memiliki beberapa catatan kurang ideal di turnamen besar, Salah tetap termasuk penyerang paling produktif dalam satu dekade terakhir. Rekornya menghadapi klub-klub elite Inggris menjadi bukti kemampuan tampil di panggung besar.
Selama berkarier di Premier League, ia mencatat 89 keterlibatan gol dalam 113 laga melawan anggota tradisional "big six". Angka tersebut menjadi yang terbaik dibanding pemain lain pada periode yang sama.
Produktivitasnya di Liga Champions juga sangat mengesankan. Sejak musim 2017/2018, hanya Kylian Mbappe dan Robert Lewandowski yang memiliki keterlibatan gol lebih banyak.
Data tersebut menunjukkan Mesir tetap memiliki alasan untuk percaya diri. Namun, untuk mengalahkan Argentina, Salah tidak cukup hanya menjadi target utama serangan dan harus menghadirkan variasi permainan yang lebih sulit dibaca lawan.
Pertemuan Argentina vs Mesir pada akhirnya bisa ditentukan oleh kemampuan Salah keluar dari pola yang selama ini melekat padanya. Jika mampu bermain lebih dinamis seperti Messi, peluang Mesir menciptakan kejutan akan terbuka lebih lebar.
Sumber: Sky Sports
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mohamed Salah Mungkin Perlu Bermain Seperti Lionel Messi
Piala Dunia 6 Juli 2026, 22:30
-
Lionel Messi dan Bayang-bayang Kylian Mbappe di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 06:26
LATEST UPDATE
-
Diego Moreira: Ambisi, Target, dan Karakter Sang Pemain Baru AC Milan
Liga Italia 21 Agustus 2026, 07:39
-
AS Roma Cetak Sejarah Unik Usai Rodrigo Mora Kenakan Nomor 86
Liga Italia 21 Agustus 2026, 07:31
-
Juventus Tetapkan Bek Sayap sebagai Prioritas Transfer Terakhir
Liga Italia 21 Agustus 2026, 07:20
-
Atletico Madrid Nego Nicolas Jackson, Chelsea Ingin Jual Permanen
Liga Spanyol 21 Agustus 2026, 06:56
-
Carlos Baleba Belum Deal, Manchester United Harus Naikkan Tawaran
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 06:51
-
Arsenal Dapat Lampu Hijau dari Atletico, tapi Julian Alvarez Prioritaskan Barcelona
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 06:45
-
Liverpool Dapat Angin Segar dalam Perburuan Bradley Barcola
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 06:40
-
Manchester United Terancam Gagal Rekrut Lewis Hall dari Newcastle
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 06:35
-
Man City Kejar Pemain Sayap Palmeiras usai Sepakat Jual Savinho ke Tottenham
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 06:10
-
Liverpool Incar Endrick Usai Tawaran untuk Yankuba Minteh Ditolak
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 06:04
-
Prediksi Brentford vs Tottenham 22 Agustus 2026
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 22:44
-
Prediksi Nottingham vs Leeds 22 Agustus 2026
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 22:20
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR