
Bola.net - Timnas Iran berhasil menahan imbang Belgia 0-0 pada lanjutan Grup G Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Senin (22/6/2026) dini hari tadi WIB. Hasil ini membuat Iran mengumpulkan dua poin dari dua pertandingan dan menjaga peluang mereka untuk lolos ke fase berikutnya.
Satu poin tersebut diraih lewat perjuangan yang tidak mudah. Tim asuhan Amir Ghalenoei harus menghadapi jadwal perjalanan yang padat dari markas mereka di Tijuana, Meksiko, ditambah kendala visa yang mengganggu persiapan menjelang pertandingan.
Meski datang dengan berbagai keterbatasan, Ghalenoei menilai anak asuhnya tetap mampu menunjukkan permainan yang menarik. Mereka baru tiba di Amerika Serikat pada Sabtu malam dan harus kembali terbang ke Meksiko setelah pertandingan berakhir.
Alih-alih menjadi beban, masalah di luar lapangan justru memunculkan semangat lebih besar dalam skuad Iran. Para pemain memilih fokus pada pertandingan dan tidak membiarkan situasi sulit memengaruhi mental mereka.
Mengubah Hambatan Menjadi Kekuatan Mental

Kondisi yang serba terbatas ternyata membawa dampak positif di dalam tim. Minimnya waktu adaptasi dan berbagai kendala selama turnamen justru membuat kebersamaan para pemain semakin kuat.
Alireza Jahanbakhsh menilai situasi tersebut mencerminkan karakter masyarakat Iran yang terbiasa bangkit saat menghadapi kesulitan. Semangat itu terlihat saat mereka mampu mengimbangi permainan Belgia di depan 70.317 penonton yang memadati stadion.
"Dari sisi lain, ini adalah bagian dari budaya kami bahwa dalam situasi sulit kami tampil lebih baik. Saya pikir hal itu membuat kami lebih bersatu dan itulah salah satu hal yang kami tunjukkan hari ini," kata Alireza Jahanbakhsh.
"Itu hanyalah sebuah keadilan. Saya pikir untuk semua tim, dan saya rasa kami tidak meminta terlalu banyak," tambahnya mengenai harapan agar tim dapat membawa seluruh staf pendukung mereka selama turnamen.
Tembok Kokoh Alireza Beiranvand di Garis Gawang

Keberhasilan Iran meraih satu poin dari tim peringkat 10 dunia tidak lepas dari penampilan gemilang Alireza Beiranvand. Kiper utama Iran itu tampil tenang dan konsisten sepanjang pertandingan.
Salah satu penyelamatan penting terjadi pada babak kedua ketika ia berhasil mengamankan umpan silang berbahaya dari Kevin De Bruyne tepat di depan gawang. Momen itu menjadi salah satu titik penting yang menjaga skor tetap imbang hingga akhir laga.
"Dia adalah salah satu penjaga gawang terbaik dalam sejarah sepak bola Iran dan dia menjalani salah satu hari terbaiknya hari ini," puji Amir Ghalenoei setelah pertandingan.
"Dia memiliki konsentrasi yang tepat dan memberi kami satu poin yang sangat berharga," lanjut sang pelatih.
Misi Pemulihan Cepat Sebelum Terbang ke Seattle
Usai menahan Belgia, perhatian Iran langsung beralih ke pertandingan terakhir fase grup. Tantangan berikutnya tidak kalah berat karena mereka harus melakukan perjalanan panjang menuju Seattle.
Tim pelatih kini fokus memulihkan kondisi fisik para pemain yang terkuras setelah menjalani dua penerbangan dengan total waktu tempuh sekitar 16 jam. Pemulihan menjadi faktor penting sebelum menghadapi laga penentuan.
"Malam ini kami merayakan. Besok kami fokus pada Mesir, yang merupakan tim yang sangat kuat," ujar Amir Ghalenoei.
"Mudah-mudahan untuk pertandingan berikutnya kami bisa berangkat sedikit lebih awal. Seattle adalah kota yang berbeda, tempat yang berbeda, dan lebih jauh dari tempat kami menginap di Tijuana," kata Alireza Jahanbakhsh.
Pertandingan melawan Mesir akan digelar pada 26 Juni di Lumen Field, Seattle. Iran membutuhkan hasil terbaik untuk menjaga peluang lolos ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola mereka.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Belgia vs Iran: Alireza Beiranvand
Piala Dunia 22 Juni 2026, 04:36
-
Hasil Belgia vs Iran: Setan Merah Gagal Jinakkan Cheetah Persia
Piala Dunia 22 Juni 2026, 04:04
LATEST UPDATE
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR