Bola.net - Sebelum gelaran Piala Dunia 2014 sedikit orang yang mengenal nama Keylor Navas. Kala itu, Keylor Navas masih bermain bagi klub Liga Spanyol, Levante.
Namun semua berubah setelah Navas bermain apik bersama timnas Kosta Rika di Piala Dunia 2014. Membawa Kosta Rika mencapai babak delapan besar, Navas menjadi salah satu pemain yang bersinar di Piala Dunia 2014.
Saking gemilangnya permainan Navas, membuatnya diboyong Real Madrid tidak sampai satu bulan setelah Piala Dunia 2014. Menjadi pemain Real Madrid selama lima tahun, Navas berhasil merengkuh tiga gelar Champions League.
Di usianya yang menginjak 35 tahun, Navas masih menjadi salah satu kiper terbaik Eropa. Saat ini ia bermain bagi Paris Saint Germain. Bagaimana perjalanan Navas di Piala Dunia 2014? Berikut ulasannya.
Navas singkirkan Italia dan Inggris!
Kosta Rika kala itu tergabung di Grup D bersama Italia, Inggris dan Uruguay. Grup D yang berisi tiga tim langganan sekaligus favorit juara Piala Dunia diprediksi menjadi grup neraka.
Kosta Rika yang terjepit sebagai satu-satunya tim non unggulan dipastikan sulit melaju ke babak selanjutnya. Namun siapa yang menyangka tim non unggulan ini bisa memuncaki Grup D sekaligus mengirim Italia dan Inggris pulang dengan rasa malu.
📆 On this day in 2014, Keylor Navas joined Real Madrid C.F.
— GiveMeSport (@GiveMeSport) August 5, 2020
He went on to become the only goalkeeper to win the UEFA Champions League 3 times in-a-row 🏆🏆🏆 pic.twitter.com/ATDutwcR9P
Kosta Rika mengoleksi tujuh poin hasil dua kali menang melawan Uruguay dan Italia dan satu kali imbang melawan Inggris. Keylor Navas yang tampil brilian dibawah mistar gawang Kosta Rika bahkan membuat striker Italia dan Inggris tak bisa membobolnya.
Hanya Kebobolan Dua Gol
Keylor Navas tampil baik di babak penyisihan Grup D dengan membawa Kosta Rika menjadi juara grup. Selama tiga pertandingan, Navas hanya kebobolan satu gol saat pertandingan perdana melawan Uruguay.
Satu gol itu bahkan harus dicetak Uruguay melalui titik putih yang dieksekusi Edinson Cavani. Navas kembali kebobolan satu gol di babak 16 besar melawan Yunani. Gol itu dicetak oleh Sokratis Papastathopoulos di menit akhir.
Namun, Navas langsung membayarnya dengan penyelamatan gemilang di babak adu penalti melawan Yunani. Kegemilangan Keylor Navas di Piala Dunia dilanjutkanya di babak delapan besar melawan Belanda.
Gros patron Keylor Navas en 2014 déjà pic.twitter.com/15RKsIEcwT
— Max Cady (@max_cady_) May 10, 2020
Kokohnya Navas menjaga gawang Kosta Rika bahkan membuat Belanda tidak bisa membobolnya sama sekali. 120 menit pertandingan berlangsung tidak membuat striker Belanda menemukan cara membobol Navas.
Butuh babak adu penalti bagi Belanda untuk bisa membobol gawang Keylor Navas. Namun pertandingan panjang melawan Belanda menjadi akhir aksi gemilang Navas. Mereka harus kalah dengan skor adu penalti 4-3.
Sumber: Transfermarkt
(Bola.net/Ahmad Daerobby)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Final Piala Dunia 2010, Final Paling Brutal dalam Sejarah
Piala Dunia 27 Juli 2022, 17:41
-
Mengenang Gol Mario Gotze di Final Piala Dunia 2014
Piala Dunia 27 Juli 2022, 17:35
-
4 Calon Pemain Kunci Timnas Belgia di Piala Dunia 2022
Piala Dunia 27 Juli 2022, 17:32
-
4 Calon Pemain Kunci Timnas Jepang di Piala Dunia 2022
Piala Dunia 27 Juli 2022, 15:43
LATEST UPDATE
-
Daftar WAGs Timnas Brasil di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Mei 2026, 06:06
-
Xabi Alonso dan Taktik yang Bisa Mengubah Wajah Chelsea
Liga Inggris 21 Mei 2026, 01:00
-
Link Live Streaming Final Liga Europa: Freiburg vs Aston Villa
Liga Eropa UEFA 21 Mei 2026, 00:20
-
AC Milan Diminta Penuhi 4 Jaminan agar Modric Bertahan
Liga Italia 20 Mei 2026, 23:22
-
Luka Modric Siap Main di Laga Terakhir AC Milan Musim Ini
Liga Italia 20 Mei 2026, 23:16
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
























KOMENTAR