
Bola.net - Sebuah laga seru tersaji di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Dua tim kuda hitam, Kroasia dan sang tuan rumah Rusia bertarung untuk memperebutkan tiket ke perempat final.
Di laga itu, Vatreni menang 4-3 dalam adu penalti itu setelah hingga babak perpanjangan waktu bermain sama kuat 2-2.
Rusia secara mengejutkan lolos ke babak delapan besar setelah mengalahkan Spanyol lewat drama adu penalti di Stadion Luzhniki pada 1 Juli. Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Rusia menang penalti dengan skor 4-3.
Kemudian Kroasia lolos dari babak 16 besar dengan susah payah. Luka Modric dan kolega berhasil mengalahkan Denmark juga lewat drama adu penalti dengan skor 3-2 setelah bermain imbang 1-1 di Stadion Nizhny Novgorod.
Russia unggul terlebih dahulu lewat gol Denis Cheryshev di menit ke-31, tapi Kroasia langsung membalas lewat lesakan Andrej Kramaric di menit ke-39. Armada asuhan Zlatko Dalic kemudian berbalik unggul lewat sundulan cantik Domagoj Vida pada menit ke-101. Rusia menyamakan kedudukan lewat Mario Fernandes pada menit ke-115.
Adu Penalti
Tuan rumah mengawali babak tos-tosan dengan mengecewakan. Algojo pertama, Fedor Smolov tendangannya berhasil dimentahkan oleh Danijel Subasic, sementara Kroasia memimpin lewat eksekusi Marcelo Brozovic.
Rusia menyamakan kedudukan lewat sepakan Alan Dzagoev yang berhasil mengecoh Subasic. Vatreni gagal menambah keunggulan usai tendangan dari Mateo Kovacic berhasil ditepis.
Namun, Rusia gagal memanfaatkan momen tersebut setelah tembakan dari Mario Fernandes melenceng. Setelahnya, Luka Modric dengan dingin berhasil membawa keunggulan bagi Kroasia.
Ivan Rakitic memastikan kemenangan Vatreni setelah sukses mencetak gol sebagai eksekutor penalti terakhir. Ia mengirim Kroasia ke semifinal untuk menghadapi Inggris. Ia sekaligus mengakhiri penampilan luar biasa Rusia.
Negara Populasi Kecil Berprestasi
Kroasia menjadi negara dengan populasi terkecil yang sukses bermain di final Piala Dunia saat menghadapi Prancis. Jelang laga final tersebut, gelandang Kroasia, Ivan Rakitic, mengatakan bahwa status Kroasia yang akan menjadi negara dengan jumlah populasi terkecil sepanjang sejarah final Piala Dunia akan menjadi motivasi bagi timnya.
Negara yang baru terbentuk pada 1991 itu memiliki jumlah populasi sebesar 4,1 juta jiwa per 2016, berdasarkan data Bank Dunia.
"Ini adalah pertandingan bersejarah bukan hanya bagi kami, namun juga bagi semua orang Kroasia, akan ada 4,5 juta pemain di lapangan," kata Rakitic dilansir dari Sky Sports.
"Kami semua saling peduli, kami akan memiliki energi, kami tahu ini adalah pertandingan terbesar dalam hidup kami. Kami ingin meninggalkan lapangan dengan kepala tegak. Kami hanya butuh sedikit keberuntungan untuk mendapatkan hasil terbaik," ujar eks Barcelona itu.
Lampaui Generasi 1998
Kroasia berhasil memastikan tiket final Piala Dunia 2018 sekaligus final pertamanya di turnamen besar setelah mengalahkan Inggris di babak semifinal dengan skor 2-1. Pada laga final, Kroasia akan menghadapi Perancis setelah pada pertandingan semifinal lainnya Les Blues mampu mengandaskan perlawanan Belgia.
Sebelumnya setelah mengandaskan Rusia, Kroasia bertemu Inggris di babak semifinal. Di waktu normal, kedua tim bermain imbang 1-1 sehingga harus dilakukan perpanjangan waktu. Di masa 2x15, Kroasia mampu mencetak gol lewat Mario Mandzukic di menit ke-109 yang tak bisa disamai oleh Inggris. Kroasia pun menang dan melenggang ke babak final setelah menang 2-1.
Dengan hasil tersebut, Luka Modric dan kolega berhasil melewati catatan yang pernah ditorehkan oleh Davor Suker dkk. di Piala Dunia 1998 saat mereka hanya sampai di babak semifinal.
(Bola.net/Yoga Radyan)
Baca Juga:
- Cerita Kepahlawanan Fabio Grosso untuk Timnas Italia di Piala Dunia 2006
- Perpaduan Konsep Lawas dan Kontemporer pada Jersei Terbaru Timnas Spanyol 2022/2023
- Terinspirasi Seni Origami, Jepang Luncurkan Jersey Home & Away untuk Piala Dunia 2022
- Argentina Rilis Jersey Tandang untuk Piala Dunia 2022, Corak Ungu Bikin Elegan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 2018: Laga Sengit Rusia vs Kroasia di Babak 16 Besar
Piala Dunia 30 Agustus 2022, 17:38
-
Magis Davor Suker, Si Top Skor Piala Dunia 1998
Piala Dunia 25 Agustus 2022, 19:34
-
Piala Dunia 2018: Ketika Kroasia Permalukan Argentina dengan Skor 3-0 di Fase Grup
Piala Dunia 22 Agustus 2022, 13:39
-
Mario Mandzukic, Mimpi Buruk Inggris di Piala Dunia 2018
Piala Dunia 4 Agustus 2022, 20:33
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Sassuolo vs Juventus - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 6 Januari 2026, 19:45
-
Daftar Pemain Voli Putra Surabaya Samator di Proliga 2026
Voli 6 Januari 2026, 19:31
-
IBL Indonesia 2026 Dimulai 10 Januari 2026, Total Gelar 137 Pertandingan
Basket 6 Januari 2026, 19:15
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 6 Januari 2026, 19:03
-
Menyala Bersama Kanada, John Herdman Dinilai Cocok Nahkodai Timnas Indonesia
Tim Nasional 6 Januari 2026, 18:07
-
Resmi! Chelsea Perkenalkan Liam Rosenior Sebagai Manajer Baru
Liga Inggris 6 Januari 2026, 17:42
-
Live Streaming Lecce vs Roma - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 6 Januari 2026, 17:00
-
AC Milan Cari Bek Baru, Nathan Ake Jadi Peluang atau Sekadar Mimpi?
Liga Italia 6 Januari 2026, 15:28
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
























KOMENTAR