
Bola.net - Timnas Jepang kembali ke Piala Dunia 2022 sebagai kuda hitam paling mengerikan yang mewakili benua Asia. Di bawah asuhan Hajime Moriyasu, Jepang diprediksi akan jadi lawan sulit Jerman dan Spanyol di Grup E.
Menjadi kuda hitam sudah bukan peran yang asing lagi bagi Tim Samurai Biru. Jepang yang tak pernah absen mengikuti Piala Dunia sejak tahun 1998 selalu diperhitungkan oleh tim-tim unggulan juara.
Piala Dunia 2018 adalah bukti betapa mengejutkannya Jepang. Melawan skuat emas Belgia di babak 16 besar, Jepang hampir saja lolos ke Perempat Final Piala Dunia andai Belgia tidak mencetak tiga gol di 20 menit sebelum laga usai.
Di tangan Hajime, Jepang akan kembali dengan segala kejutannya di Grup E Piala Dunia 2022. Terlebih Jepang saat ini diperkuat banyak pemain yang memiliki karier bersama klub top Eropa.
Riwayat Kepelatihan: Akrab dengan Skuat Muda Jepang
Hajime Moriyasu bukanlah nama lama di sepak bola Jepang. Sebelum menjadi juru taktik timnas Jepang di Piala Dunia 2022, Hajima beberapa kali menangani timnas muda Jepang.
Mulai dari Oktober 2017, Hajime sudah menangani timnas Jepang U-21. Hajime bahkan merangkap sebagai pelatih timnas senior Jepang mulai tahun 2018 hingga saat ini.
Hajime terhitung sudah memainkan 57 laga bersama timnas Jepang. Catatan Hajime juga cukup baik dengan torehan 39 kemenangan dan hanya kalah dalam 10 laga saja. Persentase poin per laga Hajime juga masih cukup tinggi di angka 2.19.
Sebelum menjadi pelatih timnas Jepang, Hajime merupakan pelatih klub lokal Jepang. Sanfrecce Hiroshima dan Albirex Niigata menjadi klub yang pernah memakai jasa Hajime.
Prestasi terbaiknya saat menjadi pelatih Sanfrecce Hiroshima selama lima musim. Hajime berhasil mempersembahkan tiga gelar Liga Jepang dan tiga gelar Piala Super Jepang. Prestasi gemilang Hajime di Sanfrecce Hiroshima akhirnya membuat timnas Jepang tak ragu menunjuknya sebagai pelatih.
Karir Hajime Moriyasu Sebagai Pemain
Kegemilangan Hajime Moriyasu sebagai seorang pelatih nyatanya tak tercermin saat menjadi pemain. Pasalnya Hajime karier Hajime sebagai seorang pemain Liga Jepang tidak begitu mencolok.
Hajime tercatat pernah membela beberapa tim Liga Jepang seperti Sanfrecce Hiroshima, Kyoto Sanga, hingga Vegalta Sendai. Sanfrecce Hiroshima menjadi tim paling lama dibela Hajime yakni selama 15 musim.
Hajime yang berposisi sebagai gelandang bertahan, mengawali karirnya di musim 1987/1988. Hajime tercatat memiliki karier sepak bola sepanjang 17 musim sebelum akhirnya pensiun di musim 2003/2004.
Formasi 4-2-3-1: Pakem Terbaik Hajime!
Empat musim Hajime menjadi juru taktik timnas Jepang, sudah beberapa formasi pernah dicoba. Terhitung ada empat formasi yang pernah dipakai Hajime diberbagai kompetisi bersama timnas Jepang.
Namun formasi 4-2-3-1 menjadi formasi terbaik Hajime bersama timnas Jepang sejauh ini. dari 57 laga, 36 enam diantaranya menggunakan formasi 4-2-3-1 andalan Hajime Moriyasu.
Hasilnya juga sangat baik dengan 26 kemenangan tiga hasil imbang dan tujuh kekalahan. Formasi ini juga digunakan Hajime di lima laga terakhir timnas Jepang yang belum tersentuh kekalahan.
Selain 4-2-3-1, pelatih berusia 54 tahun ini juga punya formasi lain yakni 4-3-3 menyerang. Formasi ini juga digunakan Hajime saat memastikan satu tempat di Qatar dalam Fase Grup Kualifikasi Piala Dunia zona Asia.
(Bola.net/Ahmad Daerobby)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Profil Hajime Moriyasu: Pelatih Jepang di Piala Dunia 2022
Piala Dunia 13 Oktober 2022, 20:37
LATEST UPDATE
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Sabtu 10 Januari 2026
Bola Indonesia 10 Januari 2026, 07:00
-
Prediksi Tottenham vs Aston Villa 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 07:00
-
Prediksi Everton vs Sunderland 10 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 06:25
-
Hasil Piala Afrika Tadi Malam: Mazraoui Pulangkan Bryan Mbeumo ke MU
Bola Dunia Lainnya 10 Januari 2026, 06:00
-
Bukan Pelatih, Lionel Messi Ungkap Rencana Pensiun, Apa Itu?
Bola Dunia Lainnya 10 Januari 2026, 06:00
-
Prediksi Como vs Bologna 10 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 05:00
-
6 Rekor Mustahil yang Bisa Dihancurkan Cristiano Ronaldo Tahun 2026
Asia 10 Januari 2026, 04:30
-
Prediksi Charlton vs Chelsea 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Roma vs Sassuolo 11 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 00:00
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
























KOMENTAR