Restu Lippi dan Nasib di Tangan Azzurri: Misi Gattuso Bawa Italia Akhiri Kutukan Gagal Lolos Piala Dunia

Restu Lippi dan Nasib di Tangan Azzurri: Misi Gattuso Bawa Italia Akhiri Kutukan Gagal Lolos Piala Dunia
Starting XI Italia saat melawan Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Bluenergy Stadium, 15 Oktober 2025. (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Di tengah tekanan publik yang menuntut hasil instan, Gennaro Gattuso mendapat suntikan moral dari sosok yang paling ia hormati, Marcello Lippi. Sang maestro pemenang Piala Dunia 2006 itu menyebut Gattuso sebagai salah satu murid terbaiknya yang akan meraih sukses.

Mendengar pujian tersebut, sisi emosional Gattuso tak terbendung. Ia mengaku sering berkomunikasi dengan mantan pelatihnya itu untuk bertukar pikiran mengenai tanggung jawab besar yang kini ia pikul.

"Membaca hal itu membuat saya emosional, saya tidak bisa membantahnya," tutur Gattuso dengan tulus.

Ia berterima kasih atas dukungan Lippi, namun ia sadar bahwa warisan juara 2006 tidak bisa ia tularkan begitu saja lewat cerita. Para pemain masa kini harus merasakan sendiri api perjuangan itu di lapangan hijau.

1 dari 3 halaman

Menghadapi Lawan yang Bermain dengan Darah

Para pemain Italia usai laga melawan Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup I di Bluenergy Stadium. (c) AP Photo/Luca Bruno

Para pemain Italia usai laga melawan Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup I di Bluenergy Stadium. (c) AP Photo/Luca Bruno

Gattuso mencoba menanamkan rasa hormat yang tinggi terhadap Irlandia Utara. Baginya, lawan mereka bukan sekadar tim kuda hitam, melainkan sekelompok pemain yang bermain dengan gairah murni dan determinasi tanpa batas.

Ia menggambarkan intensitas lawan dengan perumpamaan yang kuat bagi skuad mudanya. "Kita akan menghadapi pemain-pemain dengan darah yang terus memompa di pembuluh mereka," katanya.

Menurutnya, Italia tidak boleh kalah dalam hal determinasi. Jika Irlandia Utara menganggap setiap bola adalah bola terakhir dalam hidup mereka, maka Gli Azzurri harus melakukan hal yang sama atau bahkan lebih.

2 dari 3 halaman

Kabar Baik dari Ruang Perawatan

Selebrasi Francesco Pio Esposito bersama rekan setimnya usai mencetak gol di laga Italia melawan Moldova di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Aurel Obreja

Selebrasi Francesco Pio Esposito bersama rekan setimnya usai mencetak gol di laga Italia melawan Moldova di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Aurel Obreja

Di tengah persiapan taktik yang intens, Gattuso memberikan pembaruan krusial mengenai kondisi fisik beberapa pemain kuncinya. Nama-nama seperti Gianluca Mancini, Matteo Politano, dan Riccardo Calafiori dipastikan dalam kondisi bugar dan siap diturunkan.

Namun, perhatian medis masih tertuju pada dua sosok penting lainnya. Alessandro Bastoni baru menjalani sekitar sepertiga porsi latihan tim, sementara Gianluca Scamacca masih tertinggal dalam proses pemulihan.

"Hanya Bastoni dan Scamacca yang perlu dievaluasi lebih lanjut," konfirmasi sang pelatih.

Meski belum fit 100%, Gattuso memuji semangat Scamacca yang menolak dipulangkan ke klubnya. Semangat pantang menyerah seperti inilah yang menurutnya sangat dibutuhkan untuk menghadapi lawan yang akan bermain seolah setiap bola adalah yang terakhir dalam hidup mereka.

"Scamacca tidak ingin pulang. Saya menyukai semangat itu. Saya bahkan sempat bercanda dengan mereka dalam latihan, tapi semua orang tahu tempat mereka dan kami butuh itu di lapangan," puji Gattuso terhadap mentalitas anak asuhnya.

3 dari 3 halaman

Menghapus Trauma Masa Lalu

Mengenai memori kelam kegagalan Italia di play-off 2018 dan 2022, Gattuso memilih untuk tetap tenang. Ia meyakini bahwa dalam sepak bola, batas antara pahlawan dan pecundang seringkali hanya ditentukan oleh momentum kecil atau keberuntungan.

"Kebenarannya adalah, jika Jorginho mencetak penalti itu di Stadio Olimpico, kita sudah berada di Piala Dunia (sebelumnya)," kenangnya.

Namun, Gattuso menegaskan bahwa masa lalu sudah selesai. Kini, fokusnya adalah membawa Italia kembali ke tempat yang seharusnya, bukan dengan melihat ke belakang, melainkan dengan menghadapi tantangan fisik dan mental di depan mata dengan kepala tegak.

"Terserah kita. Kita tidak bisa meminta apa pun kepada siapa pun, kita memegang kendali atas nasib kita sendiri. Kita harus pergi ke Piala Dunia ini, karena ini sangat penting bagi kita," pungkas Gattuso dengan tegas.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL