Saat Putra Tunisia Memilih Swedia: Malam Emosional Yasin Ayari di Piala Dunia 2026

Saat Putra Tunisia Memilih Swedia: Malam Emosional Yasin Ayari di Piala Dunia 2026
Selebrasi Yasin Ayari di laga Swedia vs Tunisia di Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Moises Castillo

Bola.net - Piala Dunia 2026 menghadirkan cerita menarik saat Swedia menghadapi Tunisia pada matchday pertama Grup F. Duel yang berlangsung di Estadio Monterrey, Guadalupe, Meksiko, Senin (15/06/2026), itu tidak hanya menyuguhkan pesta gol tim Skandinavia, tetapi juga kisah emosional dari Yasin Ayari.

Swedia berhasil meraih kemenangan meyakinkan 5-1 atas Tunisia. Hasil tersebut membawa tim asuhan Graham Potter memuncaki klasemen sementara Grup F dengan keunggulan dua poin atas Jepang dan Belanda.

Viktor Gyokeres dan Alexander Isak tampil gemilang dalam pertandingan itu. Namun, sorotan khusus tertuju kepada Ayari yang mencetak gol pembuka sekaligus gol penutup kemenangan Swedia.

Bagi Ayari, pertandingan tersebut memiliki arti lebih dalam dibanding sekadar tiga poin. Ia mencetak gol ke gawang negara yang memiliki ikatan kuat dengan keluarganya, sebuah cerita yang membuat kemenangan Swedia terasa semakin emosional.

1 dari 5 halaman

Gol Bersejarah dengan Sentuhan Emosional

Selebrasi Yasin Ayari (kiri) di laga Swedia vs Tunisia di Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Matias Delacroix

Selebrasi Yasin Ayari (kiri) di laga Swedia vs Tunisia di Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Matias Delacroix

Yasin Ayari memecah kebuntuan pada menit ketujuh lewat tendangan spektakuler dari luar kotak penalti. Gol itu membuatnya menjadi pencetak gol termuda Swedia di Piala Dunia dalam kurun waktu 36 tahun terakhir.

Momen tersebut terasa spesial karena lawan yang dihadapinya adalah Tunisia. Negara Afrika Utara itu merupakan tanah kelahiran ayahnya, Azzouz Ayari, yang lahir dan tumbuh besar di sana sebelum keluarganya menetap di Swedia.

Ayari sendiri lahir di Solna, Swedia, dan tumbuh dalam lingkungan sepak bola negara tersebut. Namun, darah Tunisia yang mengalir dalam dirinya membuat laga melawan tim berjuluk Eagles of Carthage memiliki makna tersendiri.

Oleh karena itulah, ketika bola bersarang ke gawang Tunisia, Ayari tampak sungkan untuk berselebrasi. Ia hanya berlari kecil sembari mengangkat kedua tangannya.

2 dari 5 halaman

Ayari Pernah Hampir Membela Tunisia

Yasin Ayari (kedua dari kiri) mencetak gol keduanya di laga Swedia vs Tunisia, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Dolores Ochoa

Yasin Ayari (kedua dari kiri) mencetak gol keduanya di laga Swedia vs Tunisia, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Dolores Ochoa

Jauh sebelum menjadi pahlawan Swedia di Piala Dunia 2026, Yasin Ayari sempat berada di persimpangan karier internasional. Tunisia diketahui berusaha merekrutnya pada tahun 2021 menjelang Piala Dunia 2022 di Qatar.

Saat itu, tim nasional Tunisia melihat potensi besar dalam diri gelandang muda tersebut. Bahkan, Ayari dikabarkan tertarik untuk bergabung dan mengenakan seragam Eagles of Carthage.

Selain Tunisia, Ayari juga memiliki peluang membela Maroko melalui garis keturunan ibunya. Situasi tersebut membuat masa depannya di level internasional sempat menjadi bahan perbincangan.

Namun, keputusan akhirnya dipengaruhi oleh sang ayah. Dalam wawancara dengan Aftonbladet belum lama ini, Azzouz Ayari mengatakan, “Anak saya ingin bermain untuk Tunisia, tetapi saya memintanya untuk mewakili Swedia saja, karena itu adalah negara yang menyambut dan mengembangkan dirinya. Sudah menjadi kewajibannya untuk membalas budi.”

3 dari 5 halaman

Respek Besar dari Sabri Lamouchi

Pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi saat laga melawan Swedia di Piala Dunia 2026 Grup F, 15 Juni 2026. (c) AP Photo/Moises Castillo

Pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi saat laga melawan Swedia di Piala Dunia 2026 Grup F, 15 Juni 2026. (c) AP Photo/Moises Castillo

Pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi, ternyata mengenal Ayari jauh sebelum pertandingan berlangsung. Ia bahkan mengetahui latar belakang keluarga sang pemain dan perjalanan kariernya.

Kehadiran Ayari di kubu lawan menjadi salah satu cerita menarik menjelang duel Grup F tersebut. Apalagi, Tunisia pernah berupaya membujuknya untuk bergabung beberapa tahun lalu.

Meski gagal mendapatkan jasa Ayari, Lamouchi menunjukkan sikap penuh hormat terhadap keputusan yang diambil sang pemain. Ia menilai pilihan tersebut merupakan hak pribadi yang patut dihargai.

Sebelum pertandingan, Lamouchi mengatakan, “Saya mengenalnya dan saudaranya. Ia membuat pilihan, saya sangat menghormatinya, dan ia pemain yang sangat bagus. Kami mendoakan yang terbaik untuknya setelah pertandingan, tetapi itu setelah pertandingan," ucapnya, dikutip dari Football360.

4 dari 5 halaman

Ayari Tegaskan Identitasnya Bersama Swedia

Sujud syukur Yasin Ayari usai cetak gol di laga Swedia vs Tunisia, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Dolores Ochoa

Sujud syukur Yasin Ayari usai cetak gol di laga Swedia vs Tunisia, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Dolores Ochoa

Perjalanan panjang dalam menentukan masa depan internasional akhirnya membawa Ayari mantap memilih Swedia. Keputusan tersebut kini terbukti membawanya tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.

Kembalinya Swedia ke Piala Dunia setelah delapan tahun absen menjadi momentum penting bagi generasi baru tim nasional. Ayari menjadi salah satu wajah baru yang ikut menghidupkan harapan publik Swedia.

Penampilan impresifnya melawan Tunisia semakin mengukuhkan posisinya dalam skuad Graham Potter. Dua gol yang dicetaknya menjadi bukti bahwa ia mampu tampil menentukan dalam laga besar.

Belum lama ini, Ayari juga menegaskan alasan di balik pilihannya membela Swedia. Ia berkata, “Saya lahir di Swedia dan merasa sebagai orang Swedia, dan Swedia adalah negara yang ingin saya wakili.”


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL