Sejarah Berpihak pada Italia Jelang Final Hidup Mati Kontra Bosnia dan Herzegovina, Mampukah Hapus Memori Kelam?

Bola.net - Timnas Italia kini berdiri di tepi jurang sejarah saat menatap final playoff Piala Dunia 2026. Tim asuhan Gennaro Gattuso wajib menang di markas Bosnia-Herzegovina demi mengakhiri kutukan panjang.
Tekanan berat menggelayuti pundak para pemain Azzurri, Rabu (1/4/2026) dini hari nanti. Pasalnya, Italia sudah absen dalam dua edisi beruntun turnamen sepak bola terbesar jagat raya tersebut.
Terakhir kali mereka mencicipi atmosfer Piala Dunia adalah pada tahun 2014. Ironisnya, Italia belum pernah lagi merasakan laga fase gugur sejak juara tahun 2006.
Kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara kemarin menjadi modal awal yang krusial. Gol Sandro Tonali dan Moise Kean membawa asa baru bagi publik sepak bola Italia.
Laga di Zenica nanti bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa. Ini adalah pertaruhan harga diri bangsa yang menyandang status juara dunia empat kali.
Dominasi Nyata dalam Catatan Pertemuan
Sejarah mencatat Italia memiliki rekor pertemuan yang sangat superior atas Bosnia. Sejak rivalitas dimulai pada 1995, kedua tim telah bentrok sebanyak enam kali.
Italia berhasil menyapu bersih empat kemenangan dari total laga tersebut. Sementara itu, sisa laga lainnya berakhir dengan satu hasil imbang dan satu kekalahan.
Dominasi ini menjadi suntikan moral berharga bagi skuat asuhan Gattuso. Mereka memiliki rekam jejak yang bagus saat bertamu maupun menjamu tim berjuluk The Dragons.
Statistik menunjukkan Italia sangat dominan dalam tujuh tahun terakhir.
Pertemuan terbaru terjadi tepat sebelum ajang EURO 2024 dua tahun lalu. Saat itu, gol tunggal Davide Frattesi memastikan kemenangan tipis 1-0 bagi Italia.
Satu-Satunya Luka di Masa Lalu
Meskipun dominan, Italia pernah merasakan pahitnya kekalahan dari Bosnia. Momen kelam itu terjadi sekitar 30 tahun silam dalam sebuah laga persahabatan.
Tepatnya pada 6 November 1996, Italia dipaksa menyerah dengan skor 2-1. Saat itu, Enrico Chiesa menjadi satu-satunya pencetak gol bagi Gli Azzurri lewat assist Gianfranco Zola.
Namun, peta kekuatan kedua tim kini sudah berubah total. Setelah kekalahan perdana tersebut, Italia tak pernah lagi tersungkur di tangan Bosnia.
Italia bahkan sempat menang telak 3-0 saat laga tandang di kualifikasi EURO 2020. Catatan positif di laga tandang inilah yang ingin diulangi kembali oleh Gattuso.
Ujian Konsistensi di Jalur Terjal
Nasib Italia harus ditentukan lewat jalur playoff Piala Dunia setelah hanya finis sebagai runner-up grup. Mereka kalah bersaing dengan Norwegia yang melaju mulus ke putaran final.
Ini adalah kali ketiga secara beruntun Italia harus menempuh jalur dramatis ini. Dua kegagalan sebelumnya di tahap yang sama masih menyisakan trauma bagi suporter.
Gattuso dituntut untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apa pun di Zenica. Kegagalan kali ini akan menjadi bencana sejarah yang sulit dimaafkan publik Italia.
Bosnia dipastikan akan memberikan perlawanan sengit di depan pendukung sendiri. Namun, statistik pertemuan memberikan jaminan bahwa Italia tahu cara menang di sana.
Konsistensi di lini belakang menjadi kunci utama untuk meredam tuan rumah. Sejarah sudah memberi jalan, kini tinggal para pemain yang membuktikannya.
Head to Head
09 Jun 2024 — Italia 1 : 0 Bosnia and Herzegovina (Friendly International)
18 Nov 2020 — Bosnia and Herzegovina 0 : 2 Italia (UEFA Nations League)
04 Sep 2020 — Italia 1 : 1 Bosnia and Herzegovina (UEFA Nations League)
15 Nov 2019 — Bosnia and Herzegovina 0 : 3 Italia (Kualifikasi Euro)
11 Jun 2019 — Italia 2 : 1 Bosnia and Herzegovina (Kualifikasi Euro).
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jelang Italia vs Bosnia, Nicolo Barella Diberi Resep untuk Selamatkan Karier
Piala Dunia 30 Maret 2026, 15:36
-
Panduan Mengalahkan Bosnia & Herzegovina dari San Marino untuk Timnas Italia
Piala Dunia 30 Maret 2026, 14:00
LATEST UPDATE
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59






















KOMENTAR