
Bola.net - Spanyol dan Portugal tidak pernah menghadirkan pertandingan biasa. Saat dua negara di Semenanjung Iberia itu bertemu, tensi tinggi selalu menyelimuti lapangan karena kedua tim telah saling mengenal karakter permainan masing-masing.
Pertemuan pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 pun membawa kembali ingatan pada malam bersejarah di Afrika Selatan 2010. Ketika itu, gol tunggal David Villa membawa Spanyol melewati Portugal sebelum melanjutkan perjalanan menuju gelar juara dunia pertama dalam sejarah.
Bagi Carlos Marchena, laga tersebut bukan sekadar satu pertandingan di fase gugur. Momen itu menjadi bagian dari fondasi perjalanan generasi emas La Roja yang kemudian menguasai sepak bola dunia.
Mantan bek berusia 46 tahun itu masih mengingat betapa sulitnya menghadapi Portugal yang tampil disiplin dan memiliki banyak pemain berpengalaman. Rivalitas yang lahir dari kedekatan geografis membuat tidak ada ruang bagi kedua tim untuk lengah.
Ketika Kesabaran Menjadi Kunci Kemenangan
"Pertandingan antara Spanyol dan Portugal selalu dipenuhi intensitas karena kedekatan antara kedua negara dan kedua tim saling mengenal dengan sangat baik." Kalimat itu masih menggambarkan wajah rivalitas Iberia hingga sekarang.
Portugal datang ke Piala Dunia 2010 dengan Cristiano Ronaldo yang sedang menikmati masa keemasan setelah musim pertamanya bersama Real Madrid. Di sisi lain, Spanyol berstatus juara Eropa dan menjadi salah satu unggulan utama meski sempat kalah dari Swiss pada laga pembuka.
Marchena mengakui timnya telah mempersiapkan pertandingan dengan sangat matang. La Roja memilih tetap setia pada identitas permainan mereka sambil menunggu celah muncul dari pertahanan lawan.
"Kami tahu itu akan menjadi pertandingan yang sulit karena mereka tim yang tangguh, terorganisasi, dan seimbang." Menurutnya, kesabaran menjadi senjata utama untuk memecahkan kebuntuan.
Satu Pergantian yang Mengubah Jalannya Laga
Perubahan besar terjadi saat Fernando Llorente masuk pada menit ke-59. Kehadiran penyerang bertubuh tinggi itu langsung memaksa lini belakang Portugal mengubah fokus penjagaan.
Marchena menilai Llorente berhasil membuka ruang bagi rekan-rekannya melalui duel fisik yang terus ia lakukan. Hanya empat menit berselang, David Villa memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak gol yang akhirnya menjadi penentu kemenangan.
Marchena sendiri masuk pada menit-menit akhir untuk membantu menjaga keunggulan Spanyol. Tugasnya sederhana, tetapi sangat penting, yaitu membawa ketenangan sekaligus memastikan tidak ada celah bagi Portugal untuk menyamakan kedudukan.
Kenangan yang Tidak Pernah Pudar
Kemenangan atas Portugal menjadi salah satu langkah penting sebelum Spanyol menyingkirkan Paraguay dan Jerman dengan skor identik 1-0. Puncaknya hadir di final ketika Andres Iniesta mencetak gol kemenangan atas Belanda pada menit ke-116.
Di tengah selebrasi rekan-rekannya, Marchena justru berlari ke lingkaran tengah lapangan. Ia memilih mengantisipasi kemungkinan Belanda melakukan sepak mula dengan cepat dibanding ikut merayakan gol bersama pemain lain.
"Saya berlari menuju lingkaran tengah untuk berjaga dan mencegah Belanda memulai laga kembali dengan cepat." Hingga kini, kenangan mengangkat trofi Piala Dunia tetap menjadi momen yang tidak tergantikan dalam perjalanan kariernya.
"Seiring waktu, Anda akan menyadari bahwa apa pun yang diraih setelah itu tidak akan pernah melampaui kebahagiaan menjadi juara Piala Dunia bersama negara sendiri." Kini, ketika Spanyol kembali berhadapan dengan Portugal di Piala Dunia, kenangan itu kembali hidup dan menjadi pengingat bahwa rivalitas ini selalu memiliki cerita yang layak dikenang.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Spanyol, Portugal, dan Rivalitas yang Selalu Membakar Semangat
Piala Dunia 5 Juli 2026, 22:55
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Portugal vs Spanyol 7 Juli 2026
Piala Dunia 4 Juli 2026, 20:39
LATEST UPDATE
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
-
Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:58
-
Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:45
-
Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 19:41
-
Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:40
-
Pemecatan Michael Carrick Ditunda! Laga Lawan Chelsea Jadi Penentuan!
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:30
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





















KOMENTAR