Sudah Menamatkan Sepak Bola, Mengapa Lionel Messi Tetap Memaksa Diri ke Piala Dunia 2026?

Sudah Menamatkan Sepak Bola, Mengapa Lionel Messi Tetap Memaksa Diri ke Piala Dunia 2026?
Lionel Messi mengangkat replika trofi Piala Dunia saat upacara perayaan bersama penggemar setelah laga uji coba internasional melawan Panama di Buenos Aires, 23 Maret 2023 (c) AP Photo/Gustavo Garello

Bola.net - Lionel Messi kembali menjadi sorotan setelah masuk skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026. Keputusan itu diumumkan pelatih Lionel Scaloni meski kondisi kapten Albiceleste tersebut belum sepenuhnya bugar.

Di usia 38 tahun dan akan menginjak 39 tahun dalam waktu dekat, banyak yang bertanya-tanya mengapa Messi masih memilih bermain di level tertinggi. Apalagi, ia sudah memenangkan hampir semua gelar yang mungkin diraih dalam sepak bola.

Pertanyaan itu semakin menarik karena Messi sebenarnya memiliki kesempatan ideal untuk mengakhiri karier internasionalnya setelah membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Namun, sang megabintang ternyata memilih jalan berbeda.

1 dari 4 halaman

Mimpi yang Sudah Terwujud di Qatar

Pemain Argentina, Lionel Messi, mengontrol bola dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Paraguay, Kamis, 14 November 2024. (c) AP Photo/Jorge Saenz

Pemain Argentina, Lionel Messi, mengontrol bola dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Paraguay, Kamis, 14 November 2024. (c) AP Photo/Jorge Saenz

Tidak banyak pemain yang bisa menentukan sendiri kapan karier internasional mereka berakhir. Dalam banyak kasus, keputusan itu biasanya datang dari pelatih, penurunan performa, atau cedera.

Messi termasuk sedikit pemain yang mendapat kesempatan untuk pensiun di puncak. Setelah bertahun-tahun dibayangi kritik karena belum mampu membawa Argentina menjadi juara dunia, ia akhirnya menuntaskan misi tersebut di Qatar.

Trofi Piala Dunia memang selalu menjadi target terbesar dalam kariernya. Selama bertahun-tahun, kegagalannya menyamai pencapaian Diego Maradona di panggung terbesar sepak bola sering dijadikan alasan untuk meragukan statusnya.

Ketika Argentina tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2018, impian itu sempat terlihat mustahil. Namun empat tahun kemudian, Messi berhasil mengubah cerita tersebut menjadi kenyataan.

2 dari 4 halaman

Turnamen yang Mengukuhkan Status Messi

Aksi Lionel Messi di laga Argentina vs Zambia, Rabu (01/04/2026). (c) AP Photo/Gustavo Garello

Aksi Lionel Messi di laga Argentina vs Zambia, Rabu (01/04/2026). (c) AP Photo/Gustavo Garello

Apa yang dilakukan Messi di Qatar menjadi salah satu penampilan individu paling berkesan dalam sejarah Piala Dunia. Saat itu ia sudah berusia 35 tahun, tetapi tetap mampu mendominasi pertandingan melawan pemain-pemain yang jauh lebih muda.

Bek Kroasia, Josko Gvardiol bahkan mengaku merasa terhormat bisa menghadapi Messi secara langsung di semifinal. Menurutnya, pengalaman menjaga pemain seperti Messi menjadi sesuatu yang akan selalu dikenang.

Kesan serupa juga dirasakan gelandang Australia, Keanu Baccus. Ia mengaku kemampuan Messi di lapangan terasa tidak nyata dan sulit dipercaya.

Yang membuat pencapaian itu semakin luar biasa adalah tekanan yang harus ditanggung Argentina. Setelah datang ke Qatar dengan rekor 36 pertandingan tanpa kekalahan, mereka justru membuka turnamen dengan hasil mengejutkan saat kalah dari Arab Saudi.

Kekalahan tersebut kembali memunculkan keraguan terhadap kepemimpinan Messi. Namun, ia merespons dengan cara terbaik.

3 dari 4 halaman

Momen Dramatis yang Mengubah Segalanya

Lionel Messi melakukan pemanasan dalam sesi latihan menjelang laga uji coba internasional melawan Mauritania, di Buenos Aires, Argentina, 25 Maret 2026 (c) AP Photo/Gustavo Garello

Lionel Messi melakukan pemanasan dalam sesi latihan menjelang laga uji coba internasional melawan Mauritania, di Buenos Aires, Argentina, 25 Maret 2026 (c) AP Photo/Gustavo Garello

Saat Argentina berada dalam situasi sulit, Messi tampil sebagai pembeda. Ia mencetak gol penting saat menghadapi Meksiko dalam laga yang wajib dimenangkan.

Setelah itu, kapten Argentina tersebut terus memainkan peran sentral hingga membawa timnya melaju ke final. Messi menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol di fase grup, babak 16 besar, perempat final, semifinal, dan final dalam satu edisi Piala Dunia.

Argentina akhirnya meraih gelar dunia pertama sejak 1986. Pencapaian itu terasa sangat simbolis karena untuk pertama kalinya sejak era Maradona, ada satu pemain yang begitu dominan sepanjang turnamen.

Usai final, Messi tidak bisa menyembunyikan emosinya. Sambil memegang trofi Piala Dunia, ia mengungkapkan betapa besar keinginannya untuk memenangkan gelar tersebut.

"Gila. Lihat betapa indahnya trofi ini. Saya sangat menginginkannya. Saya sudah membayangkan bahwa ini akan menjadi milik kami. Saya merasa trofi itu semakin dekat," kata Messi.

"Saya beruntung bisa meraih segalanya dalam karier ini. Gelar yang sebelumnya belum saya miliki kini sudah ada. Saya ingin menutup karier dengan trofi ini. Saya tidak bisa meminta apa pun lagi. Syukur kepada Tuhan karena telah memberikan semuanya."

4 dari 4 halaman

Alasan Messi Masih Bertahan Bersama Argentina

Seiring berjalannya waktu, Messi berkembang menjadi sosok pemimpin yang sangat berpengaruh di ruang ganti Argentina. Jika dulu ia dikenal pendiam dan lebih sering berbicara lewat aksi di lapangan, kini perannya jauh lebih besar.

Kiper Argentina, Emiliano Martinez pernah menggambarkan skuad Argentina sebagai "singa yang bertarung demi Messi". Sementara Julian Alvarez mengaku seluruh tim senang masih memiliki sang kapten karena kehadirannya membuat segalanya menjadi lebih baik.

Kebersamaan skuad Argentina juga mendapat perhatian legenda sepak bola Jorge Valdano. Juara dunia 1986 itu melihat hubungan para pemain seperti sekelompok saudara yang memiliki tujuan yang sama.

Meski sempat muncul keraguan setelah Messi mengalami cedera pada Copa America 2024, Lionel Scaloni tidak pernah benar-benar mempertimbangkan untuk meninggalkannya. Bagi sang pelatih, kehadiran Messi masih sangat berharga.

Selain tetap mampu mencetak gol dan menciptakan peluang yang tidak bisa dilakukan pemain lain, pengaruhnya terhadap tim juga dinilai luar biasa.

Karena alasan itu pula Scaloni bahkan sudah berbicara soal kemungkinan membawa Messi ke Piala Dunia 2026 sejak akhir turnamen di Qatar.

Lionel Messi sudah memenangkan Piala Dunia, pencapaian yang selama bertahun-tahun menjadi ukuran utama dalam perdebatan pemain terbaik sepanjang masa. Karena itu, Piala Dunia 2026 tampaknya bukan lagi soal membuktikan sesuatu.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL