Thomas Tuchel tak Puas Meski Inggris Menang, Soroti Kekacauan Taktik Jelang Piala Dunia 2026

Thomas Tuchel tak Puas Meski Inggris Menang, Soroti Kekacauan Taktik Jelang Piala Dunia 2026
Starting XI Timnas Inggris sebelum pertandingan melawan Selandia Baru dalam laga uji coba internasional di Florida, 7 Juni 2026 (c) AP Photo/Chris OMeara

Bola.net - Timnas Inggris memang berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Selandia Baru dalam laga uji coba terakhir mereka jelang Piala Dunia 2026. Namun hasil tersebut justru tidak sepenuhnya membawa kepuasan bagi Thomas Tuchel.

Pertandingan yang digelar di Tampa itu menjadi bagian penting persiapan menuju Piala Dunia 2026. Meski Harry Kane menjadi penentu kemenangan, sorotan justru tertuju pada performa tim secara keseluruhan.

Tuchel yang memantau langsung laga tersebut menilai masih ada masalah besar dalam struktur permainan Inggris. Evaluasi ini menjadi perhatian serius jelang turnamen besar di Amerika Utara.

Kemenangan ini seharusnya menjadi modal positif, tetapi justru membuka catatan evaluasi baru. Terutama terkait disiplin taktik yang belum berjalan sesuai rencana.

1 dari 3 halaman

Kritik Tajam Tuchel: Inggris Bermain Tanpa Struktur

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel melihat timnya bermain saat melawan Jepang di laga uji coba, 1 April 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel melihat timnya bermain saat melawan Jepang di laga uji coba, 1 April 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Thomas Tuchel menilai Inggris terlalu sering kehilangan bentuk permainan saat menghadapi Selandia Baru. Ia menyebut timnya bermain terlalu bebas dan tidak mengikuti instruksi yang telah disiapkan.

Kondisi tersebut terlihat jelas terutama pada babak pertama ketika Inggris kesulitan mengontrol ritme. Aliran bola menjadi tidak stabil dan membuat tekanan lawan lebih mudah berkembang.

Tuchel menilai gaya bermain tersebut justru merugikan tim secara kolektif. Ia menyoroti kurangnya kedisiplinan dalam menjaga posisi saat membangun serangan.

“Saya baik-baik saja dengan itu. Saya tidak terlalu senang dengan hasilnya. Saya lebih menyukai babak kedua daripada babak pertama. Kami bermain lebih banyak dari posisi kami dan itulah mengapa kami bermain lebih cepat dan tanpa bola kami bermain lebih agresif. Di babak pertama kami keluar dari posisi dan terlalu banyak bermain bebas. Itu memperlambat permainan kami dan menyulitkan tekanan balik karena kami tidak berada di posisi yang kami inginkan saat mulai menyerang. Itulah intinya pertandingan ini," ucapnya, dilansir dari Goal.

2 dari 3 halaman

Bukan Bagian dari Latihan Inggris

Penyerang Inggris Ollie Watkins (19) mengoper bola menjauh dari penyerang Selandia Baru Elijah Just (11) dan bek Liberato Cacace (13) pada laga persahabatan Inggris vs Selandia Baru di Tampa, Florida, Sabtu, 6 Juni 2026 (c) AP Photo/Chris OMeara

Penyerang Inggris Ollie Watkins (19) mengoper bola menjauh dari penyerang Selandia Baru Elijah Just (11) dan bek Liberato Cacace (13) pada laga persahabatan Inggris vs Selandia Baru di Tampa, Florida, Sabtu, 6 Juni 2026 (c) AP Photo/Chris OMeara

Selain soal disiplin posisi, Tuchel juga menyoroti masalah dalam distribusi permainan Inggris. Ia menilai tim terlalu sering meninggalkan pola latihan yang sudah disiapkan.

Kurangnya lebar permainan membuat ruang menjadi sempit dan ritme serangan melambat. Hal itu membuat Inggris kesulitan membangun serangan terstruktur.

Tuchel juga menyoroti kecenderungan pemain melakukan umpan panjang dan tembakan jarak jauh. Ia menegaskan bahwa pola tersebut bukan bagian dari rencana taktik yang ia siapkan.

“Kami kekurangan lebar lapangan sehingga para pemain masuk ke dalam dan mempersempit ruang gerak kami, memperlambat permainan, dan terlalu lama berganti posisi. Kami banyak melakukan umpan silang, banyak tembakan jarak jauh, yang biasanya bukan gaya permainan kami. Kami banyak memainkan bola panjang, banyak umpan panjang. Itu bukan bagian dari latihan dalam empat hari terakhir," keiuh Tuchel.

3 dari 3 halaman

Bellingham Jadi Sinar Terang di Tengah Kritik Tuchel

Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham saat konferensi pers jelang leg 2 perempat final Liga Champions melawan Bayern Munchen, 14 April 2026. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham saat konferensi pers jelang leg 2 perempat final Liga Champions melawan Bayern Munchen, 14 April 2026. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Di tengah kritik tersebut, Inggris tetap mendapat satu kabar positif dari penampilan Jude Bellingham. Gelandang Real Madrid itu tampil sebagai pembeda di babak kedua.

Masuk sebagai pemain pengganti, Bellingham langsung memberikan dampak signifikan terhadap tempo permainan. Kehadirannya membuat Inggris lebih hidup dan agresif dalam menyerang.

Tuchel pun memberikan apresiasi khusus atas kontribusi sang gelandang. Ia menilai Bellingham mulai kembali ke performa terbaiknya tepat waktu jelang turnamen.

“Jude memiliki ketegasan dan ketajaman. Ini adalah karakteristik kunci. Anda dapat melihat bahwa ia kembali dari cedera dan penuh energi serta senang kembali ke lapangan. Sayangnya, ia absen di bagian penting musim ini. Tetapi sekarang Anda dapat melihat bahwa ia sebenarnya berada di titik terbaiknya. Ia kembali, segar, ingin bermain, dan dalam kondisi prima.”

(Goal)


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL