
Bola.net - Pertandingan Turki vs Amerika Serikat akan menjadi penutup perjalanan kedua tim di fase grup Piala Dunia 2026. Laga ini menghadirkan misi berbeda bagi masing-masing kubu menjelang babak gugur.
Turki sudah tidak memiliki peluang lolos setelah menelan dua kekalahan beruntun di Grup D. Tim berjuluk Ay-Yildizlar itu kalah 0-2 dari Australia dan takluk 0-1 saat menghadapi Paraguay.
Sementara itu, Amerika Serikat datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah memastikan status juara grup. Tim tuan rumah bersama tersebut meraih kemenangan 4-1 atas Paraguay dan 2-0 melawan Australia untuk mengumpulkan enam poin.
Turki Berusaha Akhiri Turnamen dengan Hasil Positif

Meski gagal melangkah ke fase berikutnya, Turki tetap bertekad memberikan penampilan terbaik pada pertandingan terakhir. Mereka ingin menutup turnamen dengan hasil yang lebih membanggakan.
Penyerang Turki, Kenan Yildiz, mengakui kekecewaan yang dirasakan seluruh tim setelah gagal memenuhi harapan publik. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung yang telah memberikan dukungan sepanjang turnamen.
"Kami memiliki harapan yang tinggi, tetapi kali ini kami tidak bisa mewujudkannya. Seluruh negara mendukung kami dan percaya kami bisa melangkah jauh," ucap Yildiz.
"Saya ingin meminta maaf kepada para penggemar yang datang ke sini untuk menyaksikan pertandingan dan mendukung kami. Besok kami ingin menunjukkan kemampuan kami dan tetap mengakhiri turnamen dengan cara yang baik," imbuhnya.
Pertemuan melawan Amerika Serikat juga menjadi kesempatan bagi Turki untuk mencatatkan sejarah positif. Pasalnya, ini merupakan pertemuan pertama kedua negara di ajang Piala Dunia.
Amerika Serikat Bidik 3 Kemenangan Beruntun

Amerika Serikat tidak ingin mengendurkan intensitas meski tiket ke babak 32 besar sudah berada di tangan mereka. Tim besutan Mauricio Pochettino tetap memburu kemenangan demi menjaga momentum kompetitif.
Keberhasilan menjadi juara Grup D membuat mereka akan menghadapi salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup B, E, F, I, atau J.
Pochettino menegaskan target timnya belum berubah meskipun status lolos sudah aman. Menurut pelatih asal Argentina tersebut, kemenangan atas Turki akan menjadi modal penting menuju fase gugur.
"Kami telah mencapai target pertama dengan lolos ke babak berikutnya, tetapi sekarang penting untuk tetap bersaing dengan cara terbaik karena kami ingin menang besok," kata sang pelatih.
"Kami sudah lolos, tetapi kami ingin menang. Kami ingin melangkah ke babak berikutnya dengan tiga kemenangan," tegasnya.
Sumber: FIFA
Klasemen Piala Dunia 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Turki vs Amerika Serikat 26 Juni 2026
Piala Dunia 24 Juni 2026, 15:41
-
Piala Dunia 2026: Tiga Tim Tersingkir Lebih Cepat Akibat Aturan Baru FIFA
Piala Dunia 21 Juni 2026, 19:11
-
Arda Guler Akui Malu Usai Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 03:01
LATEST UPDATE
-
Link Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Yordania vs Argentina
Piala Dunia 28 Juni 2026, 05:21
-
Link Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Aljazair vs Austria
Piala Dunia 28 Juni 2026, 05:15
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belanda vs Maroko 30 Juni 2026
Piala Dunia 28 Juni 2026, 04:54
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Jerman vs Paraguay 30 Juni 2026
Piala Dunia 28 Juni 2026, 04:44
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Brasil vs Jepang 30 Juni 2026
Piala Dunia 28 Juni 2026, 04:23
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Afrika Selatan vs Kanada 29 Juni 2026
Piala Dunia 28 Juni 2026, 03:50
-
Link Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: RD Kongo vs Uzbekistan
Piala Dunia 28 Juni 2026, 02:11
-
Link Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Kolombia vs Portugal
Piala Dunia 28 Juni 2026, 02:06
-
Link Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Panama vs Inggris
Piala Dunia 28 Juni 2026, 01:19
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41




















KOMENTAR