Vozinha Mendadak Viral Usai Tahan Gempuran Spanyol, Followers Instagram Meroket hingga 10 Juta dalam Sehari!

Vozinha Mendadak Viral Usai Tahan Gempuran Spanyol, Followers Instagram Meroket hingga 10 Juta dalam Sehari!
Vozinha memegang bendera negaranya setelah laga Piala Dunia 2026 Grup H antara Spanyol vs Cape Verde di Atlanta, 15 Juni 2026 (c) AP Photo/Mike Stewart

Bola.net - Piala Dunia selalu melahirkan kisah-kisah tak terduga. Kali ini, sorotan tertuju kepada kiper veteran Tanjung Verde, Vozinha, yang mendadak menjadi sensasi dunia setelah tampil luar biasa saat menghadapi Spanyol.

Penjaga gawang berusia 40 tahun itu menjadi pahlawan negaranya dalam laga yang berakhir imbang tanpa gol. Berkat sederet penyelamatan gemilang, Vozinha sukses menggagalkan berbagai peluang emas yang diciptakan para pemain Spanyol seperti Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal.

Tak hanya membantu Tanjung Verde mencuri satu poin berharga dari juara Eropa tersebut, penampilan heroiknya juga membuat namanya meledak di media sosial.

1 dari 6 halaman

Dari 45 Ribu Menjadi 10 Juta Pengikut

Vozinha dalam laga Spanyol vs Tanjung Verde di fase grup Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Mike Stewart

Vozinha dalam laga Spanyol vs Tanjung Verde di fase grup Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Mike Stewart

Popularitas Vozinha melonjak drastis hanya dalam hitungan jam setelah pertandingan.

Sebelum laga dimulai, akun Instagram sang kiper tercatat memiliki sekitar 45 ribu pengikut. Namun setelah aksi heroiknya viral di berbagai platform, jumlah tersebut melonjak hingga lebih dari 10 juta.

Fenomena ini mengingatkan publik pada kisah bek kanan Selandia Baru, Tim Payne, yang sebelumnya juga mendadak terkenal selama turnamen berlangsung. Namun berbeda dengan Payne yang viral karena kampanye penggemar di internet, lonjakan popularitas Vozinha datang secara alami berkat performanya di atas lapangan.

2 dari 6 halaman

Perjuangan Panjang yang Berbuah Manis

Aksi Vozinha dalam laga Spanyol vs Tanjung Verde di fase grup Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Colin Hubbard

Aksi Vozinha dalam laga Spanyol vs Tanjung Verde di fase grup Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Colin Hubbard

Usai dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan, Vozinha tak mampu menyembunyikan emosinya.

Kiper yang baru memulai karier profesionalnya pada usia 25 tahun itu mengaku telah menunggu momen seperti ini sepanjang hidupnya.

"Saya bekerja seumur hidup untuk momen ini. Saya sekarang berusia 40 tahun. Saya mulai bermain sepak bola profesional ketika berusia 25 tahun. Pernah terpikir untuk berhenti, tetapi saya terus melanjutkan karena mimpi ini," ujar Vozinha.

Meski mendapatkan penghargaan individu, ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja seluruh tim.

"Saya memang terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan, tetapi penghargaan ini untuk semua rekan setim saya. Tanpa mereka, tidak ada yang mungkin terjadi."

3 dari 6 halaman

Air Mata untuk Keluarga yang Tak Bisa Menemani

Vozinha melakukan penyelamatan dalam laga Spanyol vs Tanjung Verde di fase grup Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Mike Stewart

Vozinha melakukan penyelamatan dalam laga Spanyol vs Tanjung Verde di fase grup Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Mike Stewart

Di balik kebahagiaan tersebut, tersimpan kisah haru yang membuat Vozinha menitikkan air mata setelah pertandingan.

Ia mengaku teringat kedua kakek-neneknya yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Mereka adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam hidupnya.

"Saya menangis karena saya dibesarkan oleh kakek dan nenek saya. Sayangnya mereka tidak ada di sini karena telah meninggal beberapa tahun lalu. Mereka adalah segalanya bagi saya."

Kesedihan itu bertambah karena ibunya juga tidak dapat hadir langsung untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Menurut Vozinha, kendala visa menjadi penyebab utama. Kebijakan baru yang mewajibkan sejumlah negara, termasuk Tanjung Verde, membayar jaminan visa bernilai ribuan dolar membuat proses keberangkatan ibunya terhambat.

"Saya juga menangis karena ibu saya tidak bisa berada di sini. Karena biaya visa yang harus dibayar, kami tidak bisa menyelesaikannya tepat waktu. Saya ingin sekali beliau ada di sini," katanya.

4 dari 6 halaman

Akankah Mendapat Tawaran Klub Besar?

Penampilan gemilang di panggung Piala Dunia sering kali menjadi batu loncatan menuju klub-klub elite Eropa. Sejarah mencatat bagaimana kiper Kosta Rika, Keylor Navas, berhasil bergabung dengan Real Madrid setelah tampil impresif pada Piala Dunia 2014.

Namun situasi Vozinha sedikit berbeda.

Selain sudah berusia 40 tahun, pengalaman klub terakhirnya juga hanya berada di kasta kedua Liga Portugal bersama Chaves. Karena itu, peluang mendapatkan transfer ke klub raksasa Eropa dinilai cukup kecil.

Meski demikian, penampilannya diyakini tetap akan menarik perhatian sejumlah klub yang membutuhkan kiper berpengalaman.

5 dari 6 halaman

Pendukung Barcelona dan Arsenal

Menariknya, saat ditanya mengenai pemain-pemain bintang yang dihadapinya di lapangan, Vozinha mengaku tidak merasa gentar.

Ia juga mengungkapkan klub-klub favoritnya sejak lama.

"Saya penggemar Barcelona dan juga Arsenal. David Raya adalah kiper hebat. Rodri bermain untuk Manchester City, salah satu tim terbaik di dunia. Tetapi ketika pertandingan dimulai, kami melupakan semua itu."

Dengan performa yang ditunjukkannya melawan Spanyol, Vozinha mungkin tidak akan langsung bergabung dengan klub elite Eropa. Namun satu hal sudah pasti, namanya kini dikenal jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Di usia yang sudah menginjak 40 tahun, sang kiper veteran membuktikan bahwa mimpi besar tidak mengenal batas usia. Sebuah malam ajaib di Piala Dunia telah mengubah hidupnya selamanya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL