
Bola.net - Timnas Italia di bawah asuhan Rino Gattuso memang sudah memastikan tiket play-off Piala Dunia 2026. Namun, jalan mereka menuju ke sana menyisakan sebuah potret yang penuh paradoks.
Di satu sisi, lini depan mereka kini tampak begitu mengerikan dan produktif. Namun di sisi lain, jantung pertahanan masih menjadi titik lemah yang rawan dieksploitasi.
Era baru ini juga ditandai dengan kembalinya beberapa nama yang sempat terlupakan. Mereka kembali membuktikan kapasitasnya di level tertinggi bersama Gli Azzurri.
Semua ini terjadi di bawah komando seorang Gattuso yang tampak berbeda. Ia tidak hanya mengandalkan semangat, tetapi juga kecerdasan taktik yang mulai mengejutkan banyak pihak.
Warisan Emas Bernama Mateo Retegui

Rino Gattuso mungkin harus berterima kasih pada pendahulunya, Roberto Mancini. Berkat kejelian Mancinilah, Italia kini memiliki seorang predator buas bernama Mateo Retegui.
Penyerang kelahiran Argentina ini kembali menunjukkan kelasnya dalam dua laga terakhir. Ia sukses mencetak gol dari permainan terbuka dan juga dari titik penalti.
Dengan catatan gol yang mendekati rasio satu gol setiap dua laga, statusnya tak terbantahkan. Retegui telah menjadi roda penggerak vital dalam mesin serangan baru Gli Azzurri.
Pesta Gol Bukan Milik Satu Orang

Kabar baiknya, pertunjukan di lini depan Italia bukan hanya tentang Retegui seorang. Sumber-sumber gol baru kini mulai bermunculan dan menunjukkan tajinya.
Moise Kean sempat menyumbangkan gol indah sebelum harus ditarik keluar karena cedera. Lalu ada juga gol perdana dari talenta muda, Francesco Pio Esposito.
Dengan adanya Jack Raspadori sebagai opsi lain, masa depan lini serang Italia tampak cerah. Masalah kronis soal ketiadaan pencetak gol ulung mungkin akan segera berakhir.
Alarm di Jantung Pertahanan

Sayangnya, pemandangan indah di lini depan berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di belakang. Sektor pertahanan Italia masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.
Meskipun tidak serapuh pada jeda internasional sebelumnya, momen-momen mengkhawatirkan masih sering terlihat. Ketenangan di lini belakang masih menjadi barang mahal.
Puncaknya adalah blunder fatal dari seorang kiper sekelas Gigio Donnarumma. Kesalahan itu membuat kemenangan atas Estonia terasa kurang nyaman dari yang seharusnya.
Kembalinya Para Anak yang Terbuang

Era baru Gattuso juga menjadi panggung bagi kembalinya para pemain berkualitas. Mereka adalah nama-nama yang sempat tersisih di rezim kepelatihan sebelumnya.
Gianluca Mancini menjadi contoh terbaik dengan penampilan yang jauh lebih tenang dan disiplin. Bek AS Roma itu bahkan berhasil menyumbang satu gol krusial saat melawan Israel
Hal yang sama juga berlaku untuk Manuel Locatelli di lini tengah. Gelandang Juventus ini menawarkan jangkauan umpan yang tidak dimiliki oleh banyak pemain Italia lainnya.
Gattuso yang Tak Lagi Sama?

Bagi mereka yang mengira Gattuso hanya akan menyuntikkan semangat dan determinasi, siap-siaplah terkejut. Sang allenatore kini menunjukkan pendekatan yang jauh lebih terukur.
Hasilnya pun sempurna, empat kemenangan dari empat laga perdananya. Ia bahkan berhasil menemukan solusi taktis untuk meredam Israel yang sempat merepotkan Italia.
Pada akhirnya, DNA Gattuso akan selalu tentang hati dan perjuangan. Namun kini, ia membuktikan bahwa ia juga punya sisi pemikir yang tajam untuk membawa Italia terbang tinggi.
Sumber: Football Italia
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
- Bukan Sepak Bola Indah! Inilah Filosofi 'Menderita' ala Gattuso yang jadi DNA Baru Italia
- Donnarumma Yakin Timnas Italia Lolos Piala Dunia 2026
- Di Balik Kemenangan 3-0, Gattuso Ungkap Beban Mental 'Pertaruhan Segalanya' Italia
- 5 Gol dari 4 Laga, Retegui Kirim Pesan Tegas: Jangan Remehkan Liga Arab Saudi!
- Energi Baru Azzurri dan Apa yang Membuat Gattuso Berbeda dari Pelatih Italia Sebelumnya?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Azzurri Patah Hati, Matias Soule Tolak Italia, Hatinya Hanya untuk Argentina
Piala Dunia 16 Oktober 2025, 10:39
-
Donnarumma Yakin Timnas Italia Lolos Piala Dunia 2026
Piala Dunia 15 Oktober 2025, 12:57
-
Di Balik Kemenangan 3-0, Gattuso Ungkap Beban Mental 'Pertaruhan Segalanya' Italia
Piala Dunia 15 Oktober 2025, 12:44
LATEST UPDATE
-
Raphinha Sepakati Kontrak Baru di Barcelona, Begini Detailnya!
Liga Spanyol 20 September 2026, 09:30
-
Mantap! Seraf Naro Siregar Persembahkan Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026
Bola Indonesia 20 September 2026, 09:23
-
Manchester United Diprediksi Terpeleset Lagi di Kandang Fulham
Liga Inggris 20 September 2026, 09:00
-
Rodri Angkat Topi untuk Sevilla: Mereka Lawan Paling Menyusahkan untuk Barcelona Sejauh ini!
Liga Spanyol 20 September 2026, 08:30
-
Raphinha Cetak Hattrick Lagi, Hansi Flick: Gak Kaget Tuh!
Liga Spanyol 20 September 2026, 08:00
-
Roma Kena Comeback Inter, Gasperini: Hasil yang Adil!
Liga Italia 20 September 2026, 07:30
-
Comeback Lawan Roma, Chivu Puji Mental Baja Inter Milan
Liga Italia 20 September 2026, 07:00
-
Futsal Super Cup 2026: Bintang Timur Surabaya ke Final Usai Tekuk Cosmo JNE 3-1
Bola Indonesia 20 September 2026, 06:53
-
Unggul FC Malang ke Final Futsal Super Cup 2026, Singkirkan Pangsuma FC Lewat Adu Penalti
Bola Indonesia 20 September 2026, 06:42
-
Kalah 3-0 di Kandang Brighton, Arsenal Memang Bermain di Bawah Standard!
Liga Inggris 20 September 2026, 06:30
-
Dipermalukan Brighton, Mikel Arteta: Ini Pelajaran Berharga Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 September 2026, 06:00
-
Rapor Pemain Barcelona saat Comeback Lawan Sevilla: Raphina Maut, Yamal Ngeri!
Liga Spanyol 20 September 2026, 05:45
-
Ada Baleba, Michael Carrick Bawa 23 Pemain MU ke Kandang Fulham
Liga Inggris 20 September 2026, 05:30
-
BRI Region 13 Malang Serahkan Ambulans untuk Dukung Akses Kesehatan Warga Lumbang
News 20 September 2026, 05:21
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
























KOMENTAR