
Jerman tampil dominan dan menggilas Slovakia dengan skor telak 3-0 di babak 16 besar Euro 2016 di Stade Pierre Mauroy, Minggu (26/06).
Jerman tampil begitu perkasa di pertandingan ini sementara Slovakia hanya bisa menunjukkan kebangkitannya di awal-awal babak kedua saja. Tim Panser pun bisa dengan mudah menggulung lawannya ini melalui sumbangan gol Jerome Boateng, Mario Gomez dan Julian Draxler.
Begitu wasit memulai pertandingan, kedua tim ini tak kontan langsung bermain ngeyel mengejar bola dan berusaha secepat mungkin mencetak gol. Alhasil tempo permainan pun berlangsung dengan sedang.
Hal itu memang tak lepas dari usaha Jerman untuk mengatur ritme pertandingan tersebut. Mereka bersabar dalam mencari celah kelemahan lawannya tersebut. Joachim Loew sendiri sepertinya sudah paham hal apa yang harus dilakukan timnya berkat hasil uji coba kontra Martin Skrtel pada akhir Mei lalu.
Jerman pun akhirnya secara perlahan mampu mendesak Slovakia. Mereka menyusun serangan dari berbagai sisi lapangan dengan dimotori oleh Ozil dari tengah lapangan dan Julian Draxler dari sisi sayap. Hasilnya terlihat pada menit ke-8.
Jerman mendapat sepak pojok dan gagal dihalau dengan sempurna oleh lini belakang Slovakia. Bola jatuh tak jauh dari depan kotak penalti, dan disambar dengan tendangan voli keras Jerome Boateng. Bola pun meluncur datar dan deras ke sudut kanan bawah gawang Kozacik. 1-0.
Gol tersebut tak membuat Slovakia bangkit. Jerman justru semakin menjadi-jadi. Tim Panser bahkan kemudian mendapat hadiah penalti di menit ke-13 setelah Skrtel mendorong Gomez di dalam kotak terlarang. Sayang peluang itu gagal dimaksimalkan Ozil karena eksekusinya bisa dimentahkan Kozacik.
Jerman terus mendominasi penguasaan si kulit bundar. Di sisi lain Slovakia tak bisa banyak berkutik menahan gempuran tim Panser. Alhasil mereka kebobolan lagi pada menit ke-43. Kali ini Gomez lah yang mencatatkan namanya di papan skor. Ia dengan mudah mengkonversikan bola hasil umpan tarik Draxler dari sisi kanan menjadi gol.
Skor 2-0 ini bertahan hingga turun minum.
Slovakia langsung mengubah taktiknya di babak kedua. Hasilnya terlihat jelas. Mereka mulai bisa memberikan ancaman pada gawang Jerman. Di menit ke-50, Hamsik mendapat peluang membobol gawang Neuer dengan tendangan kerasnya dari jarak 20 yards. Namun kiper Bayern Munchen itu dengan cekatan mampu menepisnya.
Slovakia terus mencoba memperkecil ketertinggalanya. Sayang, niatan mereka tak terlaksana dan malah kebobolan satu gol lagi di menit ke-63. Kali ini giliran Draxler sendiri yang mencetak gol. Berawal dari sepak pojok, bola tak bisa dihalau sempurna oleh bek lawan yang berduel dengan Mats Hummels. Bola jatuh ke arah gelandang 22 tahun tersebut dan dengan tendangan first time, ia membuat skor menjadi 3-0.
Setelah unggul telak, Jerman mulai bermain dengan lebih santai. Mereka mengganti sejumlah pemain pilarnya dan sedikit mengendurkan tekanannya. Di sisi lain, Slovakia sendiri nampak tetap tak berdaya karena tertinggal dengan telak.
Pertandingan ini pun berakhir dengan skor telak 3-0 bagi Jerman. Sebuah kemenangan yang bisa dibilang diraih dengan cukup mudah dan nyaman. Panser pun berhak lolos ke babak perempat final dan mereka sudah ditunggu oleh pemenang partai Italia kontra Spanyol.
Statistik Pertandingan:
Penguasaan bola: 61% - 39%
Shot (on goal): 21 (7) - 7 (2)
Pelanggaran: 14 - 12
Offside: 1 - 3
Kartu kuning: 2 - 2
Kartu merah: 0 - 0
Susunan Pemain:
Jerman (4-2-3-1): Neuer; Kimmich, Boateng (Howedes 72'), Hummels, Hector; Kroos, Khedira (Schweinsteiger 76'); Muller, Ozil, Draxler (Podolski 72'); Gomez.
Slovakia (4-3-3): Kozacik; Pekarik, Skrtel, Durica, Gyomber (Salata 84'); Hrosovsky, Skriniar, Hamsik; Kucka, Duris (Sestak 64'), Weiss (Gregus 46'). (bola/dim)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mesin Mulai Panas, Jerman Dengan Mudah Lindas Slovakia
Galeri 27 Juni 2016, 06:30 -
Hasil Pertandingan Jerman vs Slovakia: Skor 3-0
Commercial 27 Juni 2016, 00:53
-
Duet Bek Slovakia Siap Bendung Jerman
Commercial 24 Juni 2016, 17:03
-
Skrtel: Kami Sudah Tak Sabar Hadapi Jerman
Commercial 24 Juni 2016, 16:01
-
'Slovakia Akan Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti'
Commercial 24 Juni 2016, 14:14
LATEST UPDATE
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR