
Bola.net - Pertandingan sengit antara Timnas Inggris vs Timnas Belanda di semifinal Euro 2024 di Signal Iduna Park pada Kamis (10/07/2024) dini hari WIB, menghadirkan drama penuh ketegangan. Inggris berhasil memastikan tiket ke final Euro 2024 dengan skor tipis 2-1, dengan gol kemenangan dramatis Ollie Watkins di menit ke-90.
Namun, di balik gegap gempita pertandingan, pemandangan tak sedap justru terlihat di jalanan kota Dortmund. Pantauan jurnalis KLY Sports, Benediktus Gerendo Pradigdo, yang meliput langsung Euro 2024, menunjukkan sampah berserakan di mana-mana pasca pertandingan.
Sampah-sampah tersebut, seperti botol plastik, gelas minuman, dan karton makanan, terlihat menumpuk di berbagai sudut jalan. Hal ini tentu menjadi pemandangan yang miris dan merusak keindahan kota Dortmund.
Perilaku para suporter yang membuang sampah sembarangan ini patut dikecam dan tidak ditiru. Semangat sportivitas dan kecintaan terhadap sepak bola tidak seharusnya diiringi dengan tindakan yang tidak bertanggung jawab.
Sampah Berserakan di Sekitar Dortmund
Sampah berserakan di jalanan kota Dortmund usai pertandingan semifinal Euro 2024 antara Belanda kontra Inggris hari Kamis (11/07/2024) dini hari WIB. (c) KLY Sports/Benediktus Gerendo P.
Dortmund yang menjadi salah satu kota di Jerman yang bersih, termasuk ketika pertandingan Euro 2024 digelar di sana, tiba-tiba penuh sampah saat Belanda melawan Inggris.
Suporter dari kedua tim yang membuat jalan-jalan di Dortmund penuh sesak, justru meninggalkan banyak sampah.
Aksi ini tentu sangat disesalkan dan jadi pemandangan negatif dari gelaran Euro 2024. Hal berbeda terjadi pada ajang Piala Dunia 2022 Qatar.
Aksi Bersih-bersih di Piala Dunia 2022
Kebetulan KLY Sports turut meliput gelaran Piala Dunia 2022 Qatar. Kala itu Qatar terbilang sukses menjadi tuan rumah, termasuk membuat jalanan kota di Doha dan sekitarnya tetap bersih.
Setiap kali pertandingan digelar, hampir tidak ada sampah berserakan di jalanan. Timnas Jepang bahkan memberikan contoh positif.
Fans maupun para pemain Timnas Jepang selalu melakukan aksi bersih-bersih usai pertandingan. Fans membantu memungut sampah di bangku penonton.
Sementara Jepang dikenal selalu meninggalkan ruang ganti pemain dalam kondisi bersih setiap laga. Salut!.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kegembiraan Inggris, Kesedihan Belanda
Galeri 12 Juli 2024, 11:28
-
Tantangan Van Dijk Untuk Para Wasit: Datang Sini, Jelasin ke Media
Piala Eropa 12 Juli 2024, 00:57
LATEST UPDATE
-
Tak Cuma Satu, Man United Siap Bajak Dua Bintang Nottingham Forest Sekaligus!
Liga Inggris 26 Februari 2026, 01:31
-
Manchester United Siap Lahir Batin Jual Andre Onana
Liga Inggris 26 Februari 2026, 01:22
-
Wonderkid Ini Sebut Bruno Fernandes Mentor Terbaiknya di Manchester United
Liga Inggris 26 Februari 2026, 01:13
-
FIFA Series 2026 Jadi Ajang Pembuktian Timnas Indonesia Asuhan John Herdman
Tim Nasional 26 Februari 2026, 01:03
-
Nonton Live Streaming Real Madrid vs Benfica di Vidio - Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 26 Februari 2026, 00:55
-
6 Wakil Premier League ke 16 Besar Liga Champions, Memang Jago!
Liga Champions 25 Februari 2026, 22:34
-
Lionel Messi Akui Menyesal Tak Belajar Bahasa Inggris Sejak Muda
Bola Dunia Lainnya 25 Februari 2026, 21:52
-
Napoli dan Inter Sudah, Juventus dan Atalanta Menyusul Out dari Liga Champions?
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:50
-
Pembelaan Gianluca Prestianni: Vinicius Junior Lebih Dulu Meledek Saya 'Kerdil'
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:32
-
4 Bintang BRI Super League yang Pantas Dilirik John Herdman untuk Timnas Indonesia
Tim Nasional 25 Februari 2026, 21:07
-
Juventus vs Galatasaray: Hanya Kenan Yildiz yang Bisa Diandalkan
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:15
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58

























KOMENTAR