
Bola.net - Pelatih tim nasional Malaysia U-23, Ong Kim Swee mengakui ia pernah diselamatkan penampilan cemerlang Khairul Fahmi Che Mat dari pemecatan oleh federasi sepak bola Malaysia.
Kiper utama Harimau Muda Malaya itu kembali menjadi pahlawan bagi Ong semalam dengan menahan tendangan Ferdinand Sinaga dalam drama adu penalti. Malaysia pun akhirnya mampu mempertahankan emas yang mereka rebut dua tahun lalu itu.
"Jujur saja saya sudah kehilangan pekerjaan kalau bukan karena Khairul Fahmi," ungkap Kim Swee sambil menuturkan kepahlawanan kipernya itu.
Di pertandingan pertama babak putaran terakhir kualifikasi Olimpiade London 2012 Zona Asia yang berlangsung di Fukuoka September lalu, Fahmi tampil habis-habisan. Meski kemasukan dua gol, namun tercatat Jepang mampu mencetak 26 tembakan ke gawang Malaysia yang rata-rata mampu diblok Fahmi. Walau kalah 2-0, Kim Swee tetap selamat sebab Malaysia masih punya peluang karena tidak tertinggal banyak dalam perolehan gol.
Kim Swee memang bukan hanya menangani Malaysia U-22 untuk kualifikasi Olimpiade London dan U-23 SEA Games saja. Ia juga menjabat sebagai pelatih dari tim Harimau Muda ‘A’ (U-21) di Super League. Faktor mengani pemain muda menjadi alasan kesuksesannya bisa mempertahankan emas SEA Games tersebut.
"Bukan hal yang mudah untuk mengemban tugas di tiga kompetisi berbeda. Untungnya, saya sudah sering bekerja sama dengan rata-rata pemain muda, itu faktor plusnya," tandas Kim Swee. (tst/mxm)
Kiper utama Harimau Muda Malaya itu kembali menjadi pahlawan bagi Ong semalam dengan menahan tendangan Ferdinand Sinaga dalam drama adu penalti. Malaysia pun akhirnya mampu mempertahankan emas yang mereka rebut dua tahun lalu itu.
"Jujur saja saya sudah kehilangan pekerjaan kalau bukan karena Khairul Fahmi," ungkap Kim Swee sambil menuturkan kepahlawanan kipernya itu.
Di pertandingan pertama babak putaran terakhir kualifikasi Olimpiade London 2012 Zona Asia yang berlangsung di Fukuoka September lalu, Fahmi tampil habis-habisan. Meski kemasukan dua gol, namun tercatat Jepang mampu mencetak 26 tembakan ke gawang Malaysia yang rata-rata mampu diblok Fahmi. Walau kalah 2-0, Kim Swee tetap selamat sebab Malaysia masih punya peluang karena tidak tertinggal banyak dalam perolehan gol.
Kim Swee memang bukan hanya menangani Malaysia U-22 untuk kualifikasi Olimpiade London dan U-23 SEA Games saja. Ia juga menjabat sebagai pelatih dari tim Harimau Muda ‘A’ (U-21) di Super League. Faktor mengani pemain muda menjadi alasan kesuksesannya bisa mempertahankan emas SEA Games tersebut.
"Bukan hal yang mudah untuk mengemban tugas di tiga kompetisi berbeda. Untungnya, saya sudah sering bekerja sama dengan rata-rata pemain muda, itu faktor plusnya," tandas Kim Swee. (tst/mxm)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18














KOMENTAR