Bola.net - Ketika sampai di semifinal, Jerman dan Portugal-pun menggantung impian setinggi langit yaitu menjadi juara Piala Dunia 2006. Mereka berdua begitu yakin dengan kemampuan yang mereka tunjukkan dari awal babak penyisihan grup sampai lolos ke babak semifinal sudah menunjukkan kelayakan mereka untuk merebut piala yang menjadi impian seluruh tim sepakbola di dunia. Keyakinan itu bukanlah tidak berdasar karena untuk lolos ke semifinal mereka harus melawan berbagai tim yang semuanya begitu kuat baik itu tim-tim debutan atau tim-tim besar.Tapi kenyataan berkata lain, keyakinan dan impian mereka sirna begitu saja. Jerman kalah begitu menyakitkan pada semifinal, Selasa (4/7), dimana Italia menyarangkan dua gol pada akhir babak perpanjangan waktu. Padahal mereka sudah tampil bagus dan sanggup mengimbangi kekuatan Italia. Sementara itu, impian Portugal tampil untuk pertamakalinya di final Piala Dunia harus berakhir secara kontroversial setelah kalah 1-0 dari Perancis melalui tendangan penalti Zinedine Zidane, Rabu (5/7). Padahal Portugal berambisi untuk pertama kalinya masuk ke final Piala Dunia setelah berhasil masuk untuk pertamakalinya di semifinal Piala Dunia pada 1966. Kali ini mereka harus puas memperebutkan posisi ketiga, sesuatu yang jauh dari impian mereka. Pertandingan perebutan tempat ketiga sering disebut sebagai pertandingan yang tidak bergengsi, tetapi sang tuan rumah, Portugal dan FIFA telah memantapkan tekad untuk bermain baik dan tiket yang habis terjual pun menjamin kemeriahan pertandingan. Meski pertandingan perebutan tempat ketiga tersebut terkesan mendapat nama buruk karena mempertemukan dua tim yang sangat emosional. FIFA tetap menggelar pertandingan perebutan tempat ketiga pada tiap penyelenggaraan Piala Dunia dan juru bicaranya Markus Siegler tampak sudah sangat siap untuk menjawab pertanyaan yang tidak dapat dihindari itu. "Saya percaya, pertandingan ini masih memiliki nilai tinggi," katanya. "Bagi pemain, menjadi nomor ketiga atau keempat pun terasa sangat penting." "Saya pikir, daya tarik pertandingan akan sangat tinggi karena tampilnya Jerman. Ini adalah masalah harga diri dan untuk mengetahui di peringkat keberapa mereka akan mengakhiri pertandingan." Jerman yang mampu melaju lebih jauh dari perkiraan banyak orang dan hanya mengalami kekalahan dari Italia pada perpanjangan waktu di semifinal itu ingin memberi sesuatu yang dapat dirayakan oleh penggemar mereka pada pertandingan terakhir. "Kami sangat ingin memenangi pertandingan. Di Olimpiade, medali perunggu juga benilai sesuatu," kata kiper Jens Lehmann yang mungkin tidak diturunkan untuk memberi kesempatan kiper kedua Jerman Oliver Kahn beraksi. Pelatih Jerman Juergen Klinsmann akan kembali ke kampung halamannya di Stuttgart untuk tampil pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia dan tidak ingin mengecewakan publik Jerman untuk kedua kalinya. Klinsmann yang lahir di sebuah kota kecil di dekat Stuttgart dan namanya terkenal setelah bergabung dengan VfB Stuttgart itu memiliki alasan lengkap untuk tampil di kota itu melawan Portugal. Alasan lain ialah, merebut penghargaan sepatu emas untuk Miroslav Klose yang kini berada di puncak daftar pencetak gol terbanyak dengan lima gol, unggul dua gol dari Thierry Henry dan tiga gol dari Luca Toni --keduanya striker Perancis dan Italia-- yang bersiap tampil di final Minggu (9/7). Namun demikian, pencetak gol terbanyak Piala Dunia itu tampaknya bakal absen pada pertandingan terakhir karena mengalami masalah dengan betisnya. Jerman juga tidak akan diperkuat bek Per Mertesacker yang harus menjalani operasi kaki pekan ini dan bek kanan Arne Friedrich yang mengalami cedera lutut. Pelatih Portugal, Luiz Felipe Scolari juga memiliki alasan tersendiri untuk memenangi pertandingan terakhir itu. "Dari perspektif bisnis, mungkin ini baik," kata Scolari. "Jika Anda berada pada pihak kami, pertandingan ini lebih mewakili penderitaan, daripada pertandingan yang Anda senang terlibat di dalamnya. setelah kalah dari Perancis, sangat sulit untuk memotivasi para pemain untuk ini". "Sulit untuk menghentikan para pemain kami dan diri kami sendiri memikirkan mengenai apa yang salah. Anda memikirkan mengenai apa yang hilang dan bukan apa yang mungkin Anda menangi. "Tetapi ini bagian dan paket Piala Dunia dan kita harus optimistis"."Kami harus bisa mengenyahkan rasa kecewa yang kami alami karena masih ada target yang bisa dituju," kata pelatih asal Brazil itu. "Berada di tempat ketiga pada Piala Dunia bukanlah hal buruk. Kami akan bertanding dengan dedikasi yang sama seperti yang kami tunjukkan selama ini." Di tim Portugal, bek Ricardo Carvalho dipastikan absen karena dilarang tampil dan bek kanan Miguel juga diragukan tampil setelah mengalami cedera pada pertandingan semifinal. Prediksi skor 2-0 untuk kemenangan Jerman.[img=/p/por_vs_ger.gif][/img]PERKIRAAN TIM Jerman (4-4-2): 12-Oliver Kahn; 6-Jens Nowotny, 21-Christoph Metzelder, 4-Robert Huth, 16-Philipp Lahm; 19-Bernd Schneider, 5-Sebastian Kehl, 13-Michael Ballack, 8-Frings; 20-Lukas Podolski, 11-Miroslav Klose Portugal (4-5-1): 1-Ricardo; 2-Paulo Ferreira, 5-Fernando Meira, 13-Miguel, 14-Nuno Valente; 6-Costinha, 18-Maniche, 7-Luis Figo, 17-Cristiano Ronaldo, 20-Deco; 9-PauletaWasit: Toru Kamikawa (Jepang) Penjaga garis: Yoshikazu Hiroshima (Jepang), Dae Young Kim (Korea Selatan)HEAD TO HEAD (tiga laga terakhir)20-06-2000 Portugal v Jerman 3-0 (Euro 2000)06-09-1997 Jerman v Portugal 1-1 (Pra Piala Dunia 1998)14-12-1996 Portugal v Jerman 0-0 (Pra Piala Dunia 1998)KONDISI TIMJermanMotivasi yang tersisa hanyalah memberikan prestasi yang terbaik sebagai peringkat ketiga agar tidak mengecewakan lagi publik Jerman yang sudah begitu mendukungnya. Salah satu hambatan bagi niat Jerman ini hanyalah kondisi beberapa pemain ini mereka seperti Klose, Per Mertesacker dan Arne Friedrich yang diragukan untuk tampil karena cedera.PortugalMeski kecewa tidak dapat menembus final pertama mereka tapi masih menganggap posisi ketiga ini penting. Untuk kondisi pemain tim hanya Carvalho yang terkena skorsing dan kondisi Miguel yang meragukan, sedikit akan menghambat ambisi mereka.DATA DAN FAKTA- Jerman dan Portugal total telah bertemu 14 kali. Jerman menang 6 kali, imbang 5 kali dan 3 kali kalah dari Portugal.- Jerman sudah 10 kali masuk semifinal Piala Dunia dan baru sekali menempati peringkat keempat. Yakni pada Piala Dunia 1958.- Portugal sudah dua kali menembus semifinal Piala Dunia. Jika mereka bisa merebut posisi tiga besar, ini akan menyamai prestasi pada 1966.- Portugal terakhir kali mengalahkan Jerman di Euro 2000. Costinha dan Nuno Gomes merupakan dua pemain Portugal yang tampil lawan Jerman saat itu. Sementara skuad Jerman di Euro 2000 yang masih tersisa sekarang adalah Oliver Kahn, Jens Nowotny, dan Michael Ballack.- Portugal tidak terkalahkan di 17 pertandingan kompetitifnya sebelum kalah dari Perancis di semifinal.- Portugal hanya kemasukan 2 gol di 6 pertandingan mereka di Piala Dunia tapi gagal menciptakan gol di 2 pertandingan terakhir mereka. (cax)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Real Madrid Takluk 1-2 dari Mallorca, Alarm Bahaya Performa Mbappe!
Liga Spanyol 5 April 2026, 14:33
-
Maunya Arsenal Apa? Quadruple Batal, Treble Gagal
Liga Inggris 5 April 2026, 13:59
-
Kurang Sabar! Ini Masalah Utama Real Madrid Saat Kalah dari Mallorca
Liga Spanyol 5 April 2026, 11:30
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13





















KOMENTAR