
Bola.net - Barcelona tampak ngebet mendapatkan Lautaro Martinez dari Inter Milan pada bursa transfer mendatang. Transfer ini jelas sulit, lalu mengapa Barca rela bersusah payah mendapatkan pemain muda yang baru bersinar semusim terakhir?
Lautaro baru 22 tahun, tapi sudah terbukti tajam di Serie A. Dia terikat klausul rilis sebesar 111 juta euro dan terbukti sebagai salah satu aset panas di bursa transfer.
Untuk mendapatkan Lautaro, Barca bahkan dikabarkan rela melepas beberapa pemain mereka, tentu dengan tujuan sedikit menurunkan harga jual Inter.
Kembali ke pertanyaan di atas, sebenarnya apa sih yang membuat Lautaro Martinez begitu spesial? Untuk menjawab pertanyaan itu, Marca bekerja sama dengan MBP School guna menyajikan analisis mendalam tentang permainan Lautaro.
Apa saja? Berikut 4 daya tarik Lautaro yang membuat Barcelona jatuh hati:
1. Sharpshooter
Salah satu kekuatan terbesar Lautaro adalah keberaniannya dalam mengambil keputusan cepat untuk menembak, tapi dia bisa mengeksekusinya dengan sangat tenang dan berhati-hati.
Striker Argentina ini siap bersaing merebut bola sesulit apa pun dan bakal melakukan segalanya untuk memuaskan hasratnya menjebol gawang lawan.
Salau satu kemampuan lain yang membuat Lautaro begitu tenang saat menembak adalah akselerasinya. Dia begitu cepat, tidak terburu-buru saat memutuskan menembak.
2. Memaksimalkan setiap keuntungan
Striker Inter Milan, Lautaro Martinez merayakan golnya ke gawang Slavia Praha. (c) AP Photo
Striker yang bagus selalu waspada, menunggu celah sekecil apa pun di pertahanan lawan untuk memanfaatkannya.
Untuk urusan itu, Lautaro adalah predator. Dia bisa langsung membunuh ketika mencium bau darah.
Striker 22 tahun ini bisa menciptakan peluang dari situasi sulit yang awalnya tidak diduga lawan. Dia juga akan langsung menembak begitu mendapatkan peluang sekecil apa pun.
3. Finishing
Adapun karena kebiasaannya memaksimalkan kesempatan untuk menembak, Lautaro tentu mengasah kemampuannya dalam penyelesaian akhir.
Melihat statistik, dia cenderung memilih menembak rendah ke arah sudut bawah gawang lawan.
Gol Lautaro ke gawang Barca di Camp Nou sudah cukup jadi bukti. Meski posisinya buruk, dia masih bisa melepas tembakan untuk mengecoh Marc-Andre ter Stegen.
4. Pressing
Aksi penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, dalam laga kontra Barcelona di Liga Champions, Kamis (3/10/2019). (c) AP Photo
Lautaro tidak hanya penting bagi serangan Inter, tapi juga untuk pertahanan mereka.
Meski bermain di depan, Lautaro tidak segan memberikan tekanan intens pertama pada lawan. Dia sering memaksa bek-bek lawan membuat kesalahan, lalu mencuri bola dan memaksimalkannya.
Terlebih, Lautaro bisa berganti peran begitu cepat dalam transisi. Dia akan selalu mencoba merebut bola secepat mungkin begitu tim kehilangannya.
Kesimpulan
Membaca analisis Marca plus MBP School di atas, berikut rangkuman 4 kemampuan terbaik Martinez yang bisa membuat klub mana pun tertarik:
1. Cepat mengambil keputusan menembak, tapi mengeksekusinya dengan tenang
2. Mendayagunakan keuntungan apa pun yang dia dapatkan atau dia ciptakan sendiri
3. Memaksimalkan setiap kemampuannya dan lebih senang menembak rendah
4. Menekan sejak barisan depan untuk memaksa kesalahan lawan
Sumber: Marca
Baca ini juga ya!
- 5 Rising Star yang Siap Kejutkan Dunia Sepak Bola: Termasuk Duo Jepang Milik Barca-Madrid
- Bagaimana Cara Serie A dan Bundesliga Menangani Pemain Positif Covid-19?
- Ronaldinho - Gol Ikonik yang Membuat Inggris Sakit Hati
- Debat Messi vs Ronaldo Berdasar Quotes Pelatih Top Dunia: Siapa The GOAT Sejati?
- Final Brasil vs Argentina dan Gol Spesial Kaka
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
25 Tim dengan Skuat Termahal di Dunia, Real Madrid Hanya Nomor Tiga
Liga Champions 29 April 2020, 21:54
-
'Keloni' Piala dan Tujuh Aksi Nyeleneh Pesepakbola dengan Trofi Juara
Bolatainment 29 April 2020, 21:41
-
Agen Andre Onane Konfirmasikan Ketertarikan Barcelona
Liga Spanyol 29 April 2020, 20:24
LATEST UPDATE
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR