7 Perubahan Besar yang Dilakukan Hansi Flick di Barcelona

7 Perubahan Besar yang Dilakukan Hansi Flick di Barcelona
Pelatih Barcelona, Hansi Flick. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Barcelona mengawali musim 2026/2027 dengan catatan sempurna di bawah arahan Hansi Flick. Blaugrana memenangkan seluruh delapan pertandingan yang mereka jalani di La Liga dan Liga Champions.

Flick sebenarnya sudah memiliki identitas permainan yang jelas sejak menangani Barcelona. Namun, musim ini pelatih asal Jerman tersebut memiliki skuad dengan kedalaman dan fleksibilitas yang lebih baik.

Komposisi tim dibangun bersama direktur olahraga Deco dengan menghadirkan lebih banyak pilihan di sejumlah posisi. Kondisi tersebut membuat Flick memiliki keleluasaan untuk melakukan rotasi dan mencoba berbagai kombinasi pemain.

Persaingan untuk mendapatkan tempat di starting XI pun semakin terbuka. Sejumlah pemain yang sebelumnya dianggap sulit tergeser kini harus bersaing untuk mempertahankan posisi mereka.

Flick juga menunjukkan keberanian dalam mengambil keputusan yang tidak selalu mudah. Berikut tujuh perubahan besar yang membentuk Barcelona pada musim ini.

1 dari 8 halaman

1. Lebih Sedikit Pemain yang Selalu Menjadi Starter

Pemain Barcelona Joao Cancelo merayakan gol bersama Raphinha (kanan) dalam laga La Liga Spanyol antara Barcelona vs Racing Santander di Barcelona, Spanyol, Rabu, 16 September 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Barcelona Joao Cancelo merayakan gol bersama Raphinha (kanan) dalam laga La Liga Spanyol antara Barcelona vs Racing Santander di Barcelona, Spanyol, Rabu, 16 September 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Salah satu perubahan paling terlihat adalah berkurangnya jumlah pemain yang selalu menjadi pilihan utama. Hingga delapan pertandingan awal musim, hanya Raphinha dan Lamine Yamal yang selalu tampil.

Pemain penting lain juga mulai mendapatkan giliran istirahat karena kondisi fisik, beban pertandingan, atau pertimbangan taktik. Joan Garcia sempat absen karena cedera, sedangkan Pedri melewatkan awal pertandingan pembuka La Liga melawan Elche.

Pau Cubarsi juga tidak selalu tampil dalam setiap pertandingan Barcelona. Ia bahkan absen ketika Barcelona menghadapi Racing Santander baru-baru ini.

Flick secara umum melakukan tiga hingga lima perubahan dalam susunan pemain dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Pola tersebut terlihat saat Barcelona membuat tiga perubahan melawan Athletic Club dan Rayo Vallecano, empat perubahan kontra Valencia, Racing dan Sevilla, serta lima perubahan dalam laga Liga Champions melawan Feyenoord dan Levante.

2 dari 8 halaman

2. Persaingan dan Fleksibilitas Posisi Semakin Besar

Pemain Barcelona Eric Garcia bereaksi setelah gagal memanfaatkan peluang pada laga fase liga Liga Champions antara Slavia Praha vs Barcelona, 21 Januari 2026 (c) AP Photo/Petr David Josek

Pemain Barcelona Eric Garcia bereaksi setelah gagal memanfaatkan peluang pada laga fase liga Liga Champions antara Slavia Praha vs Barcelona, 21 Januari 2026 (c) AP Photo/Petr David Josek

Persaingan mendapatkan tempat di skuad Barcelona kini tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu. Kemampuan seorang pemain untuk menjalankan beberapa posisi juga semakin penting bagi Flick.

Eric Garcia menjadi salah satu contoh paling jelas karena dapat dimainkan sebagai bek kanan maupun bek tengah sesuai kebutuhan tim. Xavi Espart juga mampu berpindah dari bek kanan ke sisi kiri, sementara Gerard Martin pernah digunakan sebagai bek tengah.

Fleksibilitas tersebut juga terlihat pada Raphinha yang mulai lebih sering memainkan peran sentral dalam serangan. Awalnya, perubahan itu menjadi solusi karena Barcelona tidak memiliki penyerang tengah tradisional yang sesuai kebutuhan.

Raphinha mampu beradaptasi dengan peran tersebut tanpa kehilangan kontribusinya dalam mencetak gol. Ia juga tetap memberikan tekanan kepada lawan dan membantu pekerjaan defensif, sehingga Flick memiliki alternatif dalam menyusun lini serangnya.

3 dari 8 halaman

3. Flick Berani Mengambil Keputusan Besar

Kiper Barcelona, Wojciech Szczesny, mengoper bola dalam pertandingan semifinal Copa del Rey melawan Atletico Madrid, Selasa (25/2/2025). (c) AP Photo/Joan Monfort

Kiper Barcelona, Wojciech Szczesny, mengoper bola dalam pertandingan semifinal Copa del Rey melawan Atletico Madrid, Selasa (25/2/2025). (c) AP Photo/Joan Monfort

Flick menunjukkan bahwa reputasi seorang pemain tidak otomatis menjamin tempat di starting XI. Ia beberapa kali mengambil keputusan sulit ketika menilai ada kebutuhan taktik atau performa yang berbeda.

Rotasi penjaga gawang menjadi salah satu contohnya. Dominik Livakovic dan Wojciech Szczesny sama-sama mendapatkan kesempatan bermain meski Szczesny memiliki pengalaman dan status yang lebih besar.

Gavi juga harus menghadapi persaingan ketat di lini tengah Barcelona. Ia hanya bermain selama 29 menit dalam salah satu dari empat penampilan terakhirnya di La Liga.

Jules Kounde mengalami situasi serupa ketika tidak masuk starting XI dalam tiga pertandingan secara beruntun. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Flick bersedia mengubah susunan pemain meski menyangkut nama yang sudah mapan di skuad.

4 dari 8 halaman

4. Rotasi Dani Olmo dan Fermin Lopez Berjalan Terencana

Aksi Dani Olmo dalam laga Barcelona vs Celta Vigo di La Liga 2025/2026, Kamis (23/4/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Aksi Dani Olmo dalam laga Barcelona vs Celta Vigo di La Liga 2025/2026, Kamis (23/4/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Persaingan antara Dani Olmo dan Fermin Lopez berkembang menjadi salah satu pola rotasi paling jelas di Barcelona. Keduanya bergantian mengisi posisi gelandang serang dengan pola yang cukup konsisten.

Fermin menjadi starter melawan Athletic Club sebelum Olmo mengambil tempat tersebut ketika menghadapi Rayo Vallecano. Fermin kemudian kembali bermain sejak awal kontra Valencia, sedangkan Olmo tampil sebagai starter saat melawan Feyenoord.

Pola yang sama berlanjut dalam pertandingan berikutnya. Fermin tampil menghadapi Levante, Olmo bermain melawan Racing Santander, lalu Fermin kembali mendapat kesempatan saat menghadapi Sevilla.

Flick tidak membiarkan salah satu pemain menguasai posisi tersebut sepanjang musim. Keduanya tetap mendapatkan menit bermain dan dituntut mempertahankan level permainan setiap kali mendapat kesempatan.

5 dari 8 halaman

5. Barcelona Memiliki Dua Kombinasi Serangan

Pemain Barcelona Anthony Gordon bertepuk tangan sebelum laga Joan Gamper Trophy antara Barcelona vs Al Ahly di Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Rabu, 19 Agustus 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Barcelona Anthony Gordon bertepuk tangan sebelum laga Joan Gamper Trophy antara Barcelona vs Al Ahly di Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Rabu, 19 Agustus 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Rotasi Flick tidak hanya terjadi di antara Olmo dan Fermin. Pelatih asal Jerman itu juga membangun kombinasi berbeda antara posisi gelandang serang dan pemain di sisi kiri.

Fermin beberapa kali dimainkan bersama Anthony Gordon. Sementara itu, Olmo memiliki kombinasi dengan Karim Adeyemi dalam pola yang memberi karakter berbeda bagi lini serang Barcelona.

Kombinasi Fermin dan Gordon muncul ketika menghadapi Valencia, Levante, dan Sevilla. Sementara itu, Olmo dan Adeyemi dimainkan bersama saat melawan Feyenoord dan Racing Santander.

Pola tersebut memberi Barcelona lebih dari satu pilihan di sisi kiri. Pemain yang berada di sekitar gelandang serang juga dapat menyesuaikan permainan dengan karakter pemain yang diturunkan sejak awal.

6 dari 8 halaman

6. Performa Bagus Bisa Mengubah Hierarki

Pemain Barcelona Joao Cancelo (tengah) merayakan gol bersama Rodrigo dan Raphinha dalam pertandingan La Liga kontra Racing Santander, Kamis (17/9/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Barcelona Joao Cancelo (tengah) merayakan gol bersama Rodrigo dan Raphinha dalam pertandingan La Liga kontra Racing Santander, Kamis (17/9/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Flick juga memperlihatkan bahwa penampilan bagus dapat mengubah posisi seorang pemain dalam persaingan. Xavi Espart dan Joao Cancelo menjadi contoh dari prinsip tersebut.

Cancelo sempat berada di belakang Espart dalam persaingan posisi bek kiri. Espart sendiri merupakan bek kanan yang tampil di sisi kiri dan mampu memberikan awal musim yang meyakinkan.

Flick tidak langsung mengembalikan posisi tersebut kepada Cancelo hanya karena pengalaman sang pemain. Espart diberi kesempatan untuk mempertahankan tempatnya selama mampu memberikan performa yang dibutuhkan tim.

Cancelo akhirnya kembali mendapatkan tempat setelah tampil bagus melawan Racing Santander. Ia mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut dan kemudian tetap dilibatkan ketika Barcelona menghadapi Sevilla.

7 dari 8 halaman

7. Persiapan Fisik Mendapat Perhatian Besar

Pemain Barcelona, Lamine Yamal, merayakan gol pembuka bersama rekan setimnya, Raphinha, dalam pertandingan La Liga kontra Valencia, Minggu (6/9/2026). (c) AP Photo/Alberto Saiz

Pemain Barcelona, Lamine Yamal, merayakan gol pembuka bersama rekan setimnya, Raphinha, dalam pertandingan La Liga kontra Valencia, Minggu (6/9/2026). (c) AP Photo/Alberto Saiz

Perubahan lain yang tidak selalu terlihat selama pertandingan berkaitan dengan persiapan fisik pemain. Barcelona kini memberikan perhatian lebih besar terhadap aspek tersebut dibandingkan musim sebelumnya.

Kedatangan Benjamin Kugel menjadi salah satu bagian penting dari pekerjaan di balik layar. Fokusnya adalah memastikan para pemain mampu menghadapi tuntutan permainan Flick yang membutuhkan intensitas tinggi.

Gaya bermain tersebut menuntut pemain untuk melakukan pressing setelah kehilangan bola dan berulang kali melakukan aksi berkecepatan tinggi. Mereka juga harus mampu mempertahankan intensitas tersebut ketika jadwal pertandingan semakin padat.

Raphinha telah mengakui dampak pekerjaan tersebut terhadap dirinya dan skuad Barcelona. Persiapan fisik menjadi penting karena pendekatan Flick sangat bergantung pada kemampuan pemain untuk menekan lawan, menutup ruang, dan mengulangi aktivitas berintensitas tinggi sepanjang pertandingan.

Sumber: Barca Universal

8 dari 8 halaman

Klasemen La Liga


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL