
Bola.net - Barcelona mengawali musim 2026/2027 dengan catatan sempurna di bawah arahan Hansi Flick. Blaugrana memenangkan seluruh delapan pertandingan yang mereka jalani di La Liga dan Liga Champions.
Flick sebenarnya sudah memiliki identitas permainan yang jelas sejak menangani Barcelona. Namun, musim ini pelatih asal Jerman tersebut memiliki skuad dengan kedalaman dan fleksibilitas yang lebih baik.
Komposisi tim dibangun bersama direktur olahraga Deco dengan menghadirkan lebih banyak pilihan di sejumlah posisi. Kondisi tersebut membuat Flick memiliki keleluasaan untuk melakukan rotasi dan mencoba berbagai kombinasi pemain.
Persaingan untuk mendapatkan tempat di starting XI pun semakin terbuka. Sejumlah pemain yang sebelumnya dianggap sulit tergeser kini harus bersaing untuk mempertahankan posisi mereka.
Flick juga menunjukkan keberanian dalam mengambil keputusan yang tidak selalu mudah. Berikut tujuh perubahan besar yang membentuk Barcelona pada musim ini.
1. Lebih Sedikit Pemain yang Selalu Menjadi Starter

Salah satu perubahan paling terlihat adalah berkurangnya jumlah pemain yang selalu menjadi pilihan utama. Hingga delapan pertandingan awal musim, hanya Raphinha dan Lamine Yamal yang selalu tampil.
Pemain penting lain juga mulai mendapatkan giliran istirahat karena kondisi fisik, beban pertandingan, atau pertimbangan taktik. Joan Garcia sempat absen karena cedera, sedangkan Pedri melewatkan awal pertandingan pembuka La Liga melawan Elche.
Pau Cubarsi juga tidak selalu tampil dalam setiap pertandingan Barcelona. Ia bahkan absen ketika Barcelona menghadapi Racing Santander baru-baru ini.
Flick secara umum melakukan tiga hingga lima perubahan dalam susunan pemain dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Pola tersebut terlihat saat Barcelona membuat tiga perubahan melawan Athletic Club dan Rayo Vallecano, empat perubahan kontra Valencia, Racing dan Sevilla, serta lima perubahan dalam laga Liga Champions melawan Feyenoord dan Levante.
2. Persaingan dan Fleksibilitas Posisi Semakin Besar

Persaingan mendapatkan tempat di skuad Barcelona kini tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu. Kemampuan seorang pemain untuk menjalankan beberapa posisi juga semakin penting bagi Flick.
Eric Garcia menjadi salah satu contoh paling jelas karena dapat dimainkan sebagai bek kanan maupun bek tengah sesuai kebutuhan tim. Xavi Espart juga mampu berpindah dari bek kanan ke sisi kiri, sementara Gerard Martin pernah digunakan sebagai bek tengah.
Fleksibilitas tersebut juga terlihat pada Raphinha yang mulai lebih sering memainkan peran sentral dalam serangan. Awalnya, perubahan itu menjadi solusi karena Barcelona tidak memiliki penyerang tengah tradisional yang sesuai kebutuhan.
Raphinha mampu beradaptasi dengan peran tersebut tanpa kehilangan kontribusinya dalam mencetak gol. Ia juga tetap memberikan tekanan kepada lawan dan membantu pekerjaan defensif, sehingga Flick memiliki alternatif dalam menyusun lini serangnya.
3. Flick Berani Mengambil Keputusan Besar

Flick menunjukkan bahwa reputasi seorang pemain tidak otomatis menjamin tempat di starting XI. Ia beberapa kali mengambil keputusan sulit ketika menilai ada kebutuhan taktik atau performa yang berbeda.
Rotasi penjaga gawang menjadi salah satu contohnya. Dominik Livakovic dan Wojciech Szczesny sama-sama mendapatkan kesempatan bermain meski Szczesny memiliki pengalaman dan status yang lebih besar.
Gavi juga harus menghadapi persaingan ketat di lini tengah Barcelona. Ia hanya bermain selama 29 menit dalam salah satu dari empat penampilan terakhirnya di La Liga.
Jules Kounde mengalami situasi serupa ketika tidak masuk starting XI dalam tiga pertandingan secara beruntun. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Flick bersedia mengubah susunan pemain meski menyangkut nama yang sudah mapan di skuad.
4. Rotasi Dani Olmo dan Fermin Lopez Berjalan Terencana

Persaingan antara Dani Olmo dan Fermin Lopez berkembang menjadi salah satu pola rotasi paling jelas di Barcelona. Keduanya bergantian mengisi posisi gelandang serang dengan pola yang cukup konsisten.
Fermin menjadi starter melawan Athletic Club sebelum Olmo mengambil tempat tersebut ketika menghadapi Rayo Vallecano. Fermin kemudian kembali bermain sejak awal kontra Valencia, sedangkan Olmo tampil sebagai starter saat melawan Feyenoord.
Pola yang sama berlanjut dalam pertandingan berikutnya. Fermin tampil menghadapi Levante, Olmo bermain melawan Racing Santander, lalu Fermin kembali mendapat kesempatan saat menghadapi Sevilla.
Flick tidak membiarkan salah satu pemain menguasai posisi tersebut sepanjang musim. Keduanya tetap mendapatkan menit bermain dan dituntut mempertahankan level permainan setiap kali mendapat kesempatan.
5. Barcelona Memiliki Dua Kombinasi Serangan

Rotasi Flick tidak hanya terjadi di antara Olmo dan Fermin. Pelatih asal Jerman itu juga membangun kombinasi berbeda antara posisi gelandang serang dan pemain di sisi kiri.
Fermin beberapa kali dimainkan bersama Anthony Gordon. Sementara itu, Olmo memiliki kombinasi dengan Karim Adeyemi dalam pola yang memberi karakter berbeda bagi lini serang Barcelona.
Kombinasi Fermin dan Gordon muncul ketika menghadapi Valencia, Levante, dan Sevilla. Sementara itu, Olmo dan Adeyemi dimainkan bersama saat melawan Feyenoord dan Racing Santander.
Pola tersebut memberi Barcelona lebih dari satu pilihan di sisi kiri. Pemain yang berada di sekitar gelandang serang juga dapat menyesuaikan permainan dengan karakter pemain yang diturunkan sejak awal.
6. Performa Bagus Bisa Mengubah Hierarki

Flick juga memperlihatkan bahwa penampilan bagus dapat mengubah posisi seorang pemain dalam persaingan. Xavi Espart dan Joao Cancelo menjadi contoh dari prinsip tersebut.
Cancelo sempat berada di belakang Espart dalam persaingan posisi bek kiri. Espart sendiri merupakan bek kanan yang tampil di sisi kiri dan mampu memberikan awal musim yang meyakinkan.
Flick tidak langsung mengembalikan posisi tersebut kepada Cancelo hanya karena pengalaman sang pemain. Espart diberi kesempatan untuk mempertahankan tempatnya selama mampu memberikan performa yang dibutuhkan tim.
Cancelo akhirnya kembali mendapatkan tempat setelah tampil bagus melawan Racing Santander. Ia mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut dan kemudian tetap dilibatkan ketika Barcelona menghadapi Sevilla.
7. Persiapan Fisik Mendapat Perhatian Besar

Perubahan lain yang tidak selalu terlihat selama pertandingan berkaitan dengan persiapan fisik pemain. Barcelona kini memberikan perhatian lebih besar terhadap aspek tersebut dibandingkan musim sebelumnya.
Kedatangan Benjamin Kugel menjadi salah satu bagian penting dari pekerjaan di balik layar. Fokusnya adalah memastikan para pemain mampu menghadapi tuntutan permainan Flick yang membutuhkan intensitas tinggi.
Gaya bermain tersebut menuntut pemain untuk melakukan pressing setelah kehilangan bola dan berulang kali melakukan aksi berkecepatan tinggi. Mereka juga harus mampu mempertahankan intensitas tersebut ketika jadwal pertandingan semakin padat.
Raphinha telah mengakui dampak pekerjaan tersebut terhadap dirinya dan skuad Barcelona. Persiapan fisik menjadi penting karena pendekatan Flick sangat bergantung pada kemampuan pemain untuk menekan lawan, menutup ruang, dan mengulangi aktivitas berintensitas tinggi sepanjang pertandingan.
Sumber: Barca Universal
Klasemen La Liga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
7 Perubahan Besar yang Dilakukan Hansi Flick di Barcelona
Liga Spanyol 21 September 2026, 22:56
-
Real Madrid TV Sindir Keras Wasit Ortiz Arias: Akibat Bergaul dengan Pemain Barcelona
Liga Spanyol 21 September 2026, 16:23
-
Tampil Impresif di Awal Musim, Xavi Espart Dapat Kontrak Baru dari Barcelona
Liga Spanyol 20 September 2026, 20:00
-
Hansi Flick Sebut Raphinha Kapten Terbaik Barcelona
Liga Spanyol 20 September 2026, 19:09
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 20 September 2026, 14:47
LATEST UPDATE
-
Bernardo Silva Mulai Tersisih di Real Madrid, Hanya Main 8 Menit dalam 2 Laga
Liga Spanyol 22 September 2026, 00:06
-
Cole Palmer, Declan Rice, dan Marcus Rashford Absen Bela Timnas Inggris
Piala Eropa 21 September 2026, 23:31
-
Pelatih Malaysia Sebut Indonesia Favorit di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 23:08
-
7 Perubahan Besar yang Dilakukan Hansi Flick di Barcelona
Liga Spanyol 21 September 2026, 22:56
-
Italia Kehilangan Federico Dimarco, Roberto Mancini Panggil Bek Aston Villa
Piala Eropa 21 September 2026, 22:21
-
Delegasi FIFA Cek Kesiapan GBK Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 21:58
-
Randal Kolo Muani Jalani Operasi Usai Juventus Kalahkan Atalanta
Liga Italia 21 September 2026, 21:46
-
Erick Thohir Kembali Pastikan Bonus Rp3 Miliar untuk Emas Asian Games 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 21:23
-
Levi Colwill Yakin Chelsea Bangkit Usai Jeda Internasional
Liga Inggris 21 September 2026, 21:11
-
Real Madrid Terancam Sanksi Usai Derbi Madrid, Telat 5 Menit dari Jadwal Masuk Lapangan
Liga Spanyol 21 September 2026, 20:22
-
Erling Haaland Cetak Sejarah di Premier League, Lengkapi Korban Golnya
Liga Inggris 21 September 2026, 20:01
-
Benjamin Sesko Cedera, Berapa Laga Man United yang Bisa Dilewatkan?
Liga Inggris 21 September 2026, 19:26
-
Jorge Martin Batal Operasi Usai MotoGP Austria, Ada Risiko Besar yang Ingin Dihindari
Voli 21 September 2026, 19:24
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33























KOMENTAR