
Bola.net - Asisten pelatih Barcelona, Alfred Schreuder menyebut bahwa pemain lawan sengaja melakukan pelanggaran untuk menghentikan aksi Lionel Messi.
Sebagai pemain dengan teknik individu di atas rata-rata, wajar jika Messi sangat diandalkan Barcelona untuk membongkar pertahanan lawan. Tak jarang aksi La Pulga berakhir karena dilanggar lawan.
Meski demikian, tak jarang pula Messi tetap bisa lolos dan kemudian mencetak gol krusial bagi Barcelona, terbukti dengan jumlah golnya yang berjumlah sangat banyak.
Pengakuan Schreuder
Dengan sepak bola yang digelar tanpa penonton selama pandemi Covid-19, suara pemain di lapangan bisa terdengar lebih jelas. Schreuder pun mengaku sering mendengar lawan menyuruh rekannya untuk melanggar Messi.
“Getafe, Atletico Madrid, Bilbao bersedia melakukan semua yang dilarang," ujar Schreuder kepada media Belanda, Algemeen Dagblad.
“Messi akan dihantam lima atau enam kali dalam pertandingan. Tanpa kerumunan, Anda benar-benar mendengar apa yang dikatakan lawan satu sama lain. Saat Leo mendapatkan bola, Anda akan mendengar, 'Langgar! Tendang dia!" tambahnya.
“Tapi itu tidak berhasil dan kemudian mereka menjatuhkan dia. Begitu saja, dengan telapak tangan mereka," tukasnya.
Berbeda Perlakuan
Lebih lanjut, Schreuder menyebut bahwa pelanggaran secara disengaja dari lawan memiliki perlakuan berbeda dari wasit di Spanyol dan Belanda.
“Itu akan selalu berbuah kartu merah di Belanda. Di sini, di Spanyol? Kuning. Dan kemudian kami terus bermain. Dengan cara yang juga bagus, ingin melakukan segalanya untuk menang." tandasnya.
Sumber: Algemeen Dagblad
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Highlights Osasuna vs Barcelona 0-2 | La Liga 2020-2021
Open Play 7 Maret 2021, 14:16
-
Ini Alasan Ronald Koeman Percaya Pemain Muda Barcelona
Liga Spanyol 7 Maret 2021, 10:30
-
Setelah Sevilla dan Osasuna, Barcelona Bidik Kemenangan Kontra PSG
Liga Champions 7 Maret 2021, 07:00
-
Cetak Gol, Koeman Sanjung Habis Ilaix Moriba
Liga Inggris 7 Maret 2021, 06:40
LATEST UPDATE
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09






















KOMENTAR