
Bola.net - Barcelona mungkin berada di puncak klasemen La Liga berkat kemenangan 3-1 atas Deportivo Alaves akhir pekan lalu, tetapi kemenangan itu belum sepenuhnya menjawab persoalan utama mereka musim ini. Barcelona tetap dibayangi pola permainan yang rapuh, terutama pada babak pertama, yang kembali terlihat di Spotify Camp Nou.
Hansi Flick memang membawa stabilitas tertentu sejak kedatangannya, tetapi pelatih asal Jerman itu tidak menutupi kegelisahannya setelah laga kontra Alaves. Ia menilai performa Barcelona belum berada pada level yang ia harapkan, khususnya ketika timnya harus bereaksi terhadap gol cepat yang kembali muncul di menit-menit awal.
Catatan defensif yang tidak solid menjadi akar kekhawatiran. Barcelona harus berterima kasih kepada Joan Garcia yang tampil gemilang menjaga keunggulan, tetapi penyelamatan demi penyelamatan itu bukan solusi jangka panjang. Ini menjadi titik lemah yang harus segera dihilangkan.
Babak Pertama yang Terus Jadi Momok Barcelona

Masalah Barcelona di babak pertama kembali ditegaskan dalam laporan Mundo Deportivo. Data menunjukkan bahwa 17 dari 26 gol yang mereka derita sepanjang musim ini terjadi sebelum turun minum. Di La Liga, polanya bahkan lebih mencolok: dari 16 gol liga yang bersarang ke gawang mereka, 13 terjadi di 45 menit pertama.
Kasus terbaru terjadi hanya 43 detik setelah kick-off melawan Alaves. Dari 14 pertandingan liga yang telah dilalui, Barcelona kebobolan di babak pertama pada sembilan laga. Rentetan itu membuat tim tidak pernah benar-benar memulai pertandingan dengan tenang.
Pada Matchday 2, Levante menghukum Barcelona dengan dua gol cepat di paruh pertama. Dari Matchday 6 hingga Matchday 12, tren ini semakin mengkhawatirkan karena Barcelona selalu kebobolan sebelum jeda pada setiap laga La Liga di rentang tersebut. Real Oviedo, Real Sociedad, Sevilla (dua kali), Girona, Real Madrid (dua kali), Elche, dan Celta Vigo (dua kali) semuanya mampu menekan Barcelona melalui gol cepat.
Sempat ada jeda pada Matchday 13, tetapi tren negatif itu kembali muncul pada Matchday 14 ketika Alaves memecah kebuntuan kurang dari satu menit sejak peluit pertama dibunyikan.
Masalah itu tidak hanya muncul di kompetisi domestik. Di Liga Champions, Barcelona kebobolan satu gol di babak pertama masing-masing melawan PSG dan Chelsea, sementara Club Brugge bahkan mencetak dua gol sebelum jeda.
Flick dan Tantangan Mengakhiri Kebobolan Dini Barcelona

Hansi Flick secara terbuka berulang kali meminta para pemainnya untuk lebih waspada sejak menit awal dan tidak memberikan ruang bagi lawan membangun momentum lebih cepat. Akan tetapi, instruksi itu belum terwujud secara konsisten di atas lapangan.
Kebobolan cepat membuat Barcelona selalu berada dalam posisi bereaksi, bukan mengendalikan. Dalam jangka panjang, pola ini bisa menjadi batu sandungan besar bagi ambisi mereka di La Liga dan Liga Champions. Flick memahami betul bahwa sebuah tim yang ingin kembali ke versi terbaiknya tidak bisa terus-menerus kebobolan di menit-menit pembuka pertandingan.
Dengan jadwal padat di depan mata, pembenahan struktur defensif dan komunikasi antar lini menjadi mendesak. Barcelona boleh saja berada di puncak klasemen, tetapi tanpa memperbaiki titik lemah yang kini menjadi pola kronis, posisi itu sulit dipertahankan.
Sumber: Mundo Deportivo, Barca Universal
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona yang Rentan di Babak Pertama: Titik Lemah yang Harus Segera Dihilangkan
Liga Spanyol 2 Desember 2025, 17:41
-
Barcelona vs Atletico: Ini Dilema Terbesar Hansi Flick
Liga Spanyol 2 Desember 2025, 16:18
-
Situasi Ronald Araujo Memburuk, Barcelona Putuskan Berikan Waktu Pemulihan
Liga Spanyol 2 Desember 2025, 15:18
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Sevilla vs Barcelona: Raphinha
Liga Spanyol 20 September 2026, 04:10
-
Hasil Sevilla vs Barcelona: Hattrick Raphinha Jaga Start Sempurna Blaugrana!
Liga Spanyol 20 September 2026, 04:00
-
Man of the Match Roma vs Inter: Lautaro Martinez
Liga Italia 20 September 2026, 01:19
-
Hasil Roma vs Inter: Comeback Nerazzurri Paksa Giallorossi Berbagi Angka
Liga Italia 20 September 2026, 00:57
-
Baru Saja Debut, Kiper Juventus Kamil Grabara Malah Alami Cedera ACL
Liga Italia 20 September 2026, 00:26
-
Link Live Streaming Sevilla vs Barcelona 20 September 2026
Liga Spanyol 19 September 2026, 23:59
-
5 Pelajaran Arsenal 0-3 Brighton: Malam Buruk The Gunners di Amex Stadium
Liga Inggris 19 September 2026, 23:35
-
Rapor Pemain Arsenal saat Kalah dari Brighton: Bruno Guimaraes dan Odegaard Melempem
Liga Inggris 19 September 2026, 23:21
-
Man of the Match Brighton vs Arsenal: Pascal Gross
Liga Italia 19 September 2026, 23:14
-
Hasil Brighton vs Arsenal: The Gunners Kalah Telak 0-3
Liga Inggris 19 September 2026, 22:55
-
Mourinho Tak Khawatir Barcelona, Real Madrid Disebut Tak Bisa Dibandingkan
Liga Spanyol 19 September 2026, 22:00
-
Tottenham Akhirnya Cetak Gol, tetapi Kalah dari Aston Villa
Liga Inggris 19 September 2026, 21:25
-
Link Live Streaming Roma vs Inter 19 September 2026
Liga Italia 19 September 2026, 21:00
-
Hasil Bhayangkara FC vs Isenmulang FC: The Guardians Menang 2-0
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:57
-
Hasil BRI Super League: Java United Tersungkur, Persija Lanjutkan Start Sempurna
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:55
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

























KOMENTAR