
Bola.net - Barcelona dikabarkan tengah mempertimbangkan ulang masa depan sang penyerang pinjaman, Marcus Rashford, yang performanya menuai perdebatan internal klub. Meski kontribusinya secara angka tidak bisa dikesampingkan, kembalinya Raphinha justru memunculkan kontradiksi yang semakin tajam dalam penerapan sistem pressing Barcelona musim ini. Situasi tersebut membuat klub berada dalam posisi yang tidak sederhana.
Rashford datang dari Manchester United dengan ekspektasi tinggi untuk menambah daya gedor dari sektor sayap. Akan tetapi, sejumlah laporan di Spanyol menilai bahwa adaptasinya terhadap sistem permainan Barcelona belum sepenuhnya memenuhi standar yang diharapkan Hansi Flick maupun staf kepelatihan. Sebaliknya, Raphinha langsung memberi dampak signifikan setelah kembali dari cedera.
Dikotomi performa kedua pemain itu memunculkan diskusi serius di internal klub. Barcelona belum mengambil keputusan final terkait masa depan Rashford, tetapi keraguan tersebut kini semakin menguat. Pertanyaan utamanya: apakah Barcelona perlu mengeluarkan dana €30 juta (sekitar Rp520 miliar) untuk mempermanenkannya?
Raphinha Kembali, Permainan Barcelona Meningkat

Raphinha kembali merumput dan langsung memberikan efek domino pada permainan Barcelona, khususnya dalam aspek yang selama ini mereka kekurangan: pressing yang kompak ketika kehilangan bola. Dalam dua laga setelah pemulihan cedera, pemain asal Brasil tersebut memimpin tekanan dari lini terdepan dan menuntut rekan setimnya melakukan hal serupa. Dampaknya terlihat jelas—Barcelona tampil lebih agresif, terkoordinasi, dan berbahaya.
Situasi ini menimbulkan perbandingan yang tidak menguntungkan bagi Marcus Rashford. Saat pemain28 tahun asal Inggris itu menempati posisi sayap kiri, Barcelona memang tetap memproduksi peluang, tetapi alur pressing-nya tidak seintens atau seefektif ketika Raphinha bermain. Hal ini membuat sejumlah pihak di klub menilai Rashford belum sepenuhnya cocok dengan kebutuhan taktik Blaugrana.
Secara permainan, Barcelona menginginkan penyerang sayap yang bukan hanya piawai mengeksekusi peluang, tetapi juga disiplin dalam transisi bertahan. Performa Raphinha setelah cedera seperti menjadi pengingat bahwa peran di sayap bukan sekadar urusan kreativitas dan gol semata.
Produktif, tetapi Adaptasi Rashford di Barcelona Masih Dipertanyakan

Marcus Rashford sejatinya mencatat statistik mengesankan musim ini: enam gol dan delapan assist dalam 18 pertandingan. Angka itu menandakan kontribusi yang konsisten. Namun, masalahnya bukan pada produktivitas, melainkan pada kesesuaian profil dengan sistem Barcelona. Adaptasi terhadap pressing menjadi isu utama yang terus muncul dalam diskusi internal klub.
Menurut laporan SPORT, Barcelona kini benar-benar mempertimbangkan apakah Rashford layak dipertahankan setelah masa pinjamannya berakhir. Opsi pembelian senilai €30 juta (sekitar Rp520 miliar) dianggap signifikan, terlebih jika sang pemain tidak bisa memenuhi tuntutan permainan yang sangat spesifik.
Selain itu, suara di dalam klub pun terbelah. Ada yang menilai Rashford tetap memiliki nilai jangka panjang berkat kemampuan ofensifnya. Namun, ada pula yang menilai Barcelona tidak bisa berkompromi dalam aspek pressing, terutama setelah melihat bagaimana kehadiran Raphinha mengubah alur permainan.
Hingga kini, belum ada keputusan final. Manajemen akan menimbang berbagai aspek sebelum menentukan apakah Rashford masih layak menjadi bagian dari proyek jangka panjang Barcelona.
Sumber: SPORT, Barca Universal
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Prediksi Barcelona vs Atletico Madrid 3 Desember 2025
- Alasan Marcus Rashford Meredup di Manchester United: Beban Terlalu Berat Sejak Muda, di Barcelona Main Tanpa Beban!
- Blaugrana Butuh Pernyataan Kuat: Laga Barcelona vs Atletico Madrid Datang di Waktu yang Tepat
- Barcelona dan Araujo: Membaca Sisi Baik, Buruk, dan Pelik dari Dilema Terbesar Klub
- Barcelona vs Alaves: Kebangkitan Raphinha, Ketajaman Olmo, dan Energi Pedri Angkat Performa Blaugrana
- Barcelona vs Alaves: Siapa yang Paling Menonjol? Ini Rapor Pemain Blaugrana
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona yang Rentan di Babak Pertama: Titik Lemah yang Harus Segera Dihilangkan
Liga Spanyol 2 Desember 2025, 17:41
-
Barcelona vs Atletico: Ini Dilema Terbesar Hansi Flick
Liga Spanyol 2 Desember 2025, 16:18
-
Situasi Ronald Araujo Memburuk, Barcelona Putuskan Berikan Waktu Pemulihan
Liga Spanyol 2 Desember 2025, 15:18
LATEST UPDATE
-
Skotlandia Patahkan Kutukan 36 Tahun di Piala Dunia
Piala Dunia 14 Juni 2026, 21:31
-
Link Live Streaming Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 14 Juni 2026, 21:30
-
Klasemen Pembalap WorldSSP 2026
Otomotif 14 Juni 2026, 20:56
-
Klasemen Pembalap Moto4 European Cup 2026
Otomotif 14 Juni 2026, 20:40
-
Klasemen Pembalap WorldSBK 2026
Otomotif 14 Juni 2026, 20:12
-
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao
Piala Dunia 14 Juni 2026, 19:43
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28

























KOMENTAR