Bila Barcelona Juara La Liga, Real Madrid Tak Sudi Beri Guard of Honour di Camp Nou?

Bila Barcelona Juara La Liga, Real Madrid Tak Sudi Beri Guard of Honour di Camp Nou?
Starting XI Real Madrid saat melawan Bayern Munchen d leg kedua perempat final Liga Champions, 16 April 2026. (c) AP Photo/Lennart Preiss

Bola.net - Real Madrid dikabarkan enggan memberikan guard of honour atau pasillo kepada Barcelona. Kebijakan ini akan berlaku jika sang rival mengunci gelar juara La Liga lebih awal. Persaingan panas kedua tim kini merembet ke urusan harga diri di lapangan.

Situasi ini berpeluang terjadi menjelang laga El Clasico yang dijadwalkan pada 11 Mei 2026 mendatang. Barcelona saat ini masih kokoh di puncak klasemen Liga Spanyol dengan keunggulan sembilan poin. Los Blancos sendiri berada di posisi kedua dengan hanya menyisakan tujuh pertandingan sisa.

Tim asuhan Alvaro Arbeloa kini terancam mengakhiri musim tanpa gelar mayor sama sekali. Sebelumnya, mereka sudah tersingkir dari Copa del Rey dan Liga Champions oleh Bayern Munchen. Mereka juga sempat kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol awal tahun ini.

Ruang ganti Madrid mulai menerima kenyataan pahit bahwa trofi liga hampir pasti melayang. Meski begitu, sikap keras tetap ditunjukkan oleh manajemen klub ibu kota Spanyol tersebut. Mereka enggan memberikan penghormatan formal kepada sang rival bebuyutan di tengah situasi yang memanas.

1 dari 2 halaman

Perselisihan Kasus Negreira

Vinicius Junior bereaksi setelah melewatkan peluang dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Real Madrid vs Bayern Munchen, 8 April 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Vinicius Junior bereaksi setelah melewatkan peluang dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Real Madrid vs Bayern Munchen, 8 April 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Laporan dari jurnalis Marcos Llorente dari El Chiringuito TV yang menyebutkan bahwa Madrid tidak punya rencana untuk memberikan penghormatan untuk gelar Barcelona. Keputusan ini tetap teguh meskipun laga El Clasico nanti digelar di markas Barca, Spotify Camp Nou. Madrid merasa tidak ada keharusan untuk melakukan tradisi tersebut dalam situasi saat ini.

Alasan utama di balik sikap dingin ini adalah perseteruan panjang terkait 'Kasus Negreira'. Madrid menjadi salah satu pihak yang paling vokal menuntut penyelidikan mendalam terhadap skandal wasit tersebut. Mereka bahkan mendesak adanya sanksi berat jika tuduhan suap tersebut terbukti benar di pengadilan.

Sikap keras Los Merengues tersebut memicu keretakan hubungan diplomatik yang sangat parah di antara kedua klub. Kini, tradisi pasillo yang biasanya menjadi simbol sportivitas terancam ditiadakan demi menjaga harga diri klub. Hubungan antara kedua raksasa Spanyol ini pun dilaporkan sudah mencapai titik nadir.

2 dari 2 halaman

Skenario Gelar Juara Liga Spanyol

Agar pesta juara Barca terjadi sebelum pertemuan kedua tim, selisih poin di klasemen harus melebar. Barcelona wajib unggul setidaknya 13 angka sebelum duel pada 10 Mei tersebut dimulai. Jika skenario itu terwujud, seharusnya Madrid menyambut sang juara baru saat memasuki lapangan hijau.

Namun, Madrid sendiri baru saja merasakan pahitnya disingkirkan oleh Bayern Munchen di kompetisi Eropa. Kekalahan ini menambah duka setelah mereka juga kehilangan trofi domestik lainnya musim ini. Kondisi mental pemain sedang berada di titik terendah akibat kegagalan beruntun di berbagai ajang.

Penolakan memberikan penghormatan ini dipandang sebagai puncak dari rusaknya relasi dua raksasa Spanyol. Langkah ini dinilai sebagai pesan tegas bahwa Madrid tidak akan berkompromi dengan situasi hukum yang sedang berjalan.

Publik kini hanya tinggal menunggu drama apa yang akan tersaji saat kedua tim bersua di lapangan. Penolakan pasillo ini dipastikan akan menambah bara api dalam sejarah panjang permusuhan kedua klub.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL