
Bola.net - Perang antara Aleksander Ceferin selaku presiden UEFA dengan petinggi Real Madrid, Florentino Perez, semakin panas. Dan bisa ditebak, ini terkait soal masa depan European Super League yang berakhir nahas.
Perez sendiri dikenal sebagai inisiator European Super League. Ia pernah mengungkapkan kritikan serta rencana membentuk kompetisi tandingan Liga Champions yang dirasanya tidak ideal.
Situasinya semakin memanas pada akhir pekan lalu. 12 klub yang dilaporkan setuju mengikuti European Super League satu persatu mengkonfirmasi keikutsertannya dalam ajang yang kontroversial tersebut.
Setelah mendapatkan cercaan dari sana-sini, enam klub dari Inggris mencabut keputusannya mengikuti ESL. Sekarang ESL hanya memiliki enam peserta, salah satunya klub pimpinan Perez yang masih ngotot ingin menggelar ajang itu.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Kritik Brutal Ceferin
Perez masih yakin kalau European Super League masih bisa digelar dalam waktu cepat. Toh, enam klub Inggris yang telah memastikan diri keluar dari pagelaran tersebut belum juga membayar denda di dalam kontraknya.
Walaupun demikian, Ceferin sudah berada di atas angin. Pria asal Slovenia tersebut percaya kalau proyek European Super League takkan dilanjutkan dan melayangkan kritik brutal untuk perez.
"Perez adalah presiden Super League yang tidak nyata, dan pada saat ini dia adalah presiden sesuatu yang tak ada," ungkap Ceferin kepada Pop TV.
"Sejak lama, saya tahu jelas kalau dia tak menginginkan presiden UEFA seperti saya. Ini justru membuat saya semakin yakin untuk bertahan," lanjutnya.
Sudah Diprediksi
Ceferin sudah bisa memprediksi kalau usia European Super League takkan panjang. Terutama setelah petinggi berbagai negara sudah ikut berkomentar soal itu.
"Sepak bola bisa memicu banyak gerakan sosial dan saya yakin itu akan terjadi di Inggris," tambah Ceferin, yang sudah menjabat sebagai presiden UEFA sejak tahun 2016 lalu.
"Setelah reaksi dari [Perdana Menteri Inggris] Boris Johnson, [Presiden Prancis] Emmanuel Macron dan [Perdana Menteri Hungaria] Viktor Orban, juga komisi Eropa, saya tahu kalau proyek ini akan berakhir cepat," pungkasnya.
Gelombang protes tidak hanya sekadar berbentuk kata-kata saja. Sejumlah fans di Inggris turun ke jalan untuk melakukan aksi demo ke markas klubnya. Gelombang protes itu bahkan masih berlanjut hingga sekarang.
(Pop TV - via Marca)
Baca Juga:
- Roman Abramovich Marah Dengar Alasan Timo Werner Bapuk Karena Faktor Bahasa
- Urung Ikut ESL, Tim Big Six Ingin Gelar British Super League Bareng Celtic dan Rangers
- Christian Pulisic Sudah Tidak Sabar Bela Chelsea di Liga Champions
- Sempat Kesulitan di Chelsea, Hakim Ziyech Kini Yakin Bertahan?
- Janji Christian Pulisic, Kerja Keras untuk Tidak Cedera
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Digoda PSG, Raphael Varane Mantap Pilih Manchester United
Liga Inggris 23 April 2021, 20:02
-
Data dan Fakta La Liga: Real Madrid vs Real Betis
Liga Spanyol 23 April 2021, 16:02
-
Prediksi Real Madrid vs Real Betis 25 April 2021
Liga Spanyol 23 April 2021, 16:01
-
European Super League, Proyek yang Ditakdirkan Hancur
Liga Spanyol 23 April 2021, 14:19
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Bali United 22 Mei 2026
Bola Indonesia 21 Mei 2026, 14:38
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs PSIM 22 Mei 2026
Bola Indonesia 21 Mei 2026, 14:11
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25























KOMENTAR