Eksperimen Mourinho dengan Arda Guler saat Lawan Villarreal

Eksperimen Mourinho dengan Arda Guler saat Lawan Villarreal
Pemain Real Madrid, Arda Guler (c) Instagram/realmadrid

Bola.net - Arda Guler kembali mendapat peran berbeda saat menghadapi Villarreal di La Liga akhir pekan kemarin. Jose Mourinho menempatkannya sebagai pseudo-winger di sisi kanan, posisi yang sudah cukup sering ditempatinya musim ini. Namun, eksperimen tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

Mourinho ingin Guler bisa beroperasi bersama Jude Bellingham di lini tengah. Keduanya dinilai sebagai gelandang terbaik Real Madrid musim ini. Skema tersebut diharapkan mampu membuat Madrid menguasai bola sekaligus menjaga kreativitas di area menyerang.

Masalahnya, Villarreal justru mampu mengeksploitasi ruang di lini tengah. Guler tidak cukup efektif ketika diminta menjalankan fungsi sebagai pengontrol permainan. Pada akhirnya, Mourinho harus menukar posisinya dengan Federico Valverde untuk memberikan ancaman yang lebih langsung.

1 dari 4 halaman

Guler Bukan Pengatur Tempo

Sejak awal pertandingan, Guler lebih banyak bergerak dari sisi kanan dan sesekali masuk ke area tengah. Namun, pengaruhnya tidak sebesar yang diharapkan. Ketika Madrid membutuhkan pemain yang mampu menjaga sirkulasi bola, profil Guler belum sepenuhnya cocok untuk tugas tersebut.

Guler memiliki kemampuan umpan dan kreativitas yang sangat baik. Ia mampu menemukan celah untuk mengirim bola kepada pemain depan. Namun, ia belum menjadi deep-lying playmaker yang bisa mengendalikan ritme pertandingan dari area yang lebih dalam.

2 dari 4 halaman

Villarreal Berhasil Membuka Lini Tengah

Kelemahan tersebut terlihat ketika Villarreal mampu membongkar lini tengah Madrid hanya dengan satu atau dua umpan. Madrid membutuhkan pemain yang lebih sabar dalam mempertahankan penguasaan bola dan mampu memperlambat tempo ketika situasi mengharuskannya.

Guler justru cenderung bermain progresif. Setiap kali mendapatkan bola, nalurinya adalah menciptakan sesuatu yang positif dan mempercepat serangan. Karakter itu sangat berguna ketika Madrid membutuhkan kreativitas, tetapi menjadi kurang ideal saat tim harus mengontrol pertandingan secara lebih metodis.

Dalam konteks tersebut, pemain dengan profil seperti Bernardo Silva dinilai lebih sesuai. Silva memiliki kelincahan dan kesabaran untuk mempertahankan bola sekaligus tetap mampu menghubungkan lini tengah dengan serangan.

3 dari 4 halaman

Mourinho Meminta Peran yang Belum Siap Dijalankan

Pertukaran posisi dengan Valverde menjadi upaya Mourinho untuk menambah kecepatan dan daya dobrak. Valverde bisa memanfaatkan kecepatannya untuk menyerang ruang, sementara Madrid tetap berusaha mengontrol penguasaan bola.

Eksperimen itu pada akhirnya menunjukkan batas perkembangan Guler. Ia memiliki potensi untuk menjadi pemain yang lebih komplet dan kelak mampu mengontrol permainan. Namun, saat ini, kekuatannya masih lebih terlihat sebagai nomor 10 atau pseudo-winger yang kreatif.

Oleh karena itu, masalah utama bukan kualitas Guler, melainkan ketidaksesuaian profil dengan kebutuhan Madrid saat menghadapi Villarreal. Mourinho meminta pemain Turki tersebut menjalankan fungsi yang belum menjadi bagian terbaik dari permainannya.

Sumber: The Real Champs

4 dari 4 halaman

Klasemen


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL