Gol bek Real Madrid itu menyamakan kedudukan, usai Atletico Madrid sebelumnya unggul dulu lewat Diego Godin, dan terjadi di menit-menit akhir laga.
Real akhirnya menjadi juara usai mereka mencetak tiga gol tambahan di waktu ekstra.
"Itu adalah sesuatu yang jahat dan sulit untuk diterima. Namun itulah olahraga, mereka menang karena memang pantas untuk mendapatkannya. Anda bisa coba bangkit, namun luka atas hal tersebut bakal terus membekas," tutur Gabi, yang timnya bakal kembali menantang Madrid di final Liga Champions pekan depan, menurut AS.
"Sulit untuk menghapus kenangan kalah di final Liga Champions, namun kami bakal terus melangkah maju."
"Kami tahu bahwa kala itu amat sulit untuk kembali mencetak gol, karena kondisi fisik kami sudah terkuras. Kami tidak bisa membalas lagi, kala itu Madrid memang lebih baik." [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Zamorano: Atletico Sekarang Selevel Madrid
Liga Champions 20 Mei 2016, 23:19
-
Hadirnya Zidane Sukses Ubah Mentalitas Madrid
Liga Inggris 20 Mei 2016, 22:30
-
Ronaldo Diklaim Akan Jadi Penentu Hasil Akhir Final UCL
Liga Champions 20 Mei 2016, 21:55
-
Zidane, Samai Rekor Munoz dan del Bosque di Liga Champions
Liga Inggris 20 Mei 2016, 20:47
-
Real Madrid Tinjau Kondisi Rumput San Siro
Liga Champions 20 Mei 2016, 17:18
LATEST UPDATE
-
Eksklusif Match: Persebaya vs Persik Live Streaming di Vidio
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 19:31
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25




















KOMENTAR