Gagalnya Kepulangan Messi ke Barcelona dan Alasan Pemecatan Xavi: Laporta Bongkar Fakta Sesungguhnya

Gagalnya Kepulangan Messi ke Barcelona dan Alasan Pemecatan Xavi: Laporta Bongkar Fakta Sesungguhnya
Xavi saat masih melatih Barcelona (c) La Liga Official

Bola.net - Presiden Barcelona, Joan Laporta, membalas tajam kritik yang dilontarkan legenda klub, Xavi Hernandez. Laporta menuding Xavi dimanfaatkan sebagai alat politik oleh rivalnya, Victor Font, menjelang pemilihan presiden.

Perseteruan ini memuncak setelah Xavi mengungkap masalah internal klub dalam wawancara sensasional akhir pekan lalu. Ia menuduh pemecatannya pada musim panas 2024 dipengaruhi oleh pihak-pihak di balik layar.

Situasi tersebut langsung memanaskan debat pemilihan presiden, di mana Laporta menjadi kandidat terkuat. Ia menilai tuduhan Xavi sengaja disebar untuk merusak citranya di mata para pendukung.

Kini, kedua pihak saling lempar argumen pedas, membuat suasana di Camp Nou semakin tegang. Publik Barcelona pun terbagi, menanggapi drama antara presiden dan ikon klub ini dengan berbagai perspektif.

1 dari 4 halaman

Alasan Di Balik Pemecatan Xavi

Presiden Barcelona, Joan Laporta saat menonton laga Copa del Rey melawan Guadalajara, 16 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Rudy Garcia

Presiden Barcelona, Joan Laporta saat menonton laga Copa del Rey melawan Guadalajara, 16 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Rudy Garcia

Laporta menegaskan bahwa keputusan mendepak Xavi murni karena penurunan performa tim yang mengkhawatirkan. Ia menilai langkah sulit tersebut perlu demi menyelamatkan masa depan raksasa Catalan.

Kehadiran Hansi Flick sebagai pengganti dianggap bukti keputusan itu tepat. Laporta mencatat adanya perubahan mentalitas yang signifikan di skuad sejak pergantian pelatih.

"Itu menyakitkan bagi saya. Saat saya melihat pernyataan ini, saya langsung teringat pada Flick," ujar Joan Laporta.

"Bersama Xavi, saya melihat kita akan terus kalah jika dia bertahan. Pemain yang sama yang kalah bersama Xavi, kini menang bersama Flick," lanjutnya.

2 dari 4 halaman

Tudingan Boneka Politik Victor Font

Xavi saat masih melatih Barcelona (c) La Liga Official

Xavi saat masih melatih Barcelona (c) La Liga Official

Menyinggung dugaan adanya pihak yang mengendalikan klub dari belakang, Laporta membantah keras. Ia justru balik menuding Xavi dikendalikan lawan politiknya.

Laporta meyakini Victor Font adalah sosok yang menarik benang di balik pernyataan Xavi. Upaya ini dinilai sebagai cara kotor untuk merusak proses pemilihan presiden.

"Xavi ingin membuat kekacauan, tetapi di belakang Xavi, ada orang yang menarik benang, dan saya memahami itu adalah Victor Font," tegas Laporta.

"Dia mencoba mengotori proses elektoral ini. Ini adalah gaya yang sama sekali tidak saya sukai," imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Fakta di Balik Gagalnya Kepulangan Messi

Lionel Messi saat membela Barcelona dalam pertandingan La Liga melawan Valladolid di Camp Nou, Selasa (29/10/2019). (c) AP Photo/Joan Monfort

Lionel Messi saat membela Barcelona dalam pertandingan La Liga melawan Valladolid di Camp Nou, Selasa (29/10/2019). (c) AP Photo/Joan Monfort

Laporta juga meluruskan klaim Xavi terkait penolakan kembalinya Lionel Messi ke Barcelona pada 2023. Ia menegaskan alasan finansial, bukan perebutan kekuasaan, menjadi hambatan utama.

Menurut Laporta, keluarga Messi sendiri memutuskan pindah ke Amerika Serikat demi ketenangan.

"Xavi mendatangi saya pada pertengahan Maret 2023 dan mengatakan bahwa Messi ingin kembali," ungkap Joan Laporta.

"Namun Jorge Messi memberi tahu saya pada bulan Mei bahwa tekanannya akan terlalu besar. Mereka lebih memilih untuk pergi ke Inter Miami," pungkasnya.

4 dari 4 halaman

Rencana Penghormatan untuk Messi

Meski hubungan dengan Messi sempat mendingin, Laporta menegaskan bahwa Barcelona tetap menghormati jasanya. Rencana pembuatan patung dan laga penghormatan besar sudah masuk dalam agenda resmi pihak klub.

Penghormatan tersebut akan digelar secara megah tepat setelah proses renovasi stadion selesai dilakukan. Laporta ingin memastikan bahwa Messi mendapatkan perpisahan yang layak dari seluruh pendukung setia Barcelona.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya Laporta untuk meredam kemarahan fans yang kecewa atas kegagalan transfer tersebut. Fokus klub kini adalah menjaga stabilitas di tengah badai politik yang terus menghantam.

Drama ini diprediksi masih akan berlanjut hingga hari pemungutan suara tiba di Catalan. Persaingan antara Laporta dan Font kini sudah memasuki fase yang sangat personal dan emosional.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL