Kebangkitan Raul Asencio di Real Madrid: Dari Diragukan hingga Jadi Referensi Lini Belakang Tim

Kebangkitan Raul Asencio di Real Madrid: Dari Diragukan hingga Jadi Referensi Lini Belakang Tim
Pemain Real Madrid Raul Asencio (kiri) berebut bola dengan pemain Villarreal Alberto Moleiro pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Villarreal vs Real Madrid, 24 Januari 2026 (c) AP Photo/Alberto Saiz

Bola.net - Real Madrid menjalani musim dengan banyak kejutan, salah satunya lahir dari kemunculan Raul Asencio sebagai referensi baru di lini pertahanan. Bek sentral 22 tahun Spanyol itu berubah dari figur penuh tanda tanya menjadi opsi paling dapat diandalkan di barisan belakang.

Perubahan peran Asencio berlangsung dalam situasi yang tidak ideal. Krisis cedera memaksa tim mencari stabilitas di tengah keterbatasan pilihan.

Kondisi tersebut justru membuka ruang bagi Asencio untuk memikul tanggung jawab besar. Ia tampil dengan ketenangan dan konsistensi ketika klub membutuhkan sosok yang mampu menjaga keseimbangan permainan.

1 dari 3 halaman

Awal Musim yang Sulit Asencio di Real Madrid

Pemain Real Madrid Raul Asencio (kiri) berebut bola dengan pemain Villarreal Georges Mikautadze pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Villarreal vs Real Madrid, 24 Januari 2026 (c) AP Photo/Alberto Saiz

Pemain Real Madrid Raul Asencio (kiri) berebut bola dengan pemain Villarreal Georges Mikautadze pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Villarreal vs Real Madrid, 24 Januari 2026 (c) AP Photo/Alberto Saiz

Versi Asencio saat ini terasa sangat berbeda dibandingkan dengan sosok yang terlihat pada bulan Juni lalu. Sepak terjangnya dimulai dengan catatan kurang meyakinkan di Piala Dunia Antarklub.

Kesalahan demi kesalahan membuat posisinya berada di bawah tekanan besar. Penalti yang ia berikan melawan Al Hilal berlanjut dengan kartu merah cepat saat menghadapi Pachuca pada laga berikutnya.

Momen-momen itu sempat memunculkan keraguan terhadap kapasitasnya sebagai bek utama. Akan tetapi, ia memilih menjadikan kegagalan tersebut sebagai titik balik.

Dalam beberapa pekan terakhir, Asencio bermain sambil menahan rasa sakit akibat retak pada tulang kering kiri. Ia juga menggunakan pelindung wajah setelah menerima benturan keras di bagian hidung.

Situasi fisik tersebut tidak menghalanginya untuk terus tampil reguler. Namun, ia menolak peran sebagai pemain rotasi dan memilih hadir setiap kali tim membutuhkannya.

Keteguhan itu mengubah persepsi publik dan staf pelatih. Ia tidak lagi dilihat sebagai solusi darurat, melainkan sebagai fondasi baru di lini belakang Real Madrid.

2 dari 3 halaman

Ambisi Asencio ke Timnas Spanyol

Pemain Real Madrid, Raul Asencio, merayakan gol dalam pertandingan La Liga melawan Real Betis di Madrid, Minggu (4/1/2026). (c) AP Photo/Pablo Garcia

Pemain Real Madrid, Raul Asencio, merayakan gol dalam pertandingan La Liga melawan Real Betis di Madrid, Minggu (4/1/2026). (c) AP Photo/Pablo Garcia

Kebangkitan Asencio membuka peluang yang lebih besar dalam kariernya. Target berikutnya adalah menembus skuad Timnas Spanyol menjelang Piala Dunia.

Persaingan di sektor bek sangat ketat dengan munculnya nama-nama muda lain seperti Dean Huijsen. Kondisi ini membuat setiap penampilan Asencio memiliki nilai penting dalam persaingan tersebut.

Pengalaman menghadapi kritik di awal musim membentuk mentalitasnya menjadi lebih kuat. Ia belajar mengelola tekanan sambil menjaga fokus pada kebutuhan tim.

Perjalanan Asencio menggambarkan transformasi dari pemain penuh keraguan menjadi figur otoritas di lapangan. Proses itu terjadi karena keberanian menghadapi risiko dan konsistensi dalam performa.

Di tengah musim yang penuh tantangan, kehadirannya memberi stabilitas pada pertahanan. Namun, lebih dari sekadar pengganti, ia kini dipandang sebagai rujukan baru dalam struktur permainan Real Madrid.

Sumber: Madrid Universal


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL