
Bola.net - Aksi Kylian Mbappe kembali menjadi pusat perhatian saat Real Madrid bertandang ke markas Villarreal pada pekan ke-21 La Liga. Bukan sekadar gol, eksekusi penalti Mbappe mengandung makna yang jauh lebih dalam.
Laga yang berlangsung di Stadion de la Ceramica, Minggu (25/1) dini hari WIB, menyajikan momen simbolik dari sosok yang kini tak hanya dipandang sebagai bintang, tetapi juga pemimpin di ruang ganti Los Blancos.
Mbappe mengeksekusi penalti dengan gaya panenka, pilihan yang sarat risiko, tepat setelah publik sepak bola masih membicarakan kegagalan serupa yang dialami Brahim Diaz di final Piala Afrika 2025.
Dalam konteks itulah, penalti Mbappe tak berdiri sebagai aksi individual semata. Ia menjadi pesan, gestur solidaritas, sekaligus pernyataan kepemimpinan di panggung besar sepak bola Eropa.
Panenka Mbappe dan Pesan untuk Brahim Diaz

Di penghujung waktu tambahan melawan Villarreal, Kylian Mbappe dijatuhkan di dalam kotak penalti. Tanpa ragu, penyerang asal Prancis itu maju sebagai eksekutor dalam situasi yang menuntut ketenangan tinggi.
Alih-alih memilih eksekusi aman, Mbappe melambungkan bola ke tengah gawang dengan gaya panenka. Sebuah keputusan berani yang langsung mengundang reaksi dari publik dan pengamat La Liga.
Selebrasi Mbappe menjadi sorotan berikutnya. Mbappe, menurut beIN Sport, menghampiri Brahim Diaz, memeluknya, lalu berucap: “Untukmu, untukmu.” Gestur itu segera dipahami sebagai pesan personal yang sarat empati.
Mbappe kemudian menegaskan makna selebrasi tersebut kepada media. Kepada Marca, ia mengatakan bahwa “Itu adalah bentuk dukungan untuknya.” Sebuah kalimat singkat yang menjelaskan segalanya tanpa perlu penafsiran berlebihan.
Kepemimpinan Mbappe Meluas Melampaui Satu Momen

Brahim Diaz sendiri tampil impresif sepanjang Piala Afrika 2025 bersama Maroko. Namun, sorotan tajam datang setelah ia gagal mengeksekusi penalti panenka di final, sebuah momen krusial yang berujung kekalahan Maroko dari Senegal di babak perpanjangan waktu.
Kritik publik terhadap Diaz menjadi latar kuat dari gestur Mbappe. Penalti panenka di La Ceramica seolah menjadi pembelaan diam-diam bahwa kegagalan bukan alasan untuk menghakimi seorang pemain.
Sikap ini konsisten dengan perilaku Mbappe sebelumnya. Ia juga pernah tampil di garis depan membela Vinicius Junior ketika rekan setimnya itu menjadi sasaran cemoohan dan tekanan berlebihan dari tribun.
Mbappe bahkan menegaskan bahwa kritik seharusnya diarahkan kepada tim secara kolektif, bukan individu. Di titik ini, peran Mbappe di Real Madrid melampaui pencetak go. Ia menjelma figur pemimpin yang memahami dimensi psikologis sepak bola modern.
Sumber: beIN Sport
Klasemen La Liga 2025/2026
Baca Ini Juga:
- Man of the Match Villarreal vs Real Madrid: Kylian Mbappe
- Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2025/2026
- Hasil Villarreal vs Madrid: El Real Menang Berkat 2 Gol Mbappe & Gusur Barcelona dari Puncak Klasemen
- Barcelona vs Oviedo: Ambisi Juara vs Perjuangan Bertahan
- Tempat Menonton Villarreal vs Real Madrid 25 Januari 2026, Live Streaming Liga Spanyol di Vidio
- Legenda Liverpool Ini Pasang Badan Untuk Jude Bellingham yang Sedang Alami Penurunan Performa di Real Madrid
- Prediksi Barcelona vs Oviedo 25 Januari 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Villarreal vs Real Madrid: Kylian Mbappe
Liga Spanyol 25 Januari 2026, 06:19
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 25 Januari 2026, 06:07
LATEST UPDATE
-
Juventus vs Napoli: Laga Wajib Menang
Liga Italia 25 Januari 2026, 08:00
-
Tempat Menonton Persib vs PSBS Biak Hari Ini di Indosiar dan Vidio
Bola Indonesia 25 Januari 2026, 07:40
-
Tempat Menonton PSIM vs Persebaya Hari Ini di Indosiar dan Vidio
Bola Indonesia 25 Januari 2026, 07:37
-
Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 25 Januari 2026, 07:04
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 25 Januari 2026, 07:03
-
Arsenal vs Man Utd: Fokus Lini Tengah, Finishing, dan Bola Mati
Liga Inggris 25 Januari 2026, 07:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


















KOMENTAR