Meski demikian, Mourinho mengakui bahwa timnya juga melakukan kesalahan karena dianggap lemah pada babak pertama. Namun Chelsea juga dinilai sudah memperbaiki kinerja pada babak kedua.
"Hasil yang kami dapat ini tidak adil. Pada babak pertama kami bermain lembek dan tidak agresif atau menunjukkan intensitas. Kami mengibahnya pada babak kedua. Kami bermain agresif, menciptakan banyak peluang dan harusnya mendapatkan hadiah penalti," cetus Mourinho kepada BBC.
Mourinho mengatakan bahwa bermain lebih bagus dan kemudian kalah merupakan hal yang biasa terjadi dalam sepakbola. Lawan yang hanya datang untuk bertahan bisa mendapatkan kemenangan hanya dengan satu peluang.
"Itulah sepakbola. Pada saat lawan kami hanya berpikir untuk bertahan saja demi mendapat clean sheet, mereka mengrim bola jauh untuk kali pertama dan sukses mencetak gol." [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Melihat Sebab Kehancuran Chelsea dari Pandangan Ferguson
Liga Inggris 7 Desember 2015, 20:05
-
Ferguson Sebut Abramovic Bodoh Jika Pecat Mourinho
Liga Inggris 7 Desember 2015, 19:40
-
Liga Inggris 7 Desember 2015, 18:30

-
Mourinho Tak Tahu Kapan Falcao Kembali
Liga Inggris 7 Desember 2015, 13:50
-
Zouma Pede Chelsea Atasi Porto
Liga Inggris 7 Desember 2015, 13:44
LATEST UPDATE
-
Manchester United Siapkan Kontrak 5 Tahun untuk Aurelien Tchouameni
Liga Inggris 9 Juli 2026, 02:03
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia 11 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:30
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris 12 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:01
-
3 Alasan Bikin Fede Valverde Terancam Gagal jadi Kapten Real Madrid
Liga Spanyol 8 Juli 2026, 20:16
-
RESMI: PSIM Yogyakarta dan Fahreza Sudin Berpisah
Bola Indonesia 8 Juli 2026, 19:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR