
Bola.net - Mesut Ozil membuat pengakuan tentang situasi yang terjadi ketika dia harus pindah dari Real Madrid ke Arsenal. Mesut Ozil mengaku bahagia berada bermain untuk Real Madrid dan menangis ketika harus hengkang.
Mesut Ozil menikmati tiga musim yang cukup manis bersama Real Madrid. Ozil bermain apik pada periode 2010 hingga 2012. Akan tetapi, pada awal musim 2013/2014, Ozil dihadapkan pada situasi sulit.
Carlo Ancelotti ditunjuk sebagai pelatih baru dan membawa perubahan pada peran Ozil di lapangan. Ozil tak lagi menjadi pilihan utama. Kala itu, Don Carlo punya Isco yang baru dibeli dari Malaga.
Situasi ternyata lebih rumit dari skenario di atas. Ozil punya masalah yang lebih pelik karena melibatkan Florentino Perez. Apa yang terjadi? Simak selengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Konflik, Pindah, dan Ozil Menangis!
Mesut Ozil sejatinya masih ingin bertahan di Real Madrid. Namun, ada dua situasi buruk yang menimpanya. Selain jarang masuk starting XI, hubungan Ozil dengan Perez sebagai Presiden Real Madrid juga mulai memburuk.
"Saya sangat sedih saat meninggalkan Real Madrid. Saya ingat itu di bandara. Ketika pesawat yang saya tumpangi dari Madrid segera lepas landas, saya menangis," kata Ozil.
"Saya sangat bahagia di Madrid, tetapi beberapa hal terjadi. Mendadak, di awal musim, saya tidak mendapat banyak menit bermain dan timbul konflik antara Tuan Florentino Perez dengan ayah dan agen saya," sambung Ozil.
Akhirnya Pindah ke Arsenal

Tak mendapat tempat di Real Madrid, Ozil kemudian memilih pindah ke Arsenal. Dia mendapat tawaran yang menarik dari Arsene Wenger. Arsenal menebusnya dengan harga 50 juta euro. Ozil mendapat peran yang amat krusial.
"Kami harus mencari klub baru. Itu sulit bagi saya. Saat pesawat lepas landas, air mata jatuh dari mata saya. Saat itulah saya menyadari semuanya sudah berakhir."
"Tentu saja, saya berharap kami bisa mengatasi situasi itu dengan cara yang berbeda," tambah Ozil.
Akhir yang Buruk di Arsenal

Ketika Arsene Wenger masih menjadi manajer Arsenal, Ozil punya peran yang sangat penting. Namun, ketika Wenger pensiun, nasib Ozil mulai surut. Dia tidak benar-benar masuk dalam rencana manajer Arsenal selanjutnya.
Pada era Mikel Arteta, karier Ozil bersama Arsenal berakhir. Ozil dilepas ke Fenerbache pada bursa transfer Januari 2021, setelah setengah musim jadi 'pengangguran' di Arsenal.
Sumber: GOAL International
Klasemen La Liga 2022/2023
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid Putuskan Berpisah dengan Marco Asensio?
Liga Inggris 25 Maret 2023, 21:40
-
Pengakuan Mesut Ozil: Menangis Ketika Harus Tinggalkan Real Madrid
Liga Spanyol 25 Maret 2023, 11:13
LATEST UPDATE
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
-
Hasil Race 1 WorldSBK Australia 2026: Ducati Sapu Bersih 3 Podium, Nicolo Bulega Menang
Otomotif 21 Februari 2026, 12:43
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSSP 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 11:25
-
Hasil Race 1 WorldSSP Australia 2026: Aldi Satya Mahendra Sabet Poin, Jaume Masia Menang
Otomotif 21 Februari 2026, 11:13
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR