
Bola.net - Krisis internal Real Madrid semakin memanas setelah hubungan Kylian Mbappe dan pelatih Alvaro Arbeloa dikabarkan terus memburuk dalam beberapa pekan terakhir. Situasi di ruang ganti bahkan disebut sudah sulit ditutupi usai laga melawan Real Oviedo di Santiago Bernabeu pada tengah pekan ini.
Ketegangan yang awalnya hanya menjadi isu internal kini berkembang menjadi konsumsi publik. Kondisi itu memaksa manajemen Los Blancos bergerak cepat untuk mencegah konflik semakin melebar.
Petinggi klub dikabarkan khawatir friksi tersebut akan memengaruhi stabilitas tim di tengah musim. Karena itu, Real Madrid mulai mengambil langkah tegas untuk meredakan situasi.
Presiden klub Florentino Perez disebut turun langsung menangani persoalan ini. Ia ingin menjaga keharmonisan skuad sekaligus memastikan disiplin tetap berjalan di ruang ganti.
Menanti Ketegasan Florentino Perez

Menurut laporan Diario AS, Florentino Perez segera menjadwalkan pertemuan khusus dengan Kylian Mbappe. Fokus pembicaraan itu adalah sikap dan perilaku pemain yang dinilai mulai bermasalah dalam beberapa waktu terakhir.
Awalnya, pertemuan tersebut hanya disiapkan sebagai diskusi ringan sebelum Mbappe berangkat ke Piala Dunia. Perez saat itu disebut hanya ingin memberi teguran kecil terkait beberapa pelanggaran disiplin.
Namun, situasi berubah cepat setelah konflik internal semakin terbuka ke publik. Klub kini menilai persoalan tersebut sebagai isu mendesak yang harus segera diselesaikan demi menjaga kestabilan tim.
Perez juga ingin mengetahui komitmen Mbappe untuk musim depan sambil menegaskan kembali aturan disiplin di klub. Meski sebelumnya memuji Mbappe sebagai pemain terbaik Real Madrid, ia tetap mengingatkan bahwa tidak ada pemain yang tidak tergantikan di Santiago Bernabeu.
Duduk Perkara Friksi Mbappe dan Alvaro Arbeloa

Hubungan Mbappe dan Alvaro Arbeloa mulai retak akibat akumulasi tiga insiden dalam beberapa pekan terakhir. Penyerang asal Prancis itu bahkan sempat membandingkan kepemimpinan Arbeloa dengan pelatih sebelumnya.
Mbappe beberapa kali memberi sinyal bahwa dirinya lebih nyaman saat Real Madrid masih dilatih Xabi Alonso. Secara tidak langsung, ia juga menunjukkan ketidaksetujuan terhadap keputusan klub yang mengakhiri kerja sama dengan Alonso.
Kekecewaan Mbappe akhirnya disampaikan secara terbuka setelah pertandingan terakhir. Ia berbicara kepada media untuk merespons perlakuan Arbeloa terhadap dirinya.
Mbappe mengklaim Arbeloa telah menyingkirkannya dari rencana utama tim dan hanya menganggapnya sebagai penyerang pilihan keempat. Di sisi lain, Arbeloa langsung membantah tudingan tersebut.
Sorotan Tajam atas Sikap Egois Mbappe
Jauh sebelum konflik dengan pelatih mencuat, komitmen Mbappe sebenarnya sudah lebih dulu dipertanyakan publik Bernabeu. Banyak kritik muncul karena sikapnya dinilai kurang profesional sebagai pemain bintang.
Salah satu insiden yang memicu sorotan terjadi saat Mbappe terlambat datang ke stadion jelang laga penting melawan Espanyol. Ia disebut baru tiba 12 menit sebelum pertandingan dimulai.
Situasi semakin panas pada pekan berikutnya saat El Clasico berlangsung. Mbappe yang awalnya diproyeksikan duduk di bangku cadangan justru tidak masuk daftar pemain secara mengejutkan.
Rangkaian kontroversi itu membuat kesabaran suporter Real Madrid habis. Ketika masuk sebagai pemain pengganti melawan Real Oviedo, Mbappe langsung disambut siulan dan sorakan keras dari publik Santiago Bernabeu.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Potensi Geger di Real Madrid: Mourinho Datang, Rashford Dibajak!
Liga Spanyol 16 Mei 2026, 20:00
-
Prediksi Sevilla vs Madrid 18 Mei 2026
Liga Spanyol 16 Mei 2026, 16:03
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 16 Mei 2026, 17:30
-
Prediksi Barcelona vs Betis 18 Mei 2026
Liga Spanyol 16 Mei 2026, 17:00
-
Prediksi Sevilla vs Madrid 18 Mei 2026
Liga Spanyol 16 Mei 2026, 16:03
LATEST EDITORIAL
-
Prediksi Starting XI Real Madrid Era Mourinho, Tanpa Vinicius dan Trent
Editorial 12 Mei 2026, 23:01























KOMENTAR