
Bola.net - Barcelona tengah diterpa badai cedera dalam beberapa pekan terakhir. Namun di tengah situasi itu, satu nama tetap konsisten tampil tanpa jeda, Pedri.
Gelandang muda Spanyol itu sudah mencatat 14 penampilan di musim ini untuk klub dan negaranya, dengan total 1.166 menit bermain.
Volume pertandingan tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa Pedri bisa menjadi korban berikutnya dari kelelahan otot.
Namun laporan terbaru dari Marca justru mengungkap penjelasan yang cukup unik tentang alasan Barcelona terus memainkannya tanpa rotasi.
Menurut laporan itu, Pedri menjalani studi genetik terhadap ototnya musim lalu. Hasilnya menunjukkan bahwa pemain berusia 22 tahun itu perlu beraktivitas setiap hari, istirahat terlalu lama justru berdampak negatif pada kondisi fisiknya.
Hasil Studi Genetik Ubah Cara Barcelona Mengelola Pedri
Temuan ilmiah itu mengubah pendekatan Barcelona dalam menangani kebugaran sang pemain. Sejak hasil studi tersebut keluar, Pedri hampir selalu dimainkan dalam setiap laga, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- AC Milan dan Juventus Berebut Tanda Tangan Robert Lewandowski
- Prediksi Barcelona vs Girona 18 Oktober 2025
- Kylian Mbappe Pulih dari Cedera Pergelangan Kaki, Siap Tampil Lawan Getafe
- Marseille Serius Incar Endrick yang Terpinggirkan di Real Madrid
- Saksikan dan Nonton LaLiga 2025/26 Barcelona vs Girona: Tayang Eksklusif di Vidio
Pendekatan itu tampaknya berhasil. Pedri tidak lagi mengalami masalah otot serius seperti musim-musim sebelumnya dan kini menjadi salah satu pemain paling stabil di bawah asuhan Hansi Flick. Musim lalu saja, ia mencatat jumlah penampilan terbanyak dibandingkan rekan setim lainnya.
Dengan performa yang terus menanjak, Pedri bahkan diprediksi akan kembali turun sebagai starter dalam laga melawan Girona akhir pekan ini, meski baru saja tampil dua kali bersama timnas Spanyol di jeda internasional.
Tantangan Flick dan Momentum Barcelona

Meski Pedri tampil impresif, Barcelona secara tim masih dalam masa transisi setelah dua kekalahan beruntun sebelum jeda internasional. Dalam rentang lima hari, mereka tumbang dari PSG di Liga Champions dan dihajar Sevilla 4-1 di La Liga.
Dua hasil buruk itu menjadi pengingat bahwa tim juara treble musim lalu masih punya masalah mendasar dalam konsistensi permainan.
Namun, dengan waktu dua minggu untuk evaluasi, Hansi Flick diyakini telah menyiapkan solusi sebelum menjamu Girona di Estadi Olimpic Lluis Companys.
Jika Flick mampu mengembalikan stabilitas permainan dan menjaga Pedri tetap bugar, Barcelona bisa kembali ke jalur kemenangan, dengan seorang gelandang muda yang secara harfiah “tidak bisa berhenti” menjadi jantung permainan mereka.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- AC Milan dan Juventus Berebut Tanda Tangan Robert Lewandowski
- Prediksi Barcelona vs Girona 18 Oktober 2025
- Kylian Mbappe Pulih dari Cedera Pergelangan Kaki, Siap Tampil Lawan Getafe
- Marseille Serius Incar Endrick yang Terpinggirkan di Real Madrid
- Saksikan dan Nonton LaLiga 2025/26 Barcelona vs Girona: Tayang Eksklusif di Vidio
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Virus FIFA Menggila! Barcelona dan Real Madrid Kena Dampaknya Jelang El Clasico
Liga Spanyol 17 Oktober 2025, 15:54
-
Jawaban Menohok Marc Bernal untuk Para Pengkritik Frenkie de Jong: Semuanya Bohong!
Liga Spanyol 17 Oktober 2025, 15:41
-
Terungkap! Satu Laga Ini jadi Titik Balik Karier Eric Garcia di Barcelona
Liga Spanyol 17 Oktober 2025, 15:32
-
Ide Cerdas Hansi Flick di Balik Posisi Baru Andreas Christensen di Timnas Denmark
Liga Spanyol 17 Oktober 2025, 15:26
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Liverpool vs Tottenham: Richarlison
Liga Inggris 16 Maret 2026, 01:42
-
Arti Penting Kemenangan Manchester United atas Aston Villa
Liga Inggris 15 Maret 2026, 23:50
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54

























KOMENTAR