
Bola.net - Real Madrid kembali berada di persimpangan jalan. Klub yang dua tahun lalu masih terlihat stabil usai menjuarai Liga Champions bersama Carlo Ancelotti kini justru dilanda kekacauan internal yang mengkhawatirkan.
Di tengah situasi tersebut, nama Jose Mourinho kembali muncul sebagai solusi darurat Florentino Perez. Pelatih asal Portugal itu disebut menjadi sosok yang dianggap mampu mengembalikan disiplin di ruang ganti Los Blancos.
Meski begitu, kemungkinan reuni ini juga memunculkan pertanyaan besar. Apakah Mourinho masih mampu sukses di level tertinggi, atau Real Madrid justru sedang mengulang kesalahan lama?
Real Madrid Disebut Kehilangan Kendali

Menurut laporan The Athletic, suasana internal Real Madrid memburuk dalam beberapa pekan terakhir. Puncaknya terjadi menjelang El Clasico akhir pekan ini ketika Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni terlibat bentrok di tempat latihan.
Insiden tersebut menjadi gambaran buruk dari musim yang penuh ketegangan. Setelah gagal memenuhi ekspektasi di La Liga dan Liga Champions selama dua musim beruntun, Real Madrid dinilai kehilangan arah sebagai tim.
Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa disebut sempat mencoba menanamkan disiplin yang lebih kuat di skuad. Namun, keduanya gagal mengendalikan ruang ganti yang dipenuhi pemain bintang.
Situasi itu membuat Florentino Perez mulai mencari figur pelatih dengan pendekatan keras. Mourinho dianggap cocok karena reputasinya sebagai pelatih disiplin yang tidak ragu mengambil keputusan tegas terhadap pemain.
Florentino Perez Dinilai Mulai Panik

Keputusan Perez kembali melirik Mourinho juga memunculkan kritik tersendiri. Sebab, presiden Real Madrid itu baru memulai proyek baru bersama Alonso musim panas lalu sebelum akhirnya kehilangan kesabaran hanya dalam waktu singkat.
Bukan kali pertama Perez berubah arah secara mendadak. Pada 2018 lalu, ia sempat membuat kontroversi besar dengan merekrut Julen Lopetegui tepat sebelum Piala Dunia dimulai, tetapi proyek itu hanya bertahan 138 hari.
Padahal, pelatih-pelatih tersukses Real Madrid di era modern justru dikenal memiliki pendekatan lebih tenang. Vicente del Bosque, Carlo Ancelotti, hingga Zinedine Zidane mampu sukses tanpa menciptakan konflik besar di ruang ganti.
Di sisi lain, kultur Real Madrid selama era Perez memang selalu menempatkan pemain bintang sebagai pusat perhatian. Mulai dari era galacticos pertama yang diisi Raul Gonzalez, Roberto Carlos, Luis Figo, Zidane, Ronaldo, dan David Beckham hingga generasi baru seperti Vinicius Junior, Jude Bellingham, Rodrygo, dan Kylian Mbappe.
Luka Lama Mourinho di Bernabeu
Jose Mourinho pernah melatih Real Madrid pada periode 2010 hingga 2013. Masa itu menghadirkan banyak momen besar, tetapi juga dipenuhi konflik internal.
Ia sempat membawa Madrid menjuarai Copa del Rey dan La Liga sambil mematahkan dominasi Barcelona racikan Pep Guardiola. Mourinho juga membawa Los Blancos mencapai tiga semifinal Liga Champions beruntun.
Namun, hubungan Mourinho dengan ruang ganti perlahan memburuk. Konflik paling terkenal terjadi dengan Iker Casillas dan Sergio Ramos, tetapi ketegangan juga sempat melibatkan Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.
Mourinho bahkan menggambarkan periode tersebut sebagai masa yang “keras, intens, hampir seperti kekerasan” ketika berbicara awal tahun ini jelang menghadapi Real Madrid bersama Benfica.
Pada akhirnya, musim ketiganya berubah menjadi periode penuh keretakan. Hubungan antara Mourinho dan para pemain disebut memburuk hingga kedua pihak merasa lelah satu sama lain.
Karier Mourinho Tak Lagi Sama
Nama Mourinho memang masih memiliki daya tarik besar, tetapi hasil kerjanya dalam satu dekade terakhir dianggap jauh dari standar masa kejayaannya.
Setelah periode keduanya di Chelsea, Mourinho menjalani karier yang tidak stabil bersama Manchester United, Tottenham, AS Roma, Fenerbahce, hingga Benfica. Ia memang sempat memenangi Liga Europa bersama Manchester United dan Conference League bersama Roma, tetapi pencapaiannya tidak lagi setara dengan reputasi besarnya dahulu.
Dalam era sepak bola modern yang dipengaruhi gaya menyerang Pep Guardiola dan intensitas Jurgen Klopp, pendekatan Mourinho dinilai mulai kehilangan relevansi.
Ia disebut lebih sering menunjukkan frustrasi terhadap generasi pemain baru dibanding menginspirasi mereka. Mourinho beberapa kali membandingkan pemain modern dengan sosok-sosok lama yang ia kagumi seperti John Terry, Frank Lampard, Javier Zanetti, Marco Materazzi, Xabi Alonso, dan Alvaro Arbeloa.
Pertanyaan besar pun muncul mengenai bagaimana ia akan menangani pemain seperti Bellingham, Vinicius Junior, Mbappe, hingga Trent Alexander-Arnold apabila benar kembali ke Bernabeu.
Jangan Lewatkan!
- Real Madrid Krisis, Iker Casillas Minta Xabi Alonso Balik
- Luis Figo Khawatir Konflik di Ruang Ganti Real Madrid Belum Berakhir
- Jadwal La Liga Pekan Ini Live di beIN Sports dan Vidio, 9-12 Mei 2026
- Jadwal Lengkap La Liga 2025/2026
- Skenario Barcelona Berpesta Juara di Depan Mata Real Madrid: 99 Persen vs 0,13 Persen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Siaran Langsung Barcelona vs Real Madrid Hari Ini
Liga Spanyol 10 Mei 2026, 23:33
LATEST UPDATE
-
Carlos Espi, 2 Gol dari 5 Tembakan
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 12:05
-
Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 11:16
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59























KOMENTAR