
Bola.net - Status Ronald Koeman seharusnya tak aman andai Barcelona sudah dipimpin presiden yang layak. Pada situasi normal, gosip pemecatan Koeman seharusnya sudah menguat karena awal musim Barca yang begitu buruk.
Untung bagi Koeman, Barca punya masalah yang lebih besar di balik layar. Saat ini kursi presiden kosong, baru akan terisi pada akhir Januari 2021 nanti. Para kandidat berlomba-lomba kampanye.
Alhasil Koeman masih relatif aman, setidaknya dia punya waktu dan ruang untuk bekerja tanpa gangguan. Meski begitu, tak segalanya manis bagi Koeman. Hasil buruk di lapangan tetap membawa konsekuensi buruk.
Apa itu? Selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Komplain untuk sang pelatih
Menukil Sport, ternyata revolusi yang dibawa Koeman tak terus mendapat respons positif dari ruang ganti, ada yang komplain.
Masalahnya bukan karena sikap Koeman menangani tim, juga bukan karena kasus minim kesempatan untuk pemain akademi. Koeman pun selaluu bersikap jujur pada pemain, tidak banyak bicara di media.
Koeman disukai para pemain sebagai pria. Dia tidak punya musuh di ruang ganti, meski sayangnya filosofi permainan yang dibawa Koeman ternyata mengundanng kritik baru-baru ini.
Sudah 10 pekan berlalu sejak musim berjalan. Barca memetik sejumlah hasil apik (10 kemenangan) pun sejumlah hasil mengecewakan (5 kekalahan).
Barca selalu kalah dari tim-tim yang lebih kuat, tim tidak bisa diandalkan.
Masalah taktik
Hasil-hasil buruk ini membuat ruang ganti tak lagi nyaman. Bahkan Antoine Griezmann berani menyalahkan sikap para pemain untuk kekalahan dari Juve kemarin.
Masih menurut Sport, meski berani mengkritik diri sendiri, para pemain pun mulai merasa ada masalah pada gaya main tim sejak kedatangan Koeman. Masalah ini terletak pada formasi 4-2-3-1.
Perubahan itu penting, tapi bagi sebagian besar pemain yang tumbuh di Barca dengan formasi 4-3-3, gaya main yang baru ini memaksa mereka membuat banyak kesalahan individu.
Singkatnya, gaya main ini menggoyang stabilitas tim. Ada empat pemain belakang, empat penyerang, dan hanya dua gelandang yang kerepotan. Akibatnya Barca tak menyerang dengan baik, pun tak bertahan dengan baik.
Coba kembali jadi 4-3-3
Ruang ganti pun merasa ada masalah struktural yang membuat aplikasi taktik 4-2-3-1 jadi sangat sulit. Pertama jelas absennya striker murni sekelas Luis Suarez membuat segalanya jadi lebih rumit.
Barca pun dihantam ketidakberuntungan. Pemain-pemain seperti Ter Stegen, Umtiti, Arauji, Pique, Sergi Roberto, Ansu Fati, Dembele, dan Coutinho bergantian cedera, sebagian malah cedera panjang.
Kabarnya para pemain sudah meminta Koeman mempertimbangkan mengembalikan taktik 4-3-3 untuk menjaga keseimbangan tim, tapi Koeman masih bergeming, setidaknya untuk saat ini.
Sumber: Sport
Baca ini juga ya!
- Krisis Finansial Bisa Paksa Barcelona Menjual Frenkie De Jong, Siapa Berminat?
- 5 Blunder Fatal di Bursa Transfer: Real Madrid dan MU Pernah jadi Korban
- Saga Transfer Musim Panas Sudah Berlalu, Messi Kini Fokus Berikan yang Terbaik untuk Barcelona
- Keuangan Memburuk, Real Madrid Minta Pemain Potong Gaji Lagi
- Eduardo Camavinga Ingin Tinggalkan Rennes, Real Madrid Siaga Satu
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Griezmann Putuskan Kontrak Sponsornya Demi Bela Suku Uighur
Bolatainment 10 Desember 2020, 23:55
-
Barcelona BU, Bayern Munchen Siap Tampung Frenkie De Jong
Bundesliga 10 Desember 2020, 21:20
-
Barcelona Lepas Samuel Umtiti di Januari 2021?
Liga Spanyol 10 Desember 2020, 17:00
-
Saingi Barcelona, Arsenal Coba Comot Eric Garcia
Liga Inggris 10 Desember 2020, 16:20
-
Ketika Barca Dikebiri Juventus di Camp Nou
Galeri 10 Desember 2020, 13:08
LATEST UPDATE
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR