
Bola.net - Real Madrid sukses meraih kemenangan saat menjamu Villarreal, Jumat (17/7/2020) dini hari WIB. Kemenangan yang sangat berarti karena tiga poin ini sekaligus memastikan gelar La Liga pulang kembali ke Madrid.
Menjamu Villarreal, Real Madrid memang hanya butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan gelar La Liga menjadi milik mereka. Dan keberuntungan tampaknya memang sedang memihak Los Blancos musim ini.
Kemenangan berhasil tim asuhan Zinedine Zidane dapatkan, dan di tempat berbeda, Barcelona yang terus berupaya mencegah pesta di ibukota justru tertunduk di kandang sendiri saat melawan Osasuna.
Pesta juara pun tak terelakkan. Real Madrid memastikan gelar La Liga ke-34 masuk ke lemari koleksi trofi mereka. Sekaligus gelar La Liga pertama semenjak mereka ditinggalkan Cristiano Ronaldo dua musim silam.
Namun bukan gelar La Liga itu saja yang menjadi sorotan. Pertandingan di Alfredo Di Stefano Stadium ini juga diwarnai kontroversi penalti. Bukan hanya proses jatuhnya Sergio Ramos yang banyak diklaim tak harusnya dihadiahi penalti, namun juga proses eksekusi tendangan penalti itu.
Seperti Apa Kontroversi itu?
Pada menit ke-73 ketika Real Madrid saat itu sudah unggul satu gol, Sergio Ramos mampu merebut bola dan kemudian merangsek hingga ke pertahanan Villarreal. Ketika memasuki kotak penalti, Ramos mendapat tantangan dari Sofian Chakla yang berusaha menghentikannya.
Ketika bola memasuki garis kotak penalti, Ramos mencoba memberikan bola ke Vinicius Junior. Namun ketika bola belum sampai ke rekan setimnya, Ramos terjatuh setelah kaki Sofian Chakla mengenai kakinya.
Wasit pun perlu bantuan dari VAR untuk melakukan cek kembali dari insiden itu. Setelah melihat VAR, wasit Alejandro Hernandez memutuskan penalti.
Penalti inexistente señalado a favor del Real Madrid, Ramos es el que golpea al jugador del Villarreal, qué escándalo. pic.twitter.com/Lv0XNt6ikT
— ZB (@ZB_Media_06) July 16, 2020
Namun kontroversi tak berhenti di sana. Sergio Ramos yang maju sebagai eksekutor penalti membuat kontroversi lain. Alih-alih melakukan eksekusi langsung, kapten Los Blancos tersebut justru memberikan umpan pendek untuk kemudian ditendang Karim Benzema yang datang dari belakangnya.
Namun eksekusi penalti ini dibatalkan oleh wasit. Mengapa?
Penalti Harus Diulang
Gaya penalti seperti ini sejatinya bukan yang pertama terjadi di dunia sepak bola. Jauh sebelum kontroversi penalti Ramos-Benzema tersebut, Johan Cruyff dan Jesper Olsen pada 1982 silam pernah melakukannya di Ajax Amsterdam.
Tak hanya itu, Thierry Henry dan Robert Pires di Arsenal juga pernah melakukannya. Sementara di La Liga, dua bintang Barcelona, Lionel Messi dan Luis Suarez juga pernah melakukannya pada 2016 silam.
Namun mengapa penalti Ramos-Benzema tersebut tak disahkan wasit, dan meminta untuk diulang?
Usut punya usut, ternyata penalti ini harus diulang karena Benzema terlalu cepat masuk ke area kotak penalti sebelum Ramos menyentuh bola. Posisi Benzema ketika menerima bola ini juga yang diprotes oleh pemain Villarreal.
Di kesempatan kedua, Ramos dan Benzema tak 'main-main' lagi. Kali ini Karim Benzema yang maju sebagai eksekutor, dan sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Gol itu memastikan kemenangan Los Blancos dan sekaligus mengunci gelar La Liga menjadi milik mereka.
Reaksi Netizen: Messi-Suarez Lebih Mulus Eksekusinya
At least this is one thing that Barcelona do better than Real Madrid. The "pass-penalty" that Messi and Suárez did was pretty botched by Ramos and Benzema pic.twitter.com/QUDIWkYRsU
— Jonas Giæver (@CheGiaevara) July 16, 2020
Reaksi Netizen: Jenius Bukan untuk Semua Orang
Since Cruyff and Olsen successfully did that penalty pass, Only Lionel Messi 🐐 and Luis Suarez have been able to pull it off.
— Edmund 💉 (@EdmundOris) July 16, 2020
Pires and Thierry Henry, Sergio Ramos and Benzema have all tried and failed woefully.
Genius isn’t for everyone.
Reaksi Netizen: Messi-Suarez Harusnya Latih Ramos-Benzema
Messi e Suárez ensinando a Sergio Ramos e Benzema como fazer 😂 pic.twitter.com/4xy56gP8Jk
— Sala12 (@OficialSala12) July 16, 2020
Reaksi Netizen: Apa Memang Harus ada Dramanya?
All Sergio Ramos had to do was let Benzema take the penalty but of course we had to be dramatic about it 🤣🤣🤣🤣 #HalaMadrid
— Chief (@ChiefPunter) July 16, 2020
Reaksi Netizen: Mencoba Tiru Messi tapi Tak Berhasil
El estrambótico penalti de Sergio Ramos y Benzema que dará la vuelta al mundo. Intentaron imitar el famoso penalti de Cruyff con el Ajax y el de Messi en Barcelona pero no salió bien. pic.twitter.com/QtOiHd0kM3
— mundi (@kranvitter) July 17, 2020
"Penalti Sergio Ramos ke Benzema akan dilihat dunia. Mereka mencoba meniru penalti terkenal Cruyff dengan Ajax dan Messi di Barcelona tetapi itu tidak berjalan dengan baik."
Baca Artikel Menarik ini Juga Bolaneters!
- Real Madrid Juara! Ini Klasemen Pekan ke-37 Liga Spanyol 2019/2020
- Respek! Barcelona Beri Ucapan Selamat Juara La Liga 2019/2020 untuk Real Madrid
- Real Madrid Juara La Liga Tanpa Cristiano Ronaldo, Netizen: Zinedine Zidane Jenius!
- Reaksi Pemain Real Madrid Usai Pastikan Trofi La Liga Kembali ke Pangkuan Mereka
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Zinedine Zidane: Ini Hari Terbaik dalam Karir Saya!
Liga Spanyol 17 Juli 2020, 18:00
-
Meski Jadi Juara, Real Madrid Tidak akan Belanja Besar di Musim Panas
Liga Spanyol 17 Juli 2020, 17:00
-
Trofi La Liga, Akhir Manis dari Kerja Keras Real Madrid
Liga Inggris 17 Juli 2020, 16:50
LATEST UPDATE
-
Hasil Napoli vs Lecce: Partenopei Selamat dari Kekalahan Setelah Tertinggal 0-2
Liga Italia 8 Januari 2026, 03:37
-
Prediksi Arsenal vs Liverpool 9 Januari 2026
Liga Inggris 8 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Milan vs Genoa 9 Januari 2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Atletico Madrid vs Real Madrid 9 Januari 2026
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 02:00
-
Tempat Menonton Man City vs Brighton: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 01:09
-
Prediksi PSG vs Marseille 9 Januari 2026
Liga Eropa Lain 8 Januari 2026, 01:00
-
Tempat Menonton Fulham vs Chelsea: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 00:35
-
BRI Super League: Persebaya Menggebrak dengan Pelatih dan 2 Pemain Asing Baru
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 21:57
-
Rodrygo Naik Level: Dari Cadangan Jadi Andalan Baru Real Madrid
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 21:34
-
AC Milan Pilih Jadi Penonton Persaingan Scudetto Serie A 2025/2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 20:48
-
Tiket Early Bird KLBB 2026 Ludes Secepat Kilat, Habis Tak Sampai Satu Jam
Lain Lain 7 Januari 2026, 20:38
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR