
Bola.net - Kepastian cabang olahraga tenis yang kini diperjuangkan agar dapat dipertandingkan di SEA Games 2013, masih menunggu keputusan negara tuan rumah, Myanmar.
"Kepastiannya tinggal menunggu keputusan dari Myanmar sebagai tuan rumah," kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Djoko Pekik pada hari Kamis (18/4).
Menurut Djoko, tenis sangat mungkin bisa dipertandingkan pada turnamen terbesar se-Asia Tenggara yang berlangsung Desember mendatang tersebut. Hal ini karena cabang olahraga ini telah didukung oleh asosiasi tenis se-Asia Tenggara.
"Apalagi tenis juga dipertandingkan di Olimpiade," lanjut Djoko.
Djoko juga telah meminta Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo dan Ketua Umum PP Pelti, Maman Wirjawan agar terus berupaya melakukan pendekatan kepada pihak Myanmar.
Dari rapat SEA Games Council Meeting di Naypyidaw, Myanmar, 28-29 Januari lalu, diputuskan hanya 33 cabang yang dipertandingkan. Cabang tenis termasuk yang gagal diperjuangkan karena tidak mendapat dukungan yang dibutuhkan dari Komite Olimpiade Nasional (NOC) anggota Federasi SEA Games, termasuk tuan rumah, Myanmar.
Padahal tenis berpotensi sebagai penyumbang medali emas Indonesia. Pada SEA Games 2011, tenis menyumbang empat medali emas dari nomor tunggal putra, ganda putra, beregu putra, dan beregu putri. (ant/kny)
"Kepastiannya tinggal menunggu keputusan dari Myanmar sebagai tuan rumah," kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Djoko Pekik pada hari Kamis (18/4).
Menurut Djoko, tenis sangat mungkin bisa dipertandingkan pada turnamen terbesar se-Asia Tenggara yang berlangsung Desember mendatang tersebut. Hal ini karena cabang olahraga ini telah didukung oleh asosiasi tenis se-Asia Tenggara.
"Apalagi tenis juga dipertandingkan di Olimpiade," lanjut Djoko.
Djoko juga telah meminta Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo dan Ketua Umum PP Pelti, Maman Wirjawan agar terus berupaya melakukan pendekatan kepada pihak Myanmar.
Dari rapat SEA Games Council Meeting di Naypyidaw, Myanmar, 28-29 Januari lalu, diputuskan hanya 33 cabang yang dipertandingkan. Cabang tenis termasuk yang gagal diperjuangkan karena tidak mendapat dukungan yang dibutuhkan dari Komite Olimpiade Nasional (NOC) anggota Federasi SEA Games, termasuk tuan rumah, Myanmar.
Padahal tenis berpotensi sebagai penyumbang medali emas Indonesia. Pada SEA Games 2011, tenis menyumbang empat medali emas dari nomor tunggal putra, ganda putra, beregu putra, dan beregu putri. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nasib Tenis di SEA Games 2013 Ada di Tangan Myanmar
Tenis 18 April 2013, 21:20
-
Wailan Walalangi Bertekad Bangun Kejayaan Tenis Indonesia
Tenis 9 November 2012, 22:00
-
Kakak Kandung Gita Wirjawan Siap Gantikan Martina Wijaya
Tenis 9 November 2012, 16:25
-
November, PP Pelti Gelar Musyawarah Nasional
Tenis 4 September 2012, 18:30
-
Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Davis
Tenis 4 September 2012, 17:45
LATEST UPDATE
-
Luis De La Fuente: Belgia Dulu, Baru Prancis!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 15:00
-
Romelu Lukaku: Belgia Punya Semua yang Dibutuhkan untuk Jegal Spanyol!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 14:30
-
AC Milan Segera Rampungkan Rekrutan Kedua di Musim Panas Ini
Liga Italia 10 Juli 2026, 14:06
-
Pelatih Ungkap Alasan Persib Bandung Terus Buru Pemain Baru
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 13:34
-
Ederson Ternyata Sudah di Manchester, Sedikit Lagi Jadi Pemain MU?
Liga Inggris 10 Juli 2026, 10:59
-
Dari Lapangan Sampai Nongkrong, Ini Cara Tetap Segar Setelah Main Bola
Lain Lain 10 Juli 2026, 09:21
-
Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Timnas Prancis Catatkan Rekor Baru!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 09:02
-
Tes Medis Lancar, MU Resmikan Transfer Andrey Santos Hari Ini
Liga Inggris 10 Juli 2026, 08:37
-
Andrey Santos Beres, MU Tuntaskan Transfer Ketiga Di Musim Panas ini!
Liga Inggris 10 Juli 2026, 08:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR