
Bola.net - Federasi Sepak Bola ASEAN telah menggelar drawing untuk pembagian grup Piala AFF 2022. Turnamen tingkat Asia Tenggara itu akan bergulir pada 22 Desember mendatang.
Indonesia, Thailand, Filipina, Kamboja dan Timor Leste/Brunei Darussalam menghuni grup A. Sementara grup B diisi Vietnam, Singapura, Malaysia, Myanmar dan Laos.
Sejak digelar pertama kali dengan nama Piala Tiger pada 1996, Piala AFF selalu berlangsung ketat. Akan tetapi, jika bicara distribusi trofi, hanya ada 4 tim yang mampu meraih gelar.
Dalam daftar tersebut, tidak ada nama Indonesia. Skuad Garuda hanya menjadi spesialis runner-up dari 6 kali penampilannya di final.
Berikut 4 negara peraih gelar Piala AFF sejak tahun 1996. Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters.
Malaysia

Timnas Malaysia pernah memenangi gelar Piala AFF. Akan tetapi, Harimau Malaya hanya satu kali membawa pulang trofi paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut.
Malaysia menjuarai Piala AFF edisi 2010. Mereka mengalahkan Timnas Indonesia dengan agregat 4-2 di final yang berlangsung dalam dua leg.
Leg pertama, Malaysia menang 3-0 di Kuala Lumpur. Sementara leg kedua yang berlangsung di Jakarta, dimenangkan Timnas Indonesia 2-1.
Vietnam

Timnas Vietnam menjadi kampiun Piala AFF sebanyak 2 kali. Trofi pertama diraih pada edisi 2008, sedangkan gelar kedua didapatkan sepuluh tahun kemudian.
Pada Piala AFF 2008, Vietnam mengalahkan Thailand dengan agregat 3-2. The Golden Stars menang 2-1 di leg pertama, kemudian bermain imbang 1-1 di leg kedua.
Sementara pada final 2018, Vietnam mengalahkan Malaysia. Diawali hasil imbang 2-2 di leg pertama, dan kemenangan 1-0 pada leg kedua.
Singapura

Timnas Singapura tergolong sukses pada gelaran Piala AFF. Sebanyak 4 gelar diraih pada turnamen antar negara paling bergengsi di Asia Tenggara itu.
Singapura meraih trofi pertamanya pada edisi 1998. Kesuksesan berlanjut pada Piala AFF 2004, 2007 dan terakhir 2012.
Tim yang dikalahkan di final juga tidak tanggung-tanggung. Singapura menumbangkan Thailand, Vietnam hingga Timnas Indonesia.
Thailand

Timnas Thailand masih menjadi peraih gelar terbanyak Piala AFF. Tim Gajah Perang memenangkan 6 dari 13 kali turnamen di ASEAN itu digelar.
Thailand juga menjadi tim pertama yang memenangkan ajang tersebut pada tahun 1996. Mereka mengalahkan Malaysia 1-0 di partai final.
Sementara, gelar terakhir diraih Thailand pada Piala AFF 2020. Tim Gajah Perang mengalahkan Timnas Indonesia dengan agregat 6-2.
(Bola.net/Mustopa El Abdy)
Baca Juga:
- Piala AFF 2022: Media Vietnam Nilai Malaysia Lawan yang Lebih Mudah Ketimbang Timnas Indonesia
- Rekor Pertemuan Timnas Indonesia dengan Penghuni Grup A Piala AFF 2022, Thailand Paling Berat?
- Ini Lawan Terberat Timnas Indonesia di Piala AFF 2022 Versi Shin Tae-yong
- Mantap! Shin Tae-yong Bakal Siapkan Timnas Indonesia Untuk Jadi Juara Piala AFF 2022
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
4 Negara Peraih Gelar Piala AFF Terbanyak, Thailand Masih Nomor Satu!
Tim Nasional 30 Agustus 2022, 22:05
-
Ini Lawan Terberat Timnas Indonesia di Piala AFF 2022 Versi Shin Tae-yong
Tim Nasional 30 Agustus 2022, 20:00
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Lecce vs Roma - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 6 Januari 2026, 17:00
-
AC Milan Cari Bek Baru, Nathan Ake Jadi Peluang atau Sekadar Mimpi?
Liga Italia 6 Januari 2026, 15:28
-
Prediksi West Ham vs Nottingham Forest 7 Januari 2026
Liga Inggris 6 Januari 2026, 15:19
-
Luapan Emosi Gonzalo Garcia Usai Cetak Hattrick di Laga Madrid vs Betis
Liga Spanyol 6 Januari 2026, 14:57
-
Prediksi Pisa vs Como 6 Januari 2026
Liga Italia 6 Januari 2026, 14:43
-
Sebut Wasit Mafia, Fabio Capello Buru-buru Beri Klarifikasi Penting
Liga Italia 6 Januari 2026, 14:13
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
























KOMENTAR