Cerita Eksklusif Pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov: Saat SBY Turun ke Lapangan Demi Timnas Indonesia

Bola.net - Senayan hampir dua dekade silam masih menyisakan getaran di hati Aleksandar Dimitrov. Pelatih yang kini menakhodai Timnas Bulgaria itu tak bisa melupakan momen magis saat ia berdiri di pinggir lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Piala Asia 2007.
Dimitrov bukan orang asing bagi publik sepak bola tanah air. Sebelum sukses di Eropa, pria berusia 49 tahun ini menempa karier kepelatihannya di Indonesia sebagai tangan kanan Ivan Kolev, baik di Persipura Jayapura maupun Skuad Garuda.
Kenangan itu kembali menyeruak dalam obrolan eksklusifnya bersama Bola.com. Bagi Dimitrov, atmosfer sepak bola Indonesia kala itu bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah pesta nasional yang megah dan penuh totalitas.
Dukungan pemerintah dan PSSI saat itu dianggapnya sebagai standar emas dalam mengelola sebuah turnamen besar. Ia melihat bagaimana seluruh elemen bangsa bersatu demi menyukseskan gelaran yang tersebar di empat negara Asia Tenggara tersebut.
"Saya ingat organisasi dan persiapan Piala Asia 2007 sangat bagus. PSSI dan Pemerintah Indonesia memberikan perhatian luar biasa, termasuk kucuran dana yang besar," ungkap Dimitrov mengenang masa-masa tersebut.
Gemuruh Senayan dan Tumbangnya Bahrain

Ingatan Dimitrov langsung melayang pada riuhnya SUGBK yang berubah menjadi lautan merah setiap kali Indonesia berlaga. Atmosfer stadion yang sesak oleh suporter memberikan energi tambahan bagi Bambang Pamungkas dan kolega untuk tampil spartan.
Indonesia memang tidak sekadar menjadi pelengkap panggung saat itu. Kemenangan dramatis 2-1 atas Bahrain menjadi bukti sahih bahwa Garuda mampu mematuk lawan yang secara peringkat jauh di atas mereka.
"Kami mendapat dukungan luar biasa dari penggemar dan memainkan tiga pertandingan yang sangat hebat. Kami berhasil mengalahkan Bahrain," ujarnya dengan nada bangga.
Meski akhirnya harus menelan kekalahan tipis dari Arab Saudi dan Korea Selatan, performa timnas tetap dipuji habis-habisan. Kekalahan 0-1 dari Korea Selatan pun dirasa Dimitrov sebagai salah satu penampilan terbaik yang pernah ditunjukkan anak asuhnya kala itu.
"Kami hanya kalah tipis dari tim papan atas seperti Korea Selatan. Saya masih ingat betul stadion yang penuh sesak saat itu," imbuhnya memuji ketangguhan fisik dan mental pemain Indonesia.
Rasa Hormat Presiden di Tengah Lapangan
Ada satu fragmen sejarah yang paling membekas di benak Dimitrov dan sulit dicari tandingannya di negara lain. Yakni ketika Presiden Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), turun langsung ke lapangan setelah laga melawan Korea Selatan berakhir.
Bukannya kecewa karena kekalahan, SBY justru menghampiri para pemain dan ofisial satu per satu. Presiden menyalami mereka sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan yang luar biasa di atas rumput hijau.
"Dukungan dari semua orang sungguh luar biasa. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono datang ke lapangan setelah laga kontra Korea Selatan untuk menunjukkan rasa hormatnya," kenang Dimitrov.
Tindakan sang Presiden di depan ribuan pasang mata itu menjadi simbol penghargaan tertinggi bagi kerja keras tim pelatih dan pemain. Dimitrov mengaku sangat terkesan dengan kerendahan hati dan dukungan moral yang diberikan kepala negara saat itu.
"Beliau menunjukkan rasa hormat yang besar kepada pemain dan pelatih di lapangan. Saya sangat berterima kasih untuk momen itu," tutupnya mengakhiri cerita tentang salah satu babak terindah dalam karier sepak bolanya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Carlos Espi, 2 Gol dari 5 Tembakan
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 12:05
-
Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 11:16
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR