Dilarang Main Medsos! Kebijakan Ketat Kurniawan demi Fokus Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026

Dilarang Main Medsos! Kebijakan Ketat Kurniawan demi Fokus Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026
Starting XI Timnas Indonesia U-17 dalam laga versus China, Rabu (11/2/2026). (c) Bola.net/Abdul Aziz

Bola.net - Timnas Indonesia U-17 tengah berjuang di ajang Piala AFF U-17 2026 dengan performa yang menjanjikan. Pada laga pembuka, Garuda Muda tampil dominan dengan kemenangan 4-0 atas Timor Leste.

Hasil tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi laga berikutnya. Indonesia dijadwalkan bertemu Malaysia pada matchday kedua di Stadion Gelora Joko Samudro, Kamis (16/4) malam WIB.

Di tengah persiapan tersebut, pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menerapkan kebijakan khusus bagi para pemain. Aturan ini bertujuan menjaga fokus tim selama turnamen berlangsung.

Langkah tersebut tidak lepas dari usia pemain yang masih sangat muda. Mereka dinilai rentan terhadap distraksi, terutama dari luar lapangan.

Karena itu, Kurniawan mengambil keputusan tegas dengan membatasi penggunaan ponsel dan melarang akses media sosial. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas mental tim.

1 dari 3 halaman

Larangan Media Sosial Selama Turnamen

Kurniawan Dwi Yulianto ketika hadir pada undian fase grup Piala AFF U-17 2026 (c) Bagaskara Lazuardi

Kurniawan Dwi Yulianto ketika hadir pada undian fase grup Piala AFF U-17 2026 (c) Bagaskara Lazuardi

Kurniawan secara tegas melarang pemainnya mengakses media sosial selama turnamen berlangsung. Ia menilai hal tersebut bisa mengganggu konsentrasi pemain.

Komentar negatif maupun tekanan dari publik berpotensi memengaruhi mental pemain muda. Karena itu, akses terhadap media sosial ditutup sepenuhnya.

"Memang ada. Dalam aturan selama pemusatan latihan (TC), kami membatasi penggunaan telepon hanya 2-3 jam per hari," buka Kurniawan.

"Khusus di kejuaraan seperti AFF maupun AFC, pemain dilarang membuka media sosial apa pun. Ini bagian dari pengorbanan mereka," imbuh Kurniawan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap pemain. Fokus utama mereka adalah pertandingan, bukan distraksi eksternal.

2 dari 3 halaman

Antisipasi Gangguan Mental Pemain Muda

Starting Timnas Indonesia U-17. (c) dok.KitaGaruda

Starting Timnas Indonesia U-17. (c) dok.KitaGaruda

Kurniawan menyadari bahwa faktor mental menjadi aspek krusial dalam perkembangan pemain muda. Karena itu, ia tidak ingin mengambil risiko.

Meski percaya dengan kekuatan mental anak asuhnya, ia tetap merasa perlu melakukan langkah pencegahan. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas performa.

"Kami tidak bisa sepenuhnya mengontrol mentalitas atau pikiran pemain, jadi kami antisipasi dengan membatasi hal tersebut agar mereka tetap fokus," katanya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa aspek psikologis mendapat perhatian serius dalam tim. Tidak hanya soal teknik dan taktik, tetapi juga kesiapan mental.

Lingkungan yang kondusif menjadi kunci agar pemain bisa berkembang secara optimal. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan kondisi tersebut.

3 dari 3 halaman

Aturan Berlaku untuk Seluruh Tim

Selebrasi pemain Timnas Indonesia U-17 usai mencetak gol ke gawang Timor Leste di Piala AFF U-17 2026. (c) KitaGaruda.id

Selebrasi pemain Timnas Indonesia U-17 usai mencetak gol ke gawang Timor Leste di Piala AFF U-17 2026. (c) KitaGaruda.id

Menariknya, kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi pemain. Seluruh elemen tim, termasuk staf ofisial, juga harus mematuhinya.

Kurniawan ingin memastikan bahwa semua pihak berada dalam satu frekuensi yang sama. Fokus penuh pada turnamen menjadi prioritas utama.

"Aturan ini tidak hanya berlaku untuk pemain, tetapi juga seluruh staf ofisial. Jadi semua yang ada di tim benar-benar fokus untuk kejuaraan," tutup Kurniawan.

Pendekatan kolektif ini memperkuat solidaritas dalam tim. Semua individu memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga fokus.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL