
Bola.net - Sandy Walsh dipastikan menjadi pemain yang masuk dalam proyek naturalisasi untuk bisa membela Timnas Indonesia. Proses naturalisasi Sandy Walsh tengah berjalan dan dokumen sakti dari Purworejo menjadi kuncinya.
PSSI, berdasarkan pada rekomendasi dari Shin Tae-yong, mengajukan beberapa nama pemain untuk masuk dalam program naturalisasi. Awalnya, ada empat nama yang diajukan. Tapi, kini hanya dua yang diproses.
Dua pemain yang proses naturalisasinya tengah berjalan adalah Sandy Walsh dan Jordi Amat. PSSI cukup ketat dalam memilih pemain. Bukan hanya harus mendapat restu Shin Tae-yong, tetapi juga harus punya keturunan Indonesia dari leluhurnya.
Simak informasi lengkap tentang cerita di balik naturalisasi Sandy Walsh dan Jordi Amat di bawah ini ya Bolaneters.
Kirim Dokumen dari Purworejo

Anggota Komite Eksekutif PSSI, Hasan Abdulgani menyatakan dua pemain itu memang sudah melengkapi segala dokumen yang dibutuhkan untuk melakukan naturalisasi. Dari dokumen itu pun diketahui asal garis keturunan Walsh dan Amat.
“Pertama yang kirim dokumen itu Walsh dan Amat, Sandy Walsh bilang kakek dan neneknya orang Indonesia dia kirim dokumen itu, neneknya lahir di Purworejo, Jawa Tengah. Kakeknya lahir di Surabaya, Jawa Timur,” ujar Hasan dilansir dari kanal Youtube, Tommy Desky belum lama ini.
“Lalu Jordi Amat itu neneknya orang Indonesia. Neneknya itu lahir di Makassar. Dari sisi dokumen itu FIFA nggak masalah untuk kami lanjut naturalisasi,” lanjutnya.
Hilgers dan Diks Ragu

Dalam kesempatan itu, Hasan Abdulgani juga menjelaskan kondisi dua pemain keturunan lain yang juga sempat masuk rencana naturalisasi. Dua pemain yang dimaksud adalah Kevin Diks dan Mees Hilgers.
Menurut Hasan, dua pemain itu sempat yakin untuk pindah jadi WNI. Namun, mereka terhalang restu orang tua masing-masing. Satu hal yang menghalangi adalah kebijakan pemerintah Indonesia yang hanya mengakui sistem kewarganegaraan tunggal.
Artinya, jika Hilgers dan Diks menerima tawaran untuk jadi WNI mereka harus melepas paspor negara sebelumnya yang sempat mereka miliki.
“Ibunya Hilgers orang Manado, tapi sudah jadi warga negara Belanda. Diks itu dari Maluku. Mereka yang dua itu janji Februari mau kirim dokumen dan minggu lalu saya bilang agar proses ini secepatnya agar Juni bisa main di kualifikasi Piala Asia,” ujar Hasan.
“Lalu last minutes, pemainnya sudah mau dia tiba-tiba bilang saya mesti bicara dengan orang tua mereka. Ternyata orang tuanya berpikir di Indonesia juga menganut dua kewarganegaraan. Untung ruginya tentu ada, kalau berstatus WNI karena apalagi harus pindah ke Liga Inggris kan susah, pemain ini masih terlalu muda dan punya masa depan yang baik orang tuanya ragu,” jelas Hasan.
Proses Dipercepat

Menurut Hasan Abdulgani, proses naturalisasi pemain keturunan di Indonesia biasanya memakan waktu yang lama. Kasus tercepat dialami oleh Marc Klok yang hanya membutuhkan waktu lima bulan untuk beralih jadi WNI.
Namun, Hasa menyatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak terkait untuk mempercepat proses naturalisasi Sandy Walsh dan Jordi Amat. Sebab, tenaga keduanya sangat dibutuhkan Timnas Indonesia di ajang kualifikasi Piala Asia 2023 yang berlangsung Juni nanti.
“Pengalaman yang ada itu yang paling cepat itu Klok, itu lima bulan. Tapi kami katakan kepada Menpora, kami butuh pemain ini untuk penyisihan Piala Asia bulan Juni. Kita harapkan sebulan sebelumnya sudah jadi WNI,” ujarnya.
“Menpora tidak berani berjanji, dia bilang saya akan bantu secepatnya. Beliau akan bicara dengan Menkumham,” tandas sosok berkacamata itu.
Disadur dari Bola.com: Hery Kurniawan/Wiwig Prayugi, 17 Februari 2022
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Sandy Walsh Ngebet Bela Timnas Indonesia, Pengin Jadi WNI di Bulan April 2022
- Ini Catatan Statistik Empat Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
- PSSI Bertemu Kemenpora Besok, Bahas Naturalisasi 4 Pemain Keturunan untuk Timnas Indonesia
- Shin Tae-yong Minta Proses Naturalisasi Pemain Keturunan Dipercepat
- Sip! Dokumen Naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh Komplet, Sudah Dioper PSSI ke Menpora
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ngopi Bareng Shin Tae-yong, Exco PSSI Ceritakan Isi Pertemuannya
Bola Indonesia 17 Februari 2022, 22:01
-
Berkah Pratama Arhan, Followers Instagram Tokyo Verdy Lampaui Klub-klub Elite Jepang
Tim Nasional 17 Februari 2022, 17:15
-
Main di Jepang, Asisten Shin Tae-yong Beri Petuah ke Pratama Arhan
Tim Nasional 17 Februari 2022, 16:57
-
Daftar 27 Pemain Indonesia yang Membela Klub Luar Negeri
Tim Nasional 17 Februari 2022, 15:13
LATEST UPDATE
-
4 Pemain yang Berpotensi Dilepas Arsenal pada Musim Panas 2026/2027
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 00:27
-
Kabar Baik dari Persija Jakarta: Shin Tae-yong Ungkap Kondisi Radovan Pankov
Bola Indonesia 19 Agustus 2026, 23:25
-
Tijjani Reijnders Resmi Gabung Al-Qadsiah dengan Mahar Rp1,1 Triliun
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 22:50
-
Timnas Voli Putra Indonesia Menang 3-0 atas Kamboja, Modal Positif Jelang Asian Games 2026
Voli 19 Agustus 2026, 22:34
-
Final Piala AFF 2026: Vietnam Tantang Thailand, Leg Pertama Digelar di Bangkok
Tim Nasional 19 Agustus 2026, 22:17
-
Wayne Rooney Kirim Pesan untuk Marcus Rashford: Ini yang Harus Diubah
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 21:01
-
Manchester United Terancam Gagal Dapatkan Pengganti Luke Shaw
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 20:06
-
Barcelona Sempat Hubungi Inter Milan soal Lautaro Martinez
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:36
-
6 Transfer Besar yang Bisa Meledak Sepekan Jelang Premier League 2026/2027 Dimulai
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 19:21
-
Barcelona Siap Dengarkan Tawaran untuk Raphinha, Al-Hilal Mengintai
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:06
-
Arsenal Selangkah Lagi Dapatkan Ezri Konsa dari Aston Villa
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 18:36
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR