
Bola.net - PSSI kembali bergerak memperkuat fondasi Timnas Indonesia untuk jangka panjang. Kali ini, federasi tengah mengurus proses naturalisasi enam pemain yang diproyeksikan menambah kedalaman skuad Garuda.
Dari enam nama yang disebut sedang diproses, dua pemain sudah lebih dulu mencuri perhatian publik. Mereka adalah Luke Vickery dan Mitchell Baker yang belakangan ramai dikaitkan dengan Timnas Indonesia.
Kabar mengenai Luke Vickery semakin menguat setelah dirinya sempat terlihat dalam unggahan media sosial Marc Klok. Meski foto tersebut kemudian dihapus, kemunculannya memunculkan spekulasi mengenai keterlibatannya dalam agenda Timnas Indonesia.
Langkah PSSI ini ternyata bukan semata-mata untuk menambah jumlah pemain. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa kebutuhan utama Timnas Indonesia saat ini adalah memperkuat kedalaman skuad agar mampu bersaing secara konsisten di level internasional.
PSSI Siapkan Generasi Baru Timnas Indonesia

Nama Luke Vickery sebenarnya bukan sosok yang benar-benar baru dalam pembahasan naturalisasi. Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Hukum Noor Korompot sempat menyebut bahwa Vickery dan Mitchell Baker akan datang dalam rangkaian FIFA Matchday Juni 2026.
Meski begitu, Erick Thohir meminta publik untuk bersabar menunggu seluruh proses administrasi berjalan sesuai prosedur. Ia menegaskan bahwa saat ini semua masih berada dalam tahap pengurusan.
"Belum, nanti masih proses. Masih proses, masih proses. Ya proses, sabar, sabar. Yang penting kan di bulan ini U-19 kita juga bertanding," ucap Erick Thohir.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa PSSI tidak hanya fokus pada tim senior. Pengembangan pemain muda juga menjadi bagian penting dalam peta jalan sepak bola nasional yang sedang dibangun federasi.
Kedalaman Skuad Jadi Alasan Utama

Erick menjelaskan bahwa kebutuhan akan pemain baru berkaitan erat dengan risiko yang selalu muncul dalam sepak bola modern. Cedera pemain menjadi salah satu faktor yang membuat sebuah tim harus memiliki stok pemain berkualitas di setiap posisi.
"Pemain kan kadang-kadang dengan keterbatasan umur, bisa juga cedera yang tidak diinginkan. Ya kita harus antisipasi. Seperti Milano kan sampai sekarang belum bisa kembali merumput," kata Erick.
"Marselino yang kita harapkan bisa, usianya masih muda, belum bisa kembali. Terus juga kemarin Jay cedera, Mees Hilgers juga belum kembali. Jadi ya memang kita memang perlu dua kali 11, tiga kali 11 untuk sebagai pelapis."
Menurut Erick, tim nasional yang kuat harus memiliki kedalaman skuad yang memadai untuk menghadapi berbagai situasi sepanjang musim. Kehadiran pemain pelapis dengan kualitas setara akan membuat tim tetap kompetitif meski diterpa masalah cedera atau absensi pemain utama.
"Yang selalu kita sampaikan kayak tim Jepang sendiri kan tebel sekali, 5 kali 11 kan mereka bisa main di tingkat-tingkat yang sangat tinggi saat ini. Cukup ya? Nanti ke John aja," tutupnya.
Baca Ini Juga
- Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Menang 3-0 Lawan Oman: Naik 4 Peringkat!
- Man of the Match Timnas Indonesia vs Oman: Emil Audero
- REKOR! Mathew Baker Ukir Sejarah sebagai Debutan Termuda Timnas Indonesia
- 11 Momen Krusial Timnas Indonesia vs Oman: Gol Spesial Justin Hubner, Emil Audero Gagalkan Penalti Sultan, Mathew Baker Debut!
- Hasil Timnas Indonesia vs Oman: Garuda Hancurkan Negara Peringkat ke-79 Ranking FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Liverpool Jalani Pramusim, 8 Pemain Ini Butuh Penampilan Impresif
Liga Inggris 24 Juli 2026, 01:00
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34





















KOMENTAR