
Bola.net - Lini belakang kerap jadi penentu hasil pertandingan dalam sepak bola. Bila pertahanan keropos, kemungkinan menelan kekalahan akan lebih besar.
Di Indonesia, persoalan lemahnya koordinasi dan konsentrasi pemain di lini belakang sering menjadi sumber masalah. Tidak hanya di level klub, tetapi juga Timnas Indonesia, baik kelompok umur maupun senior.
Tapi jangan tanya soal kemampuan menyerang, terutama akselerasi dari sektor sayap. Indonesia punya begitu banyak penyerang cepat. Hal itu sering memberi kewaspadaan tersendiri dari tim lawan.
Namun sekali lagi pertahanan sering memegang peran penting. Oleh sebab itu, tidak salah bila skuat Garuda Select generasi kedua yang sekarang sedang berlatih dan beruji coba di Inggris, lebih banyak menerima menu strategi bertahan.
Hal itu seperti dikatakan Rizky Sudirman, kiper Garuda Select. Ia bisa berkomentar kalau tim pelatih Garuda Select lebih berat membenahi pertahanan karena menjadi salah satu pemain dari angkatan pertama Garuda Select yang sekarang ikut lagi.
"Saya melihat itu dari metode latihannya. Kalau sekarang lebih fokus banget ke defense," ujar Rizky di Conference Aston, Birmingham, Inggris.
Baca halaman berikutnya ya Bolaneters
Nyaman
Menurut kiper milik Persija Jakarta ini, metode latihan Garuda Select di angkatan kedua membuatnya lebih nyaman. Sangat menunjang posisinya sebagai kiper.
"Saya juga dituntut harus komunikasi dengan pemain belakang. Biar lebih kompak lagi," tutur Rizky.
Mengenai trik apa yang diberikan tim pelatih dalam membangun komunikasi dengan rekan-rekan di lini belakang, Rizky mengaku ada banyak hal yang diberikan.
"Pelatih kiper pasti memberi tahu kalau bola ke mana, kita harus bergerak atau geser ke mana. Harus memberi tahu pemain belakangnya," imbuhnya.
Sementara itu pada 25 Februari mendatang, Garuda Select akan berlatih tanding melawan Preston North End U-18. Duel tersebut bisa disaksikan di sini.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Baca Juga:
- Pemain Garuda Select Punya Modal Besar Bersaing Masuk Timnas Indonesia di Piala Dunia U-20
- Cara Pemain Garuda Select Mengatasi Penyakit Homesick, dari Masak sampai Video Call
- Tempat Favorit Penggawa Garuda Select Melepas Rindu dengan Kuliner Indonesia
- Melawan Rasa Lelah, 16 Jam Perjalanan ke Birmingham, Inggris, Demi Garuda Select
- Hari Kedua Bola.net di Birmingham: Menengok Lokasi Latihan Garuda Select
- Pemain Muda PSM Ungkap Kunci Konsistensi di Garuda Select
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Garuda Select Angkatan Kedua Membuat Pemain Muda Lebih Kuat dalam Bertahan
Tim Nasional 23 Februari 2020, 18:38
-
Polemik Abduh Lestaluhu, Persebaya Harap PSSI dan LIB Objektif
Bola Indonesia 22 Februari 2020, 23:41
-
Gelar Rakor dengan Kepolisian, PSSI Ingin Cocokkan Jadwal Liga 1 2020
Bola Indonesia 20 Februari 2020, 17:49
-
Bonek Pertanyakan Kredibilitas Asprov PSSI Jatim Menggelar Piala Gubernur
Bola Indonesia 20 Februari 2020, 10:10
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Sassuolo vs Juventus: Jonathan David
Liga Italia 7 Januari 2026, 05:16
-
Hasil Sassuolo vs Juventus: Jay Idzes Tak Berkutik, Bianconeri Menang Besar
Liga Italia 7 Januari 2026, 04:49
-
Hasil Lecce vs Roma: I Giallorossi Sukses Curi 3 Poin di Via del Mare
Liga Italia 7 Januari 2026, 03:57
-
Prediksi Burnley vs Man United 8 Januari 2026
Liga Inggris 7 Januari 2026, 03:15
-
Prediksi Parma vs Inter 8 Januari 2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Man City vs Brighton 8 Januari 2026
Liga Inggris 7 Januari 2026, 02:30
-
Prediksi Fulham vs Chelsea 8 Januari 2026
Liga Inggris 7 Januari 2026, 02:30
-
Jadwal Lengkap Piala Super Spanyol 2026, 8-12 Januari 2026
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 02:05
-
Prediksi Barcelona vs Athletic Club 8 Januari 2026
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 02:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40




















KOMENTAR