Jacksen Tiago Optimistis Timnas Indonesia Bisa Bersaing dengan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Bola.net - Jacksen Tiago buka suara soal peluang Indonesia pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang. Menurut mantan pelatih Timnas Indonesia ini, peluang Skuad Garuda masih tetap terbuka.
Menurut Jacksen, grup yang ditempati Indonesia merupakan grup yang paling berat dibanding dua grup lainnya. Pasalnya, menurut pria asal Brasil tersebut, ada tiga negara yang menjadi langganan Piala Dunia di grup ini. Mereka adalah Jepang, Australia, dan Arab Saudi.
"Grup ini berat sekali. Grup neraka. Namun, mungkin posisi ketiga Indonesia bisa," kata Jacksen, dalam siniar di kanal youtube Helmy Yahya Bicara.
Menurut Jacksen, dalam tiap ajang, selalu ada tim berstatus kuda hitam. Tim-tim ini, sambung pria 56 tahun tersebut, yang bisa membuat kejutan.
"Semoga Indonesia bisa menjadi kuda hitam kali ini," ujarnya.
Indonesia sendiri berada dalam grup 'maut' dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2024. Dalam drawing yang dihelat di Kuala Lumpur Malaysia, Kamis (27/06), Skuad Garuda berada di Grup C.
Selain Indonesia, di grup ini terdapat Tiongkok, Bahrain, Arab Saudi, Australia, dan Jepang. Tim besutan Shin Tae-yong ini akan memulai perjalanan mereka di putaran ketiga ini dengan melakoni laga tandang ke kandang Arab Saudi. Pertandingan ini akan dihelat pada 3 September 2024 mendatang.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Bisa Bersaing dengan Arab Saudi

Lebih lanjut, Jacksen menilai bahwa Indonesia berpeluang untuk bersaing dengan Arab Saudi. Menurut salah satu pelatih terbaik di kancah sepak bola Indonesia tersebut, kekuatan Indonesia dan Arab Saudi tak terpaut jauh.
"Saya rasa, Indonesia bisa mengejar Arab Saudi. Saya melihat, Indonesia tidak terlalu jauh dari Arab Saudi," ujar Jacksen.
"Menurut saya, kalau Indonesia melakukan persiapan yang luar biasa, mereka bisa mengejar Arab Saudi," sambungnya.
Ungguli Tiongkok dan Bahrain

Di sisi lain, menurut Jacksen, Indonesia saat ini bukanlah yang paling lemah di Grup C. Kekuatan skuad besutan Shin Tae-yong ini dinilainya lebih baik ketimbang Tiongkok dan Bahrain.
"Kalau menurut saya pribadi, (dibanding) Tiongkok, Indonesia lewat," ucap Jacksen.
"Selain itu, (dibanding) Bahrain, Indonesia juga sudah lewat," ia menandaskan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Shin Tae-yong Minta Fans Korea Selatan Dukung Kiprahnya di Timnas Indonesia: Saya Bekerja Keras Mengharumkan Nama Bangsa
- Sebelum Perpanjang Kontrak di Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Divonis Radang Selaput Dada, Operasi Besar 6 Jam, dan Berat Badan Turun 5Kg
- Eks Pelatih Timnas Indonesia Sebut Naturalisasi Bisa Jadi Salah Satu Solusi Sepak Bola Indonesia
- Jacksen F Tiago Sebut Shin Tae-yong Bawa Sepak Bola Indonesia Naik Kelas
- Shin Tae-yong Buka-bukaan: Saya Tidak Dapat Tawaran Melatih Korea Selatan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eks Pelatih Timnas Indonesia Akui Nge-fans Marselino Ferdinan
Tim Nasional 8 Juli 2024, 15:33
LATEST UPDATE
-
Carlos Queiroz Akhiri Kiprah Sebagai Pelatih Ghana
Piala Dunia 6 Juli 2026, 19:21
-
Christian Pulisic, Kepemimpinannya Melampaui Statistik
Piala Dunia 6 Juli 2026, 19:06
-
Nyland Kokoh di Bawah Mistar, Haaland Mematikan di Barisan Depan
Piala Dunia 6 Juli 2026, 18:39
-
Ketika Inggris Keluarkan Kemampuan Terbaik dalam Situasi Paling Sulit
Piala Dunia 6 Juli 2026, 18:13
-
Ini Bukan Akhir, Melainkan Awal Siklus Baru Brasil
Piala Dunia 6 Juli 2026, 18:07
-
Mau Andrey Santos, MU Harus Setor Segini ke Chelsea
Piala Dunia 6 Juli 2026, 14:00
-
Anthony Gordon Beberkan Resep 10 Pemain Inggris Bisa Kalahkan Meksiko
Piala Dunia 6 Juli 2026, 13:00
-
Sang Ayah: Erling Haaland ke Real Madrid? Kenapa Tidak?
Piala Dunia 6 Juli 2026, 12:00
-
Bekuk Meksiko, Bukti Inggris Sanggup Jadi Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 6 Juli 2026, 11:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR