
Bola.net - Nama Jude Bellingham bergema di Estadio Azteca ketika peluit panjang mengakhiri pertandingan dramatis antara Inggris dan Meksiko. Di stadion yang menyimpan banyak kisah besar sepak bola dunia itu, gelandang berusia 23 tahun tersebut menghadirkan satu lagi cerita yang layak dikenang.
Inggris mengamankan kemenangan 3-2 setelah melewati laga yang penuh tekanan sejak menit pertama. Di balik hasil itu, Bellingham menjadi sosok yang menggerakkan permainan, mencetak dua gol, sekaligus menjaga harapan timnya tetap hidup lewat aksi bertahan yang menentukan.
Empat tahun lalu, Bellingham masih dipandang sebagai talenta muda yang menjanjikan ketika membuka perjalanan Inggris di Piala Dunia Qatar dengan gol ke gawang Iran. Kini, label itu terasa terlalu sempit karena ia telah tumbuh menjadi pemain yang sanggup memikul beban pada pertandingan terbesar.
Laga di Meksiko menjadi bukti terbaru bahwa Inggris memiliki pemain yang mampu mengubah arah pertandingan hanya dalam hitungan detik. Ketika tekanan datang dari segala sisi, Bellingham memilih menjawabnya dengan tindakan, bukan kata-kata.
Mengubah Laga dalam Waktu Kurang dari 2 Menit
Thomas Tuchel telah memperkirakan Meksiko akan langsung menekan sejak awal pertandingan. Inggris bertahan dengan disiplin sambil menunggu celah yang bisa dimanfaatkan untuk membalikkan keadaan.
Momentum itu akhirnya datang melalui Jude Bellingham. Dalam rentang 98 detik, ia dua kali menyambut peluang yang dibangun Bukayo Saka dan Harry Kane untuk membawa Inggris memimpin sekaligus menghentikan catatan nirbobol Raul Rangel di turnamen.
Dua gol magis tersebut mengubah atmosfer pertandingan secara drastis. Meksiko tetap memberikan perlawanan sengit, tetapi Inggris kini memiliki bekal keunggulan yang sangat berharga untuk dipertahankan.
"Untuk meraih kemenangan ini, inilah malam terbaik dalam karier saya bersama Inggris sejauh ini," ujar Bellingham setelah pertandingan.
Pemimpin yang Hadir di Kedua Ujung Lapangan
Peran Bellingham tidak berhenti setelah namanya masuk papan skor. Ketika Meksiko terus menekan dan Inggris harus bertahan dengan sepuluh pemain, ia tetap menjadi figur yang muncul pada momen-momen paling penting.
Salah satu aksi terbesar justru terjadi tanpa gol. Bellingham membaca arah bola lebih cepat daripada Cesar Montes dan menggagalkan peluang yang hampir berbuah gol penyeimbang menjelang akhir babak pertama.
Pertandingan kemudian berkembang menjadi duel yang penuh ketegangan. Penalti, kartu merah, dan tekanan tanpa henti membuat Inggris dipaksa mengeluarkan seluruh kemampuan hingga peluit akhir berbunyi.
"Sulit merangkum semuanya, gol, penalti untuk mereka, penalti untuk kami, kartu merah," kata Bellingham. "Ini pertandingan yang kacau, tetapi salut untuk Meksiko, mereka benar-benar tim yang luar biasa. Kami tidak pernah meremehkan mereka dan mereka tampil sebaik yang kami perkirakan. Namun, tim ini memperlihatkan karakter malam ini dan saya bangga."
Azteca Menjadi Awal Mimpi yang Lebih Besar
Kemenangan itu membawa Bellingham semakin dekat dengan para legenda Inggris. Dua gol tambahan membuat koleksinya di Piala Dunia mencapai lima gol, menyamai Geoff Hurst serta melewati catatan Michael Owen dan Bobby Charlton.
Namun, angka bukan satu-satunya warisan yang ia tinggalkan di Estadio Azteca malam itu. Seusai pertandingan, Bellingham masih meluangkan waktu menghibur para pemain Meksiko sebelum bertukar jersey dengan Gilberto Mora, pemain termuda di turnamen.
Bagi Inggris, kemenangan ini lebih dari sekadar langkah menuju babak berikutnya. Bagi Jude Bellingham, malam di Estadio Azteca terasa seperti penegasan bahwa dirinya bukan lagi sekadar bintang masa depan, melainkan pemimpin yang siap membawa The Three Lions mengejar sejarah baru.
"Saya berharap kemenangan ini menanamkan keyakinan itu kepada skuad," tutur Bellingham. Kalimat singkat tersebut menjadi penutup yang mencerminkan ambisi Inggris untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jude Bellingham, Magis 98 Detik, dan Sebuah Kemenangan Epik
Piala Dunia 6 Juli 2026, 19:30
-
Ketika Inggris Keluarkan Kemampuan Terbaik dalam Situasi Paling Sulit
Piala Dunia 6 Juli 2026, 18:13
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Meksiko vs Inggris
Piala Dunia 6 Juli 2026, 03:19
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR