Jelang Lawan Malaysia, John Herdman Bandingkan Timnas Indonesia dengan Kanada: Bangun Tim Butuh Waktu

Jelang Lawan Malaysia, John Herdman Bandingkan Timnas Indonesia dengan Kanada: Bangun Tim Butuh Waktu
Aksi John Herdman bersama Timnas Indonesia pada laga lawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 (c) Budy Santoso

Bola.net - John Herdman memahami besarnya ekspektasi suporter terhadap Timnas Indonesia jelang duel kontra Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih asal Inggris itu meminta publik tetap tenang karena Skuad Garuda masih berada dalam tahap membangun fondasi tim.

Timnas Indonesia akan menjamu Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Senin (28/9/2026) malam WIB. Pertandingan ini menjadi partai kedua bagi Skuad Garuda setelah sebelumnya menang 2-0 atas Timnas Singapura.

Jelang pertandingan, Herdman mengenang pengalamannya saat menangani Timnas Kanada pada periode 2019-2023. Ia merasa situasi yang dihadapi Indonesia memiliki kemiripan, terutama dalam hal membangun tim sebelum mampu mencapai hasil yang diharapkan.

Herdman menyampaikan pandangannya setelah memimpin latihan resmi Timnas Indonesia di Stadion PTIK, Minggu (27/9/2026) malam WIB. Menurutnya, proses perkembangan sebuah tim tidak bisa dipisahkan dari pengalaman bermain, chemistry, dan waktu yang dibutuhkan untuk membentuk fondasi kuat.

1 dari 2 halaman

John Herdman Kenang Proses Bersama Timnas Kanada

Ekspresi John Herdman dalam laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026, Jumat (27/3/2026). (c) Bola.net/M. Iqbal Ichsan

Ekspresi John Herdman dalam laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026, Jumat (27/3/2026). (c) Bola.net/M. Iqbal Ichsan

Herdman mengingat masa ketika dirinya menangani Kanada yang membutuhkan proses panjang untuk berkembang menjadi tim yang kompetitif. Ia menilai para suporter Indonesia juga perlu memahami bahwa hasil besar tidak dapat dibangun secara instan.

“Ya, dan saya pikir para suporter kami, saya terus mengatakan ini, harus tetap tenang. Di Indonesia, setelah saya datang dari negara yang selama 36 tahun tidak lolos ke Piala Dunia, yang selama 36 tahun tidak mampu mengalahkan Amerika Serikat, semuanya membutuhkan waktu,” ujar Herdman

Pengalaman tersebut membuat Herdman memahami pentingnya kesabaran dalam membangun sebuah tim nasional. Ia menyebut dukungan suporter tetap penting, tetapi ekspektasi juga perlu disesuaikan dengan proses yang sedang dijalani tim.

“Saya tidak pernah merasakan ekspektasi seperti itu dari para suporter Kanada yang memahami untuk menang membutuhkan waktu. Ini adalah suatu proses. Anda membangun sesuatu secara bertahap,” jelasnya.

2 dari 2 halaman

Herdman Soroti Pengalaman Pemain Timnas Indonesia

Pemain Timnas Indonesia Thom Haye melakukan selebrasi bersama Ole Romeny pada laga melawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. (c) Budy Santoso

Pemain Timnas Indonesia Thom Haye melakukan selebrasi bersama Ole Romeny pada laga melawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. (c) Budy Santoso

Selain proses pembangunan tim, Herdman menyoroti pengalaman internasional para pemain Timnas Indonesia. Menurutnya, jumlah penampilan di level internasional Skuad Garuda masih relatif rendah jika dibandingkan dengan tim yang telah terbiasa meraih kemenangan.

“Tim ini memiliki rata-rata caps sebanyak 16. Hanya itu yang kami miliki. Rata-rata caps pemain di tim kami adalah 16," ujar Herdman.

Herdman kemudian membandingkan angka tersebut dengan tim-tim yang menurutnya sudah memiliki pengalaman lebih matang. Perbedaan jumlah caps itu menjadi salah satu alasan mengapa Timnas Indonesia masih membutuhkan waktu untuk berkembang sebagai sebuah tim.

"Tim-tim pemenang memiliki rata-rata lebih dari 30. Jadi, kami sedang membangun,” lanjut pelatih Timnas Indonesia itu.

Menurut Herdman, proses tersebut mencakup pembangunan pengalaman, chemistry, dan perkembangan tim secara bersama-sama. Karena itu, ia meminta suporter tetap memberikan dukungan sembari menjaga ekspektasi agar tetap realistis.

“Kami sedang membangun pengalaman, membangun chemistry, dan berkembang bersama. Jadi, para suporter memang berhak memiliki ekspektasi, tetapi para suporter juga harus tetap realistis,” ucapnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL