
Bola.net - Luis Milla siap berkolaborasi dengan pelatih-pelatih lokal jika kembali dipercaya menangangi Timnas Indonesia. Menurut Luis Milla, saat ini Indonesia memiliki pelatih-pelatih berkualitas di kelompok umur.
Hal itu diungkapkan Luis Milla ketika memenuhi undangan PSSI pada pertemuan yang digelar di New World Manila Bay Hotel, Filipina, Jumat (29/11/2019). Pertemuan tersebut dilakukan di sela-sela keikutsertaan Timnas Indonesia U-22 dalam SEA Games 2019
Dalam pertemuan yang berlangsung hampir selama 4 jam itu, Luis Milla diminta memaparkan rancangan dan agenda yang akan dilakukannya bersama Timnas Indonesia.
Luis Milla mengaku siap jika kembali dipercaya menangani Timnas Indonesia. Pelatih asal Spanyol juga bakal mendukung pelatih kelompok umur karena dianggap memiliki tujuan yang sama dalam memajukan sepak bola Indonesia.
Proyek dan Tujuan yang Sama
"Soal siapa asisten pelatih yang akan saya bawa, itu belum pasti. Akan tetapi, kalau diberi kesempatan kembali ke Timnas Indonesia, saya akan membawa 3 orang yang pernah bekerja sama dengan saya sebelumnya," kata Luis Milla kepada wartawan.
"Saya ingin bekerja dengan orang-orang yang saya percaya. Saya juga mendukung pelatih-pelatih yang ada seperti Indra Sjafri di U-22, Fakhri Husaini di U-19, dan Bima Sakti di U-16 karena semuanya punya proyek dan tujuan yang sama," ujar Luis Milla.
Target Juara Piala AFF
Luis Milla direkrut PSSI pada awal 2017 untuk menukangi Timnas Indonesia U-22 jelang SEA Games 2017. Namun, ketika itu pelatih berusia 53 tahun itu hanya mampu mempersembahkan medali perunggu.
Sementara itu, Luis Milla juga gagal membantu Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2019 melaju jauh. Hansamu Yama dkk hanya bertahan sampai babak 16 besar.
Jika kembali terpilih sebagai pelatih Timnas Indonesia, PSSI mematok target tinggi. Luis Milla dituntut untuk bisa mempersembahkan gelar juara Piala AFF 2020.
Indonesia belum pernah juara Piala AFF yang menjadi ajang adu gengsi antarnegara Asia Tenggara. Tim Merah-Putih paling mentok hanya menjadi runner-up di edisi 2000, 2002, 2004-2005, 2010, 2016.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Zulfirdaus Harahap/Editor Ario Yosia
Published: 30 November 2019
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Luis Milla Tak Bisa Janjikan Gelar Juara Piala AFF 2020 Bagi Timnas Indonesia, Mengapa?
- Jika Kembali Latih Timnas Indonesia, Luis Milla Dibebani Target Tinggi
- PSSI Gelar Pertemuan dengan Luis Milla di Manila, Isyarat CLBK?
- 3 Pilar Vietnam yang Harus Dimatikan Timnas Indonesia U-22
- Nadeo Argawinata Sudah Disorot Media Internasional Sejak 2018
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Luis Milla Masih Bisa Batal Latih Timnas Indonesia, Ini 3 Alasannya
Tim Nasional 30 November 2019, 15:47
-
Jika Tangani Timnas Indonesia, Luis Milla Siap Kolaborasi dengan Pelatih Lokal
Tim Nasional 30 November 2019, 15:29
-
Luis Milla Tak Bisa Janjikan Gelar Juara Piala AFF 2020 Bagi Timnas Indonesia, Mengapa?
Tim Nasional 30 November 2019, 07:07
-
Jika Kembali Latih Timnas Indonesia, Luis Milla Dibebani Target Tinggi
Tim Nasional 30 November 2019, 06:25
-
PSSI Gelar Pertemuan dengan Luis Milla di Manila, Isyarat CLBK?
Tim Nasional 30 November 2019, 05:50
LATEST UPDATE
-
Bek Tengah Terbaik Versi Jose Mourinho, Ada 2 Nama Ini!
Liga Champions 26 Mei 2026, 14:41
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00


















KOMENTAR